Rabu, Februari 10, 2010

Restaurant

Restoran adalah salah satu jenid usaha pangan yang bertempat do sebgaian atau seluruh bangunan yang permanen, dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan, penyajian dan penjualan makanan dan minuman bagi umum di tempat usahanya dan memenuhi ketentuan persyaratan yang ditetapkan.

Jadi dengan adanya fasilitas rumah makan, para tamu atau pengunjung lainnya dpat membeeli dan menikmati makanan di tempat tersebut.

Jenis – Jenis Restoran Di Dalam Hotel

Dalam sebuah hotel terdapat lebih dari satu macam restoran, antara satu hotel dengan hotel lain jumlahnya berbeda – beda. Hal ini bisa disebabkan karena ukuran hotel, besar kecilnya pelayanan, sistem manajmen, dan pangsa pasar yang dituju.

Pada dasarnya restoran yang ada di dalam hotel dapat dikelompokkan ke dalam tiga bagian besar, yaitu formal dinning room, Informal dinning room, dan Specialties dinning room. Dari ketiga kelompok tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Formal dinning room

Yang dimaksud dengan formal dinning room adalah restoran di dalam hotel yang merupakan high class restaurant. Restoran ini diciptakan ekslukusif sehingga hanya tamu – tamu tertentu yang dapat menikmati hidanga tersebut. Faktor - faktor yang menyebabkan restoran tersebut menjadi prestise bagi hotel adalah :

¨ Peralatan yang dipakai menggunakan bahan – bahan yang mewah.

¨ Cara pelayanan yang secara pribadi

¨ Jenis makanan yang disediakan harganya cukup mahal

¨ Biasanya digunakan untuk jamuan makan lengkap dan resmi

¨ Pada umumnya proses memasak makanan tertentu dapat di lihat atau di depan tamu.

Contoh untuk formal dinning room antara lain :

· Rotisserie : restoran ekslkusif di mana tempat pembakaraan dapat dilihat oleh tamu.

· Grill : restora untuk steak dan chop, yang mana makanan tersebut dibakar menurut selera tamu.

· Cabaret atau supper club : restoran yangmengadakan pertunjukan pada saat makan.

2. Informal dinning room.

Untuk restoran yang sifatnya tidak formal, hotelpun menyediakan fasilitasnya. Beberapa contoh dari informal restaurant tersebut antara lain : coffee shop, tavern, cocktail lounge, pool snack bar, room service.

· Coffee Shop

Coffee shop is a comercial food facilities designed to offer the custumer a meal or sanack in an informal atmosphere whitaout the service, variety, or cost associated with a resaturant and at those times when a restaurant may not be open.

Coffee shop adalah suatu usaha di bidang makanan yang dikelola secara komersial yang menawarkan keada para tamumakanan atau makanan kecil dengan pelayanan dalam suasana tidak formal tanpa diikuti suatu aturan service yang baku (sebgaimana aturan ekslusiif dinning room), jenis –jenis makanan dan harganya lebih murah karena biasanya beroperasi 24 jam maka coffe shop tetap buka ketika restoran resminya sudah tutup.

Bermacam – macam jenis makanan biasanya ditemukan di dalam coffee shop itu sendiri. Di beberapa hotel, makanan dipersiapkan di dapur khusus yang lokasinya biasanya di belakang coffee shop itu sendiri. Sedangkan hotel yang tidak begitu besar akan mempergunakan dapur utama (main kitchen) sebagai tempat menyiapkan makanan, setelah makanan jadi baru dikirim ke coffee shop. Untuk menjaga makanan agar tetap hangat dam segar, makanan disimpan di dalam mesin pemanas (microwave), sedangkan makanan yang dihidangkan dingin akan disimpan di dalam mesin pendingin (referigerator).

· Tavern

Tavern adalah restoran kecil yang berada di dalam hotel, yamng mana disajikan untuk menu utamany adlah bir dan anggur (wines).

· Cocktail Lounge

Cocktail Lounge is a facility that offers custumers a place to have a drink, in a relatively quiete, often dimly lit atmosphere.

Cocktail Lounge aalah suatu fasilitas yang diberikan kepada tamu da pengunjung hotel, suatu tempat yang santai untuk minum dengan suasana pencahayaan yang remang – remang.

· Pool Snack Bar

Pool Snack Bar adalah counter bar kecil yang terletak di tepi kolam renang sebuah hotel. Di samping menyediakan minuman dan makanan kecil, tamu tetaap dapat memesan makanan laindan makanan tersebut akan diambil dari main kitchen.

· Room Service

Room service is a service to a hotel guest where food & Beverage dilevery to the guest’s room

Room service adalah sistem pelayanan terhadap tamu hotel yang mana makanan dan minuman yang dipesan oleh tamu akan diantar dan dinikmati di dalam kamar.

3. Specialties Restaurant.

Specialties Restaurant adalah restoran yang berada di hotel yang menyediakan makanan/maskan khusus. Makanan khusus tersebut biasanya sudah terkenal secara Internasional seperti maskan Jepang, Korea, Italiaa, dan lain – lain.

3. B A R

Bar adalah tempat usaha komersiil yang ruang lingkup kegiatannya

menghidangkan minuman keras dan minuman lain di tempat usahanya.

Dengan adanya failitas bar para tamu dan pengunjung lainnya dapat

membeli serta menikmati minuman di sana. Bar dapat dibedakan menjadi

bebrapa jenis diantaranya :

  1. Snack Bar, yang menawarkan jenis 0 jenis minuman yang sangat terbatas dan makanan kecil (snack)
  2. Cocktail Bar, yang menawarkan berbagai jenis minuman cocktail dengan diiringi alunan musik.
  3. Night Club, khusus dibuka malam hari dengan menawarkan berbagai minuman serta dilengkapi dengan hiburan, dan fasilitas menari/berdansa.

Fasilitas Hotel

Pada dasarnya hotel menyediakan berbagai fasilitas dan pelayanan demi kenyamanan, keamanan, dan kepuasan tamu hotel dan juga bagi mereka yang menggunakan fasilitas dan menerima pelayanan akomodasi, tetapi juga makanan dan minuman, dan fasilitas serta pelayanan lainnya.

Fasilitas pokok bagi tamu hotel yang menginap adalah tempat tidur, makanan dan minuman. Untuk itu hotel menyediakan fasilitas akomodasi (tempat tidur), rumah makan/restoran, dan tempat minum/bar.

1. KAMAR
Kamar tidur (hotel bedrom) dapat diklasifikasikan menjadi beberaa katagori antara lain :
1. Single Room, satu kamar dengan dilengkapi satu single bed untuk satu orang.
2. double Bed, satu kamar tidur dengan dilengkapi dengan satu double bed untuk dua orang.
3. Twin Room, satu kamar tidur dengan dilengkapi dua single bed yang terpisah,masing – masing untuk satu orang. Kamar tidur tersebut dapat dihuni oleh dua orang.
4. Triple Room, bisa berupa twin room atau double room, yang dapat dihuni oleh tiga orang atau dengan menambahkan satu extra bed.
5. Suite Room, suatu kamar yang dilengkapi dengan sebuah double atau twin bed ruang tamu dan dapur kecil.
6. Standard room, yaitu kamar yang ada di dalam hotel yang mana segala perlengkapannya dan fasilitas yang terdapat di dalam kamar sesuai denga standar yang ditetapkan oleh hotel yang bersangkutan. Fasilitas dalam standard room antar alain : tempat tidur, kamar mandi, meja kerja, TV, Telepon, Lemari es, lemari pakaian, dan rak koper. Keistimewaan dari kamar standar adalah harganya yang paling murah dibandingkan kamar lainnya.
7. Deluxe room/superior room, yaitu kamar yang kondisinya setingkat lebih baik dari kamar standar dimana ;
- letak kamar strategis
- arah kamar lebih baik emandangannya
- mutu bahan untuk mebel dan perabotan lebih baik dari standar
- ukuran kamar lebih luas dari kamar standar
8. Suite Room, yaitu kamar yang dilengkapi dengan ruang tamu dan dapur kecil.
9. Studio room, yaitu kamar yang dilengkapi dengan studio bed.
10. Junior suite, yaitu kamar yang berukuran besar yang dilengkapi dengan standard bed dan hide away bed (sofa bed)
11. Twin Bedded Room, yaitu kamar yang dilengkapi dengan dua single bed untuk dua orang.
12. Double Bedded Room, Kamar yang dilengkapi dengan satu tempat tidur besar (double bed) untuk dua orang.
13. Connecting room, yaitu dua kamar yang bersebelahan dimana dihubungkan oleh connecting door (pintu tmbus) yang terletak di dinding pemisah.
14. Adjoinning Room yaitu, kamar yang bersebelahan saling menghadap yang dipisahkan oleh sebuah gang (koridor)
15. Duplex, yaitu kamar yang memiliki satu , dua atau tiga kamar tidur terpisah satu dengan lainnya berbeda tingkat dan dihubungkan oleh sebuah tangga tapi masih dalam satu kamar yang sama.
16. Cabana, yaitu kamar yang langsung menghadap ke kolam renang dengan atau tanpa tempat tidur.0

Organisasi Hotel

Hotel sebagai suatu kegiatan dalam bidang industri pariwisata adalah merupakan suatu badan ( Badan Usaha ) dalam bentuk organisasi. Sebagai suatu organisasi di dalamnya tercakup unsur kumpulan orang (pengusaha dan pegawai/karyawan), unsur proses pembagian kerja (sesuai dengan fasilitas dan layanan), juga sistem kerja sama baik antar orang – orang mmaupun bagian organisasi adalah suatu sistem saling mempengaruhi antar orang dalam kelompok yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Dilihat dari sudut pandang penguisaha kecil, tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan (termasuk juga menyelamatkan investasi yang ditanam) kegiatan usaha bidang perhotelan mencakup beberapa kegiatan pokok (penyediaan dan layanan penginapan, makan dan minum) serta sebagai pelengkap lainnya. Untuk melaksanakan kegiatan – kegiatan tersebut perlu disusun dan dikelompokkan sesuai dengan bidang dan kebutuhannya dengan kejelasan tugas dan tanggungjawab serta hak dan wewenang. Dapat dikatakan bahwa tidak ada dua hotel menggunakan susunan organisasi yang persis sama. Keadaan yang demikian dapat dimaklumi karea ada banyak faktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan seperti keadaan fisik hotel (lokasi, luas area, jumlah kamar, fasilitas – fasilitas, peralatan), personil (kemampuan, jumlah), sistem administrasi dan lain – lainnya. Pada dasarnya susunan organisasi dari suatu hotel berpedoman pada pencapaian tujuansecara efektif dan efesien, oleh karena itu perlu pengarahan dan pengawasan yang terpadu.

Susunan departemen/bagian dalam suatu hotel tergantung dari beberapa faktor, diantaranya adalah lokasi, tipe pelayanan, struktur denah, kemampuan personil, dan tipe kepemilikan biasanya pimpinan/manajemen hotel membagi organisasi hotel dalam tiga kelompok, yaitu :

a. Kelompok yang menghasilkan barang dan jasa/pelayanan untuk dijual kepada tamu hotel.

b. Kelompok yang tidak menghasilkan barang dan jasa /pelayanan untuk dijual kepada tamu hotel.

c. Kelompok yang melayani hotel itu sendiri dan tamunya taapi tidak bertujuan untuk menghasilkan pendapatan.

Fungsi Hotel

Untuk mengetahui apakah fungsi atau manfaat daripada kegiatan perhotelan itu sangat tergantung dari sudut pandangan kita. Pada dasarnya fungsi hotel dapat dilihat dari kemanfaatan pihak ppppennnngusaha/pemilik/pegawai/karyawan, tamu, dan pemerintah.

A. Pengusaha/Pemilikan Hotel
Pada mumnya sebgai pengusaha, demikian juga pengusaha/pemilik hotel yang berkecimpung dalam usaha business, hotel merupakan suatu bentuk alat untuk mencari dan mendapatkan keuntungan dan modal yang ditanamkan. Fungsi hotel untuk mencari dan mendapatkan keuntungan juga tidak terlepas dari peranan untuk menyelamatkan da mengamankan modal pengusaha itu sendiri.
B. Pegawai/Karyawan Hotel
Sebagai pekerja pada umumnya, dmeikian juga di bidaaaang perhotelan salah satu fungsi adalah untuk mendapatkan penghasilan yang layak bagi kemanusiaan, dengan penghasilan tersebut diharapkan dapat menjamin hidup dan kehidupannya beserta keluarganya.
Sebagai sutu perusahaan, hotel merupakan salah satu sumber keperluan tenaga kerja, dan juga merupakan tempat bagi pekerja untuk mendapatkan tambahan kemampuan dan pengalaman dalam bidangnya.
C. Tamu Hotel
Tamu sebgai pemakai jasa sangat mengharapkan peranan hotel untuk mampu memberikan kenyamanan, keamanan, dan kepuasan. Hotel sebagai sarana akomodasi menyediakan fasilitas dan pelayanan kepada para tamu/pengunjung hotel dengan fasilitas yang memadai dan dengan pelayanan baik yang secara tidak langsung akan meningkatkan penggunaan/pembelanjaan uang tamu berarti pula peningkatan pendapatan pemilik, pegawai, dan pemerintah sendiri.
Penyediaan fasilitas dan pelayanan penginapan merupakan fungsi pokok hotel bagi para tamu, demikian juga penyediaan fasilitas dan pelayanan makanan dan minuman. Sedangkan failitas lainnya seperti olehraga, rekreasi,klinik pengobatan, keaamanan barang dan orang sangat berperan dalam memlihara dan menjamin kepuasan tamu dalam menikmatinya.

D. Pemerintah
Pada dasarnya hotel sebagai sutu kegiatan usaha sangat besar peranannya bagi pemerintah (termasuk juga pemerintah daerah dimana hotel tersebut berlokasi). Bertambahnya hotel berarti pula pembukaan lapangan kerja baru dan kesempatan kerja yang dapat membantu program pembangunan terutama dalam bidang ketenagakerjaan. Selain itu dengan pengunaa fasilitas oleh para tamu dan layanan yang diberikan berarti pula akan menambah pendapatan negara/pemerintah serta secara tidak lanngsung akan berperan sebagai media untuk memperkenalkan dan mendayagunakan keindahan alam dan kebudayaan.

SEJARAH PERKEMBANGAN HOTEL

Kebutuhan akan sarana akomodasi bagi para wisatawan sangat dirasakan pentingnya di luar rumah mereka sendiri atau di daerah tujuan wisata. Oleh karen aitu pertumbuhan dan perkembangan perjalanan ( penggunaan transportasi) wisatawan itu sendiri. Dengan perkembangan transportasi yang semakin modern, maka banyaklah didirikan “inn” (penginapan) di sepanjang jalan – jalan umum dan di tempat – tempat tertentu dan strategis. Secara umum perkembangan hotel dibagi menjadi 3 tahap :

1. Perkembangan Sebelum Abad Pertengahan
Perjalanan untuk kegiatan rekreasi (wisata) pertama kali dilakukan oleh Bangsa Romawi sekitar abad I sampai abad V, dengan tujuan untuk menambah pengetahuan, cara hidup, ekonomi, dan politik. Pada saat itu orang – orang Romasi mulai menemukan dan memiliki beberapa jenis akomodasi atau diversovia. Di samping itu dibangun pula “tavern” yaitu tempat menjual makanan dan minuman di pinggir jalan karena pada waktu itu beberapa jenis akomodasi yang disewakan tidak menyediakan makanan dan minuman. Bagi kaum bangsaan dan Raja yang ingin melakukan perjalanan ke tempat lain, biasanya menginap di puri (Castle), sedangkan para rohaniwan biasanya menginap di biara atau kuil. Tetapi orang – orang biasa yang melakukan perjalanan ke suatu tempat, biasanya menginap di tempat – tempat penginapan yang tersedia.

2. Perkembangan Dalam Abad Pertengahan
Pada masa ini banyak tempat – tempat suci digunakan oleh orang – orang yang berziarah dan pengunjung untuk tempat menginap. Demikian juga rumah – rumah pribadi kaum bangsawan dan orang – orang terkemuka digunakan sebgai tempat pengiapan bagi para wisatawan. Dari sinilah timbul istilah “inn” yaitu rumah – rumah pribadi yang disewakan kepada para tamu yang ingin menginap. Para pedagang dan para pemilik tanah lebih banyak dan lebih senang tinggal di rumah penginapan ini (inn) karena pelayanan yang diberikan cukup memuaskan yaitu mencakup makanan di ruangan yang cukup besar, ruangan tidur, dan kandang kuda bagi wisatawan yang melakukan perjalanan dengan membawa kuda. Demikianlah pada abad ke XIV semakin banyak tumbuh dan berkembang rumah penginapan (inn) dan istilah ini dikenal sampai sekarang.

3. Perkembangan Dari Abad Pertengahan Sampai Abad Keduapuluh
Salah satu jenis akomodasi yang berbentuk rumah besar dimana setiap apartemennya dapat disewakan per hari, perminggu, atau bulan adalah ‘Hotel Garni” di Paris, Prancis. Demikian selanjutnya usaha – usaha jenis baru makin berkembang dengan mejadikan fasilitas dan pelayanan yang lebih lengkap dan baik. Ada permulaan abad XIX mulailah tumbuh dan berkembang hotel – hotel dengan struktur dan organisasi yang lebih mapan dengan struktur organisasi yang lebih modern. Hotel tidak hanya merupakan pusat komersialisasi penerimaan tamu bagi para wisatawan, tetapi juga sangat penting peranannya sebagai pusat – pusat kegiatan sosial baik kota maupun pusat kota. Sekarang hotel – hotel modern merupakan suatu tempat tidak saja menyediakan sarana penginapan, tempat pertunjukan, tempat rekreasi, dan fasilitas lainnya disamping penyediaan makanan dan minuman dengan manajmen yang lebih profesional.