Tampilkan postingan dengan label STIPAR Triatma Jaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label STIPAR Triatma Jaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juni 29, 2014

Seminar Nasional Kepariwisataan 2014

Sebagai bagian civitas akademika perguruan tinggi, sudah menjadi kewajiban untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi (i) Pendidikan dan pengajaran, (ii)Penelitian dan (iii) Pengabdian Masyarakat. Terlebih lagi UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Nasional menuntut para dosen dan institusi perguruan tunggi untuk senantiasa meningkatkan kualitas pendidikan melalui kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Saat ini kegiatan penelitian sudah menjadi kewajiban bagi para dosen untuk selalu dapat mengaitkan antara teori, konsep yang merupakan bidang keilmuan yang ditekuni kepada permasalahan dan realita yang terjadi pada kehidupan masyarakat, Dengan berkembangnya penelitian, maka berkembang pula kemampuan dosen dalam penguasaan ilmu yang ditekuni, karena pada saat melakukan penelitian maka ilmu yang ada di dalam pikiran dosen akan teraplikasi dalam dunia nyata untuk memecahkan berbagai permasalahan. Hal ini tentunya akan menguatkan dan menghasilkan pengetahuan yang baru lagi bagi para dosen untuk dapat dituangkan dalam bahan ajar dan disebarkan dalam forum ilmiah resmi.

STIPAR Triatma Jaya, selaku institusi yang bergerak dalam bidang kepariwisataan ingin mewujudkan kepariwisataan yang berkelanjutan di Bali. Saat ini Bali berada pada masa maturity jika dilihat dari konsep desetination life cycle  mengalami krisis carryng capacity, sehingga hanya ada dua pilihan:(i) rejuvenation atau (ii) decline to the valley of the death. Kondisi ini menuntut kerjasama dari berbagai pihak, khususnya stakeholder pariwisata terutama pemerintah dan akademisi untuk bersama-sama turun gunung memberi kontribusi dalam bentuk pemikiran dan kebijakan yang mampu menyelamatkan Bali.

SEMINAR NASIONAL KEPARIWISATAAN DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN 2014 dengan tema : Peranan Sustainable Tourism Development  dalam Penguatan Ekonomi Kreatif , merupakan wujud nyata STIPAR dalam mengakomodir permasalahan yang terjadi dalam kepariwisataan Bali, Kinerja Dosen dan Pemerintah dalam mewujudkan Sustainable Tourism di Bali.

Kami mengundang segenap stakeholder pariwista untuk berpartisipasi sebagai PEMAKALAH maupun PESERTA pada :
SEMINAR NASIONAL KEPARIWISATAAN STIPAR TRIATMA JAYA 2014
Contact Person :

Bayu 085737472077
Herin 081239321797
Evi    081314099131







Minggu, Juni 09, 2013

STIPAR TRIATMA JAYA STUDY TOUR 2013 “EXPLORING CULTURE AND CULINARY @BANDUNG-JOGJAKARTA”

Merupakan agenda tahunan bagi mahasiswa STIPAR Triatma Jaya untuk melaksanakan study Tour, yang merupakan bentuk pembelajaran holistic sebagai calon pengabdi pariwisata pada bidang pelayanan akomodasi dan restaurant (hotelier), usaha perjalanan wisata dan pengelola objek dan daya tarik wisata. 

Terlebih dari itu, Study Tour memberikan pengalaman yang tidak ternilai bagi mahasiswa sebagai seorang wisatawan, tamu dan pelanggan. Dengan melakukan Study Tour, maka mahasiswa merasakan sebagai wisatawan yang tentunya mengharapkan pengalaman dan layanan yang sebaik-baiknya. Study Tour kali ini mengambil tema “exploring culture and culinary, Bandung –Jogjakarta” , yang tercermin dari program yang dilakukan antara lain : 
(i) Mengunjungi Saung Angklung Mang Udjo (Culture-Bandung), 
(ii) Kunjungan ke ‘Nasi Kalong’ dan ‘Nasi Bancak’ (Culinary-Bandung), 
(iii)Kraton Jogjakarta (Culture-Jogjakarta) dan 
(iv)Malioboro (Culinary-Jogjakarta). 

Namun demikian, disela-sela tour dilakukan pula wisata belanja (Dago, Cihampelas, Cibaduyut-Bandung; Malioboro, pasar Bring Harjo-Yogyakarta), wisata alam (Gunung Tangkuban Perahu-Jawa Barat), wisata Sejarah (Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Mendut- Magelang dan Yogyakarta). Banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang diterima selama pelaksanaan study tour kali ini. Semuanya dapat dilihat pada dokumentasi berikut ini : 
Study tour kali ini memang benar-benar bernuansa study, karena:
  1. Seluruh mahasiswa diwajibkan membuat karya tulis berupa laporan study tour,  dimana content laporan, meliputi seluruh aktivitas selama study tour seperti : wisata kuliner di Bandung,  Wisata Budaya di Saung Angklung Mang Udjo (culture), Keraton Jogjakarta (culture) dan Wisata Kuliner di Jogjakarta (Malioboro)
  2. Mahasiswa mengisi kuisioner kualitas layanan dan kepuasan pelanggan, yang dijadikan bahan research bagi dosen-dosen STIPAR Triatma Jaya yang memiliki ketertarikan untuk meneliti dibidang tersebut.
  3. Selama study tour, mahasiswa memperhatikan kualitas layanan yang diberikan oleh biro perjalanan wisata, hotel dan obyek wisata. Semua diambil hikmahnya, apabila pelayanan yang diberikan baik, tentunya akan menginspirasi mahasiswa untuk meniru dan melakukannya, demikian pula apabila pelayanan yang diberikan kurang baik akan dicamkan dengan baik untuk tidak melakukannya nanti pada saat bekerja di industri pariwisata, khususnya perhotelan. Pada sisi ini mahasiswa merasakan betul bagaimana rasanya menjadi wisatawan dan tamu yang menginap di hotel, merasakan harapan dan kenyataan yang diperoleh sebagaimana layaknya seorang wisatawan. Ini tentunya pengalaman yang luar biasa! 
Gambar 1
Foto Bersama di Tangkuban Perahu 28 Mei 2013 Jam 09.00 Wib, Suasana sejuk dan bau gas belerang, tapi seluruh peserta semangat ingin melihat bukti dari Legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi.

 Gambar 2
@Kawah Tangkuban Perahu, suasananya sejuk, cerah dan damai. Tuhan memberkati perjalanan ini, karena tidak ada hujan, padahal sehari sebelumnya hujan lebat dan objek wisata Tangkuban Perahu sempat ditutup karena kawah mengeluarkan gas belerang yang beracun

Gambar 3
 Kawah Tangkuban Perahu yang Cantik, dimana sekarang ini disekeliling kawah sudah dibangun jalan setapak, sehingga wisatawan dapat melihat pemandangan seputar kawah yang sangat mempesona

Gambar 4
Lha,...ini suasana makan siang di Tangkuban Perahu (Cikole), menunya enaaaak, ada ayam goreng, ikan mujair goreng dan lalapan khas Bandung. Lihat para pendamping pada tersenyum lega sebelum menyantap makan siang mereka yang nikmaaatttt


Gambar 5
Foto Bareng di depan Gedung Sate, tapi yang lain pada kemana yaaaa? oooo rupanya yang lain ada yang diem di Bus, soalnya rada hujan dan ada pula yang lagi menikmati batagor, cilok, cireng, cimol dan berbagai macam hidangan khas Bandung di depan Gedung Sate. Awalnya kami mengira ada banyak pedagang sate di sana, ternyata kami salah, Gedung Sate adalah Gedung Bersejarah tempat dilaksanakannya Konfrensi Asia Afrika di Jaman Bung Karno.Tapi kenapa dinamai Gedung Sate, kenapa bukan Gedung Batagor atau Gedung Peuyeum?

Gambar 6
Wisata Kuliner, Nasi Kalong di Bandung. Tempat ini dikelola Bapak Martin, dengan segmen pasar menengah ke atas dimana harga paling murah Rp.35.000,-. Biasanya yang makan disini adalah artis artis ibukota seperti Ariel, Noah, Letto, Iwan Fals dan selebritis lainnya. Dinamakan Nasi Kalong, karena buka mulai jam 23.00 s/d 05.00 Wib. Namun demikian, menu yang ditawarkan adalah menu yang sehat, bebas pengawet dan anti lemak jenuh, beberapa bahan diimpor dari Malaysia dan Singapura. Nasi kalong adalah nasi beras merah yang kaya serat. Menu favorit di resto ini adalah Ayam Madu dan Buncis Panggang. Mak Nyosszzzz!!!!!


Gambar 7, 8 dan 9
@Saung Angklung Mang Udjo. Ternyata tempat ini betul-betul kaya akan seni dan budaya. Bener-bener ngga rugi ke Saung Angklung Mang Udjo, dimana penyambutannya ramah, dan menampilkan tata ruang theatre serta pertunjukan kelas dunia! Disini sebagai wisatawan kami dapat melihat sesuatu (Angklung, seni tari), melakukan sesuatu (belajar main angklung), dan membeli sesuatu (souvenir). Keluar dari tempat ini, mahasiswa jadi mampu main angklung! luar biasa....




 Gambar 10,11,12,13
@Phoenix Hotel Jogjakarta, merupakan hotel bersejarah yang tertua di Jogja didirikan jaman pemerintahan Hindia-Belanda 1920, dengan arsitektur khas Eropa dipadu dengan Jawa. Disini mahasiswa diajak keliling hotel untuk melihat fasilitas-fasilitas hotel, diberikan penjelasan dan tanya jawab. Satu hal yang membuat kami salut ditempat ini, karena pada sales evecutivenya sebagian besar berusia 20-25 Tahun yang sangat smart dan percaya diri, mudah-mudahan hal ini mampu menginspirasi mahasiswa




 Gambar 14,15,16,17
@Borobudur, sebuah tempat bersejarah, indah dan religious. Disini kami merasa menemukan betapa mengaggumkan kemampuan nenek moyang nusantara dalam bidang arsitektur, dimana setiap jengkal bangunan candi Borobudur memiliki makna filosofi yang dalam.





 Gambar 18,19
@Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, benteng kebudayaan Jawa yang agung dan bersahaja. Aku ingin mengulang kembali perjalanan ke kraton, banyak hal yang ingin dieksplorasi, tapi waktu berkunjung cuma 2 jam, terlalu singkat!
t

 

 Gambar 20
Bersama 'Cinta' di Tangkuban Perahu

Gambar 21
Suasana dalam Bus yang nyaman

Gambar 22,23,24
@Prambanan, menyaksikan saksi keindahan legenda Bandung Bondowoso dan Nyi Roro Jongrang.




Kesimpulannya tour berlangsung dengan baik, dan penuh makna yang mendalam! I Love it!

Kamis, April 25, 2013

STIPAR TRIATMA JAYA WUJUDKAN VISI DAN MISINYA DALAM MEMBENTUK SUMBER DAYA MANUSIA PARIWISATA YANG KOMPETEN : KURSUS SERTIFIKASI PRAMUWISATA UMUM KERJASAMA STIPAR TRIATMA JAYA, DPD HPI BALI DENGAN DISPARDA PROVINSI BALI



Sebagai institusi yang bergerak dalam menyiapkan sumber daya manusia pariwisata yang kompeten dan berakhlak mulya, STIPAR Triatma Jaya yang dipimpin oleh Bapak I Ketut Sutapa, SE,MM mengadakan kursus sertifikasi pramuwisata umum, bekerja sama dengan DPD HPI Bali dan DISPARDA Provinsi Bali.




Kursus ini diadakan mulai tanggal 1 April 2013 sampai dengan 15 April 2013, dengan 23 materi kursus yang meliputi pengetahuan yang dibutuhkan bagi pramuwisata untuk bekerja dengan lebih profesional. Terlebih lagi, kursus ini ditujukan bagi pramuwisata yang KTPP/license nya sudah habis masa berlakunya dan bagi pramuwisata yang memiliki KTPP/licence sementara, yang perlu diperpanjang setiap tahun. Dengan mengikuti kursus umum yang dilaksanakan di STIPAR Triatma Jaya, maka nanti peserta kursus akan mendapatkan sertifikat untuk dapat melanjutkan prosedur selanjutnya dalam mendapatkan KTPP/licence permanen yang dikeluarkan oleh DISPARDA Provinsi Bali, sesuai dengan kebijakan Gubernur Bali.
Adapun 23 materi kursus antara lain : (i)Kebijakan pengembangan pariwisata Bali, (ii) Sejarah Evolusi Hindu, (iii) Kesenian dan kebudayaan, (iv) Marketing dan teknik menjual produk wisata, (v) Teknik Memandu Wisatawan,(vi)Sistem sosial Masyarakat Bali, (vii)Peraturan dan Perundang-undangan Pariwisata, (viii)Dampak Pariwisata dan Solusinya, (ix)Upacara dalam Agama Hindu, (x) Pariwisata Budaya, (xi)Etika dan Simbol-simbol Agama Hindu, (xii) Table Manner, (xiii)Pertolongan Pertama pada Kecelakaan, dan (xiv) Kode Etik dan Keorganisasian.
Demikian pula team pengajar yang berasal dari kalangan akademisi (PTN dan PTS di Bali), praktisi, dan pemerintah, menjamin kualitas team pengajar yang memang kompeten di bidangnya. Beberapa nama besar yang ikut serta mendarmabaktikan pengetahuannya pada kursus ini, seperti :  (i) Drs. IB Kade Subhiksu,MM (KADISPARDA Provinsi Bali, yang saat ini sedang menyelesaikan studi S3 Pariwisata di Universitas Udayana), (ii) Prof. Dr.Litt. I Gusti Putu Phalgunadi, MA (Pakar Agama Hindu dari UNHI), (iii) Dr. I Nyoman Madiun,M.Sc (Pakar Pariwisata dari STP Nusa Dua Bali), (iii) Sang Putu Subaya,SH,MH (Praktisi dan Ketua DPD HPI Bali), Prof.Dr. I Gede Parimartha, MA (Pakar Sejarah dari UNUD), dan Drs. I GN Wiantara,MM (Pakar Tata Hidangan dan Perhotelan dari STIPAR Triatma Jaya).
Pelaksanaan kursus dilakukan dengan tertib dan disiplin, dimana setiap peserta wajib menggunakan seragam putih hitam dan dasi, mengenakan name tag, dan duduk sesuai dengan nomor absen peserta. Demikian pula tingkat kehadiran dengan syarat minimal 75,00% merupakan syarat minimal untuk dapat menempuh ujian akhir kursus.  Dari 137 orang peserta kursus, hanya 130 orang yang berhasil lulus ujian. Hal ini  menunjukkan bahwa penyelanggaraan kursus di STIPAR Triatma Jaya memang betul-betul memperhatikan kualitas dan bukan sekedar formalitas belaka, karena peserta yang lulus harus memiliki angka ujian 60 sebagai standar kelulusannya. Pada ujian kursus yang dilaksanakan pada 17 April 2013,  terdapat 4 peserta yang mengalami kegagalan, karena memiliki nilai di bawah 60. Oleh panitia, ke-empat peserta ini diberikan kesempatan menempuh Her, yang pada akhirnya lulus dengan nilai standar.
Pada sesi pengumuman kelulusan , Sang Putu Subaya, SH,MH  selaku Ketua DPD HPI Bali memberikan arahan kepada peserta her, agar selalu belajar, meningkatkan pengetahuannya dalam memahami budaya dan adat Bali, sehingga dalam memberikan penjelasan kepada wisatawan tidak jauh menyimpang dari yang sebenarnya. Misalnya masih sering terdengar di lapangan pertanyaan (i) mengapa orang Bali setelah sembayang menggunakan ‘bija’? masih ada saja pramuwisata yang menjawab bahwa ‘bija’ itu sebagai obat pusing, sehingga setelah sembayang pusingnya hilang, (ii) Apa fungsi ‘penjor’?-masih ada saja pramuwisata menjawab bahwa penjor hanyalah ‘just decoration’. Kenyataan di lapangan seperti ini yang harus dikikis habis, melalui proses kursus sertifikasi pramuwisata umum.


Panitia kursus sertifikasi pramuwisata umum menyebarkan kuisioner yang mencakup tanggapan dari peserta kursus mengenai kualitas layanan selama kursus berlangsung dan tanggapan mengenai dosen terbaik.  40,19 % Sangat Setuju bahwa kualitas layanan STIPAR Triatma Jaya memenuhi harapan, 48,54% setuju, 10,20 % ragu-ragu, 0,99% tidak setuju dan  0,07% sangat tidak setuju  bahwa kualitas layanan STIPAR Triatma Jaya memenuhi harapan.  
Selanjutnya Bapak Drs. I Ketut Putra Suarthana, MM mengajak DPD HPI Bali untuk mengikuti program sertifikasi pramuwisata  sebanyak 6.000 orang yang dibiayai  pemerintah bekerja sama dengan  LSP Parindo Bali.  Dengan semakin banyaknya pramuwisata legal dan tersertifikasi maka akan menambah baik citra Bali pada dunia internasional, mengingat Pramuwisata merupakan salah satu duta Bali yang berhubungan langsung dengan wisatawan. (bay*)



Senin, Desember 17, 2012

STIPAR TRIATMA JAYA BADUNG Award-winning GOLD from APTISI Region VIII A, 2012


APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) region VIII-A, is an educational organization which consists of private University, Institute and Academy in Bali, aims to improve the quality of private colleges based on the implementation of the Tri Dharma Perguruan Tinggi , which include: education and teaching, research, and public service, making Bali as The Island of Knowledge. APTISI the region VIII-A aims to produce graduates who are intelligent, intellectual, emotional, spiritual, physical, healthy and intelligent in facing  global challenges (ASEAN Economic Society 2015) as well as ready to answer the challenge of the entry of foreign universities in year of  2020.

On the granting of a second award, held on December 12, 2012 gives awards to 25 private colleges in Bali. Awards are given in two categories namely GOLD (good) and SILVER (moderate). There are 5  Private colleges are awarded GOLD,  and SILVER, while as many as 20 colleges. As for the purpose of the APTISI AWARD is to motivate members of 52 private University in Bali to always improve the quality teaching and learning on campus, and reward private university who have managed to grab the value of accreditation BAN-PT. Event was attended by the Deputy Governor of the province of Bali, the Walikota of Denpasar, A coordinator of KOPERTIS Region VIII , Administrator of APTISI Bali, Chairman of the foundation of the entire Bali, Rector, Chairman , Director of the private colleges all over Bali.
STIPAR Triatma Jaya won the GOLD based on a questionnaire given to each private colleges all over Bali about the value of accreditation BAN-PT (National Accreditation Board) then in the crosscheck by the Committee through the website BAN-PT. The award was very motivating the entire civitas akademika STIPAR Triatma Jaya, who had been struggling in preparing human resources hotelier, to embody its vision: to be the leading of tourism institute  in Bali in 2018 in producing human resources in the field of hospitality and tourism of competent, creative, entrepreneur, mastering in information and technology  and has good manner.
STIPAR Triatma Jaya who throughout their courses accredited B of BAN-PT, besides manages to win the GOLD award of the APTISI Region VIII-A, also carved out a variety of achievement among others: Win PHP-Program of HIGHER EDUCATION of the PTS, continually for 3 times (2010 s/d 2012), won the APTISI Region VIII-A category SILVER award 2011, best Operator EPSBED-2 the year 2012 in KOPERTIS REGION VIII, champion of Flair Bartending in Bali and ASEAN, and a variety of other achievements.
The STIPAR Triatma Jaya’s curriculum that follows the development of the tourism and hospitality industry, 90% of educated lecturer S-2 with a background in hospitality and tourism facilities, fully air-conditioned classrooms, Multimedia, international-standard Laboratories, a network of cooperation with the company's cruise ships (Costa Crociere, Princess Cruise), Viking and Mega YACHT (Greece), five-star hotel in Bali, Singapore and France, is a guarantee for students to meet the future hit in the world of hospitality and tourism.