Sabtu, April 03, 2010

STUDI KASUS MATA KULIAH TEKNIK SUPER VISI

Saudara adalah seorang supervisor pada sebuah restaurant di hotel berbintang. Restaurant di mana saudara bekerja berkapasitas 100 pax dengan 20 meja di dalamnya. Seat turn over dimana saudara bekerja rata-rata dalam satu hari sebesar 20 kali. Jam buka restaurant adalah 16 jam, mulai jam 07.00 AM – 01.00 AM. Jumlah waiter dan waitres 12 orang dan bus boy 6 orang. Menu yang ditawarkan adalah menu continental dan oriental, american breakfast dan continental breakfast. Komposisi tamu yang makan di restaurant adalah : Jepang (40%), Taiwan (30%), Australia (10%), Eropa (10%), Amerika dan Indonesia masing-masing (5%). Kompensasi yang diberikan kepada karyawan rata-rata sebesar Rp.1.250.000,- setiap bulannya. Sebagian besar karyawan sudah berkeluarga, dimana 40 % laki-laki dan 60% wanita, 90% beragama hindu dengan rata-rata usia 25- 30 tahun.

Berikut ini kinerja restaurant selama tiga bulan terakhir, yang dievaluasi oleh restaurant manager.


No

Hasil Evaluasi setelah di peringkat oleh restaurant manager

1

Tingkat penjualan belum memenuhi target penjualan selama tiga bulan

2

Cost Controller melaporkan food cost (60%) dan beverage cost (70%) melampaui standar yang ditetapkan, yakni food cost (40%) dan beverage cost (25%)

3

Tingkat keluhan tamu :

a. 60% menunggu terlalu lama, sering kali soup dan main course sudah agak dingin ketika disantap

b. 20% waiter dan waitress tidak mampu memberikan penjelasan detail mengenai makanan dan minuman yang dipesan

c. 10% terganggu karena melihat side stand/side table kotor

d. 10 % menilai kurang ramah

Berikanlah pendapat saudara, apa yang harus dilakukan dari ketiga hasil evaluasi tersebut berdasarkan pertimbangan komunikasi, motivasi, pelatihan (training), pendelegasian wewenang dan konsep/teori lainnya yang saudara ketahui.

SELAMAT MENGERJAKAN

Praktik Kerja Nyata pada Hotel dan Kapal Pesiar


Untuk menjadi tenaga profesional dibidang pariwisata, khususnya hotel dan kapal pesiar dibutuhkan program pendidikan dan pelatihan. Saat ini di Bali khususnya ada banyak sekolah yang menyelenggarakan program tersebut. Ada berbentuk sekolah tinggi, balai pendidikan dan latihan, pusat pendidikan dan latihan, akademi, bahkan mulai dari sekolah menengah kejuruan.Misalnya saja untuk jenjang perguruan tinggi, saat ini ada Sekolah Tinggi Pariwisata Triatma Jaya (STIPAR Triatma Jaya), MAPINDO (Manajemen Pariwisata Indonesia) dan lembaga lembaga lainnya.

Bukan hanya teori saja yang dibekali, tetapi program pelatihan, praktek kerja nyata (training) pada bidang-bidang khusus perhotelan seperti akomodasi (room division : front office dan house keeping), Restaurant dan catering (food and beverage product dan food and beverage service), hotel accounting, human resouces dan hospitality marketing. Praktek kerja nyata dilakukan pada hotel-hotel berbintang di Bali, Kapal pesiar dan hotel-hotel berbintang di luar negeri. Misalnya pada STIPAR Triatma Jaya mengadakan program pelatihan pada Costa Cruciere (Kapal Pesiar), Miramar Hotel (Singapore), Westin (Nusa Dua), Hard Rock Hotel (Bali). Lamanya wakru pelatihan berkisar enam bulan sampai dengan satu tahun.

Dengan melaksanakan praktek kerja nyata, diharapkan peserta didik nantinya mampu bekerja dan bersaing secara profesional dalam konteks global. Hasil dari program ini sudah nampak, dimana hampir keseluruhan peserta didik (mahasiswa) sudah bekerja di industri pariwisata dengan menduduki berbagai posisi mulai dari crew (staff), lower management (supervisor), midle management (departement head) sampai top management (General Manager)