Kamis, Oktober 04, 2018

Latihan Kasir Restoran dan Bar 2018


1.  Mengapa usaha perhotelan membutuhkan kasir restoran dan Bar ?
2. Bagaimanakah kasir restoran dan bar bekerja ? (jelaskan detail, mencakup : shift kerja, job specification ,job description,  peralatan dan perlengkapan kerja; semakin detail semakin tinggi nilainya)
3.  Saudara bekerja sebagai FB cashier  pada  HOTEL ROCCO BAY  pada hari Kamis, 04 Oktober 2018 di outletSUNRISE TERRACE “ pada saat saudara bekerja menerima house bank dari shift pagi sebesar Rp 200.000, captain order mulai No:  1001 sampai dengan 1099. Restaurant check mulai no 2001 sampai dengan 2099.
Transaksi  yang  terjadi selama saudara bekerja :



Harga Makanan :                           Harga Minuman    
Apetizer                  : Rp    75.000,-  Alcoholic         : Rp. 100.000,-
Soup                        : Rp   50.000,-  Small Bintang  : Rp.   50.000,-
Pasta                       : Rp 100.000,-  Large Bintang : Rp.   75.000,-
Maincourse            : Rp  150.000,-
Dessert                   : Rp    75.000,-

All prices subjected to 10% Service Charge and 11% Tax

Berdasarkan uraian diatas buatlah : (i)captain oder, (ii)restaurant check, (iii)summary of sales, (iv)housebank and cash report, (v)remmitance of fund.

4.   Pada soal nomor 3 di atas, ternyata Kartu Kredit Mr.Marcel di tolak sistem karena kehabisan dana. Mr. Marcel juga tidak memiliki sumber pendanaan lain untuk membayar. Apa yang saudara lakukan ? berikanlah win and win solution, karena Mr.Marcel adalah repeater guest.



Minggu, Juli 01, 2018

Latihan Manajemen Perhotelan


1.    Apakah yang dimaksud dengan manajemen bisnis hospitality ? (5 poin)
2.    Jelaskan fungsi-fungsi manajemen yang ada di hotel! (5 poin)
3.    Berikanlah contoh sebuah aktivitas pelaksanaan fungsi manajemen di tempat saudara bekerja  (hotel, restaurant dan usaha akomodasi lainnya)! (10 poin)
4.    Berikan contoh penerapan pengelolaan sumber daya yang ada di hotel! (5 poin)
5.    Berikan contoh penerapan dari : (i) manajemen pemasaran, (ii)manajemen keuangan, (iii) manajemen sumber daya manusia yang ada di hotel. (25  poin)
6.    Hotel ABC beroprasi sejak tahun 2010. Hotel ini memiliki 500 kamar dengan tingkat  hunian rata-rata 90.25% setiap tahun. Semenjak pergantian General Manager dua tahun lalu, tingkat hunian kamar rata-rata menurun  30,25 %. Namun demikian pendapatan hotel meningkat 40,00%. Tingkat kepuasan dan repeater guest juga meningkat. Di sisi lain, terjadi pengurangan karyawan hotel dari 200 orang menjadi 157 orang. Turn over karyawan pada level midle manajemen dapat dikatakan tinggi. Hotel ini tidak pernah mengikuti Tri Hita Karana Award, tetapi mendapat label green-eco hotel dari sebuah lembaga terpercaya. General Manager ini jarang ada di kantornya, beliau lebih sering berada di luar negeri untuk membangun jaringan pemasaran dengan operator pemasaran. Jarang dijumpai Iklan mengenai Hotel ABC juga sering dilihat pada situs tripadvisor.com, traveloka.com. GM ini bertangan besi terhadap karyawannya, penerapan SOP dipantau terus, dan kurang menyukai kehadiran serikat pekerja. Tapi GM ini sangat menghargai karyawan yang berprestasi dengan memberikan bonus dan beasiswa. Semenjak kepemimpinan GM ini perbandingan laba bersih terhadap asset menurun 10,25 %,  namun rasio EBIT (Earning Before Income and Tax) meningkat 40,25%. Rasio hutang terhadap modal juga menurun 10,15%.
Berdasarkan uraian di atas, berikan pendapat saudara apakah GM ini sudah berhasil melaksanakan fungsinya dan apa pendapat anda mengenai penerapan Tri Hita Karana pada hotel yang dipimpin GM ini? (25 poin)

Brand Management pada Hospitality Industri


Merek merupakan sesuatu yang tentunya tidak asing, karena merek menjadi salah satu pertimbangan penting ketika pelanggan akan memutuskan untuk membeli produk barang maupun jasa.  
Pada Industri perhotelan, merek adalah nama hotel, credo hotel, simbol atau logo hotel, desain atau gabungan keempatnya yang mengidentifikasikan produk hotel dan membedakannya dari produk pesaing. Terlebih lagi pada situasi persaingan yang ketat pada Industri perhotelan secara Global, peranan merek sangat penting dalam mempertahankan dan meningkatkan jumlah tamu menginap.


Gambar 1. Hotel dengan diferensiasi pada atmosphere lingkungan yang nyaman

Pada sebuah hotel, merek mampu memberikan dimensi tambahan yang secara unik membedakannya dari produk-produk lain yang dirancang untuk memuaskan kebutuhan serupa. Perbedaan tersebut bisa bersifat rasional dan tangible (terkait dengan kinerja produk dari merek bersangkutan) maupun simbolik, emosional dan intangible (berkenaan dengan representasi merek). Sebagai contoh, di dalam hotel ada berbagai outlet restoran  dengan nama dan produk yang berbeda, meskipun melayani kebutuhan dan keinginan makan dan minum dari tamu. Pada Orchard Hotel Singapore, ada beberapa restoran dengan nama Ficus Cafe, Huating Restaurant dan Sidewalk Cafe. Setiap outlet tersebut bertujuan memenuhi target segmen tamu yang berbeda. Ficus Cafe bertujuan melayani makan dan minum dengan suasana formal dengan menu western. Sementara Hua Ting Restaurant bertujuan melayani segmen pasar tamu penggemar masakan oriental.

Manajemen merek hotel (hotel brand management) adalah proses pengelolaan merek hotel yang bertujuan untuk meningkatkan ekuitas merek hotel ( hotel brand equity) dalam jangka panjang. Manajemen bertanggung jawab diantaranya merancang identitas merek dan mengelolanya untuk mendapatkan efektifitas maksimal dan memastikan bahwa merek tidak terganggu oleh tindakan taktis hotel pesaing.  Ekuitas merek hotel (Hotel brand equity) adalah seperangkat aset dan keterpercayaan merek hotel yang terkait dengan merek tertentu, nama dan atau simbol, yang mampu menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah produk atau jasa, baik bagi hotel itu sendiri maupun pelanggan hotel.
Bagi pelanggan hotel (tamu), ekuitas merek hotel dapat memberikan nilai dalam memperkuat pemahaman mereka akan proses informasi, memupuk rasa percaya diri dalam pembelian, serta meningkatkan pencapaian kepuasan. Nilai ekuitas merek bagi pengelola hotel dapat mempertinggi keberhasilan program pemasaran dalam memikat konsumen baru atau merangkul konsumen lama. Hal ini dimungkinkan karena dengan merek yang telah dikenal maka promosi yang dilakukan akan lebih efektif.
Gambar 2. Brand yang Kuat meningkatkan Daya Saing Hotel
Agar dapat meningkatkan equitas merek hotel, maka pengelola hotel sebaiknya meningkatkan : (i) kesadaran merek (brand awareness), hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan komunikasi dengan pelanggan hotel, misalnya melalui iklan, penjualan personal, program up-selling; (ii) kualitas agar dapat dipercaya, yang dapat dilakukan dengan pengawasan penerapan standard operating procedure (SOP), pelatihan SOP; (iii) Meningkatkan asosiasi merek hotel, yakni segala hal yang berkaitan dengan ingatan mengenai merek. Asosiasi itu tidak hanya eksis, namun juga memiliki suatu tingkat kekuatan. Keterkaitan pada suatu merek akan lebih kuat apabila dilandasi pada banyak pengalaman atau penampakan untuk mengkomunikasikannya. Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga kualitas layanan dan tingkat kepuasan pelanggan secara berkesinambungan. Sangat penting bagi manajemen untuk secepatnya merespon keluhan tamu khususnya pada media online seperti pada trip advisor.com, traveloka.com, agoda.com, facebook, dan (iv) menjaga kesetiaan merek (brand loyalty). Pelanggan setia merupakan aset yang paling berharga bagi usaha hotel, karena mampu menghemat biaya pemasaran dengan menciptakan promosi dari mulut ke mulut (word of mouth communication).

Gambar 3
Bangunan Hotel juga Membentuk Persepsi Brand pada Pelanggan Hotel

Keempat dimensi ekuitas merek hotel di atas dipercaya dapat memengaruhi alasan pembelian pelanggan. Ketiga dimensi pertama yaitu pengetahuan akan merek, kualitas yang dipercaya, dan asosiasi-asosiasi dianggap penting dalam proses pemilihan merek, ketiganya dapat mengurangi keinginan atau rangsangan konsumen untuk mencoba-coba merek lain (kesetiaan merek).

Selain meningkatkan ekuitas merek hotel, strategi diferensiasi juga mendukung penguatan merek pada benak pelanggan. Pengelola hotel perlu menciptakan produk yang berbeda dengan produk hotel pesaing lainnya. Misalnya  Hotel Puri Bagus Jati di Gianyar memiliki produk yang ramah lingkungan, green hotel yang berorientasi pada sustainable tourism development. Upaya ini berhasil menaikkan harga kamar sekaligus kualitas tamu yang menginap. Hotel Westin Nusa Dua mengkhususkan layanan MICE berskala besar, Trans Hotel Bandung, memiliki tempat makan malam pada roof top yang membuat wisatawan ingin menikmati sekaligus menginap di sana.

Rocco Bay, Juni 2018

Thailand, Negara Sang Raja


STUDY TOUR Itu Penting
STUDY TOUR merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa STIPAR Triatma Jaya.  Tahun ini kegiatan dilakukan mulai dari tanggal 21 s/d 24 Mei 2018 di Thailand. Jumlah perserta sebanyak 160 orang dari semester 6 pada Program DIII Perhotelan, DIII Kepariwisataan dan DIV Manajemen Business Hospitality. Kegiatan STUDY TOUR merupakan hal yang penting bagi mahasiswa STIPAR Triatma Jaya karena sebagai calon pengabdi pariwisata dan hotelier yang dituntut memiliki wawasan luas mengenai kepariwisataan.  Selain itu dengan memiliki pengalaman sebagai wisatawan, diharapkan mahasiswa mampu memiliki emphaty, daya tanggap, keandalan, penampilan yang baik, kualifikasi yang memadai sehingga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan dan keinginan wisatawan. Pengalaman tersebut tentunya akan mampu meningkatkan kualitas layanan pada saat terjun pada industri kepariwisataan dengan standar internasional.



Gambar 1
Peserta Study Tour 2018 STIPAR Triatma Jaya
(Kloter 1 dari 3 kloter)




Obyek Wisata yang Dikunjungi
Obyek wisata yang dikunjungi  antara lain : (i)Wat Arun (Wisata Budaya), (ii)Night Market (wisata budaya), (iii)Long-Neck Karen Hilltribe Village with Elephant Ride, (iv)Pattaya Floating Market, (v)Pantai Pattaya (wisata alam), (vi)Walking Street of Pattaya (wisata ekstrim), (vii) MBK Center (Mahboonkrong)(wisata belanja), (viii) Peternakan Madu (wisata agro), (ix)Erawadee Herbal Medicine Pattaya (wisata belanja) dan Gems Factory (wisata belanja). Selain mengunjungi obyek wisata tersebut, mahasiswa juga menikmati sarana wisata seperti hotel berbintang lima (Aunchaleena Hotel), dan prasarana wisata seperti  Bandar Udara Don Mueang (Bangkok).

Gambar 2
Peserta Study Tour 2018 pada Saat Keberangkatan
(Kloter Pertama)

Bandara Don Mueang Bangkok
Bandara ini resmi dibuka pada 27 Maret 1914 merupakan bandara tertua di Thailand. Meskipun Bandara ini merupakan bandara tertua, tapi bukanlah bandara utama yang saat ini bernama Swarnabhumi.  Tidak ada kesan istimewa pada Bandara ini selain sisi sejarahnya.

Hospitality
Keramahtamahan di negeri Gajah Putih sudah bagus, tapi masih lebih baik di Bali. Salah satu penyebabnya karena kebanyakan masyarakat Thailand tidak pandai berbahasa Inggris. Komunikasi agak sulit di sini.

Akomodasi
Tempat menginap adalah Hotel Aunchaleena. Hotel yang nyaman dengan fasilitas standar hotel berbintang. Hotel ini dekat dengan pasar malam. Pelayanan cukup ramah meskipun banyak staffnya tidak pandai berbahasa Inggris.


Gambar 3
Team Dosen STIPAR Triatma Jaya
Sedang Makan Siang Bersama di Pattaya Thailand


Gambar 4
Kuliner Thailand di Pasar Tradisional
Tidak Mahal dan Lezat

Gambar 5
Buah kering yang Jadi Primadona Wisatawan


Gambar 6
Stand Makan pada Mal di Bangkok


Gambar 7
Night Market di Thailand

Makanan Thailand merupakan salah satu makanan ternikmat di dunia. Sekali mencoba biasanya pasti suka.

Wat arun

Wat Arun sebuah candi Buddha yang terletak di distrik Bangkok Yai di Bangkok, Thailand, tepatnya di barat hulu sungai Chao Phraya. Nama panjang dari candi ini adalah Wat Arunratchawararam Ratchaworamahavihara. Wat Arun Rajwararam atau Candi Fajar, diambil dari nama Dea Fajar, Aruna. Wat Arun dianggap salah satu situs atau tempat yang paling terkenal di Thailand.

 Desa Wisata Leher Panjang dan Wisata Gajah
Hanya kaum wanita dari suku ini yang wajib mengenakan ring di leher mereka. Mereka juga menggunakan ring di kakinya.. Menurut guide yang menemani kami, ring itu sebenarnya bukan membuat leher mereka menjadi panjang. Tetapi, leher mereka menjadi panjang karena ring itu membuat pundak mereka turun.

Night market
Pasar malam di Thailand mirip dengan pasar malam di Bali, misalnya Kreneng Night  Market. Perbedaannya terletak pada kebersihannya saja. Pasar Malam di Thailand dikelola lebih rapi dan tertib.

 Walking Street
“Walking Street Pattaya” merupakan pusat hiburan malam di Pattaya yang penuh dengan diskotik, bar, live music, cabaret show, spa-massage, dan pedagang makanan pinggir jalan (street food) yang berlokasi di Muang Pattaya District, Amphoe Bang Lamung, Chang Wat Chon Buri – Thailand.

Peternakan Madu Big Bee
Perusahaan Big Bee adalah peternakan terbesar di Thailand. Produknya meliputi peternakan, produksi, mempromosikan penelitian dan penggunaan produk lebah. Perusahaan ini mulai sejak tahun 1999 dengan pertamanya peternakan kecil yang pada saat itu bernama Thepprasit. Yang juga tetap perintis dalam mempromosikan kualitas perlebahan Thailand dan budidaya di daerah tersebut.
Perusahaan ini sekarang beroperasi menggunakan jaringan yang berjumlah lebih dari 50 peternakan lebah dibawah naungan Thai Organic Bee Keeper Association (TOBA). Asosiasi ini adalah merupakan penyalur utama madu organik di Thailand.
Perusahaan ini terkenal dikalangan konsumennya dengan sebutan Thepprasit Honey Farm (Jaringan peternkan internasional) dan Big Bee (jaringan pendidikan dan peduli kesehatan). Selain perusahaan ini mempromosikan bagaimana peternakan lebahnya, perusahaan Big Bee juga memproduksi berbagai macam produk madu dengan berbagai khasiatnya kegunaan yang berbeda-beda bagi kesehatan dan juga produk-produk olahan lebah lainnya yang bisa dijadikan sebagai buah tangan dari perusahaan tersebut.
Gem Jewelerry
Staf pabrik sangat ramah - Pengunjung sopan disambut dan menawarkan program khusus untuk film bioskop tentang batu mulia ditambang di Thailand, yang juga tersedia dalam bahasa Rusia. Thailand dikenal di seluruh dunia untuk safir dan rubi yang ditambang di provinsi Kanchanaburi, serta mutiara, ditambang di Laut Andaman. Berbagai pabrik tidak terbatas permata ditambang di sini. Di sini dapat ditemukan dekorasi yang menggunakan berlian Afrika Selatan, zamrud Kolombia dan batu semi mulia dari Brasil: garnet, topaz, amethyst, turmalin, citrine, opal, beryl, batu giok dan lain-lain.
Kesan
STUDY TOUR ke Thailand memberi kenangan tersendiri bagi peserta. Hal ini disebabkan karena sebagian peserta belum pernah mengunjungi negeri ini. Hal lainnya, negeri ini memiliki keunikan dari sisi budaya yang tidak dapat ditemui pada tempat-tempat lainnya. Dari sisi pengelolaan, Pemerintah Thailand berhasil mengembangkan Agro Tourism, yang mampu membuat produk pertanian menjadi souvenir khas Thailand yang sangat diminati. 

Jumat, Maret 23, 2018

Latihan Kasir Restoran dan Bar 2018

Minggu, Maret 18, 2018

Sejarah Perilaku Konsumen

(Sumber: Seth 1980)
Tulisan ini mencoba untuk menunjukkan bahwa sejarah perilaku konsumen sehubungan dengan metodologi penelitian, pengetahuan substantif, dan pengaruh disiplin eksternal telah sangat terkait dengan sejarah pemikiran pemasaran. Ini menggambarkan sekolah klasik, sekolah manajemen dan sekolah pemasaran perilaku dan menguji pengaruhnya dalam membentuk perilaku konsumen. Akhirnya, tulisan ini mencoba meramalkan tren baru dalam perilaku konsumen sebagai konsekuensi dari adaptasi  aliran pemikiran pemasaran yang muncul.

PENDAHULUAN

Sejarah perilaku konsumen nampaknya sangat terjalin dengan sejarah pemikiran pemasaran. Tujuan tulisan ini adalah untuk menelusuri sejarah ketergantungan  dan kesetiaan perilaku konsumen terhadap disiplin dan praktik pemasaran. Ini kemudian mencoba untuk - meramalkan tren yang muncul dalam penelitian dan teori perilaku konsumen sebagai konsekuensi dari pemikiran pemasaran baru dan yang baru muncul. Selama bertahun-tahun, pemasaran telah mengalihkan ketergantungannya pada disiplin lain serta fokusnya untuk memahami. Misalnya, aliran pemikiran pemasaran klasik bergantung pada ilmu sosial seperti ekonomi, sosiologi dan antropologi dan perilaku pasar. Ini memberi jalan kepada sekolah manajerial pemikiran pemasaran di mana fokus perhatian dan pemahaman ban beralih ke pelanggan individual sementara disiplin ilmu sosial terus mendominasi pemikiran pemasaran. Akhirnya, pemasaran terus berfokus pada pelanggan individual namun mulai meminjam lebih banyak dan lebih banyak lagi dari ilmu perilaku. Hal ini mengakibatkan apa yang disebut sebagai sekolah perilaku pemikiran pemasaran. Baru-baru ini, pemasaran mulai mengalihkan perhatiannya dari pelanggan individual dan memusatkan perhatian pada pasar. Dalam proses klasik, juga kurang mengandalkan ilmu tingkah laku dan lebih pada ilmu sosial tradisional. Kita akan menyebut tren ini sebagai pelajaran pemikiran pemasaran yang adaptif. Tampak bahwa setiap era pemasaran memotivasi jenis penelitian perilaku konsumen tertentu, dan dengan demikian membentuk sejarahnya dengan memperhatikan pengetahuan, metodologi penelitian, dan juga pengembangan teori. 

Gambar 1 merangkum kesejajaran antara perilaku pemasaran dan konsumen. Pada akhir tulisan akan menghitung elemen dari masing-masing dari empat fase pemikiran pemasaran dan dampaknya terhadap perilaku konsumen.
PEMASARAN KLASIK DAN PERILAKU KONSUMEN
Munculnya pemikiran pemasaran di awal tahun 1900 didokumentasikan dengan tepat oleh Bartels (1962). Sekolah pemasaran klasik diidentifikasi sebagai sekolah komoditas ban, sekolah fungsional, dan sekolah institusional. Sekolah komoditas berfokus pada objek transaksi pasar, dan menghasilkan barang-barang  khusus - shopping - convenience yang masih populer dalam praktik pemasaran. Sekolah fungsional berfokus pada aktivitas yang melekat pada transaksi pasar dan menghasilkan klasifikasi fungsi seperti penilaian, variasi dan distribusi fisik. Akhirnya, berfokus pada industri agen transaksi pasar seperti pedagang grosir dan pengecer yang mengakibatkan saluran distribusi dan layanan bernilai tambah buruk diberikan oleh perantara tengkulak. (Sheth, Gardner dan Garrett 1985). Sekolah klasik pemikiran pemasaran dipengaruhi oleh konsep teori permintaan di bidang ekonomi mikro, pasar spasial dan area perdagangan dalam geografi ekonomi, dan oleh definisi pasar metro vs. nonmetro yang diberikan oleh antropologi ekonomi. Fokus ini memusatkan perhatian pada perilaku pasar agregat dan ketergantungan pada ekonomi mikro, geografi ekonomi dan antropologi ekonomi menghasilkan fokus dan kepercayaan yang sama dalam perilaku konsumen. Dengan demikian, sejarah awal perilaku konsumen menghasilkan teori, metode penelitian, dan pengetahuan substantif di bidang ekonomi Konsumsi (kebutuhan vs kemewahan, anggaran rumah tangga, konsumsi yang mencolok), pesta minum eceran (gravitasi ritel, patronase toko dan roda ritel), dan dalam konsep swalayan. Juga muncul tradisi penelitian yang berbeda. Misalnya, studi kasus, survei pasar, dan penggunaan data sensus menjadi lebih umum sebagai metode untuk memahami perilaku konsumen.
PERILAKU PEMASARAN DAN PERILAKU KONSUMEN 
Sekolah pemasaran klasik dengan penekanan pada perilaku pasar deskriptif beralih ke sekolah pemikiran manajemen dengan penekanan mereka pada pengendalian perilaku pasar. Sekolah manajerial pemikiran pemasaran muncul pada awal tahun lima puluhan segera setelah Perang Dunia Seandainya dan akibat ledakan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebagian memicu perkenalan produk baru. Ini menghasilkan konsep seperti empat M pemasaran, bauran pemasaran, diferensiasi produk, dan segmentasi pasar. Sekolah manajer pemasaran klasik berpikir masih mengandalkan ilmu sosial namun juga meminjam konsep dan metodologi yang lebih baru. Misalnya, dengan penuh semangat meminjam Konsep dan metode bidang ekonomi manajerial yang muncul yang mengalihkan fokus dari teori permintaan ke teori perusahaan, dan terutama konsep persaingan monopolistik dan diferensiasi produk. Demikian pula, ia melekat pada difusi inovasi tradisi yang dihasilkan dalam antropologi ekonomi. Akhirnya, ia juga banyak meminjam dari sosiologi tradisi penelitian baru dan menarik yang berkaitan dengan stratifikasi sosial dan struktur rumah tangga.

GAMBAR 1 PERILAKU PEMASARAN DAN KONSUMEN
Seperti yang diharapkan, ini menciptakan pergeseran perilaku konsumen. Alih-alih berfokus pada perilaku pasar agregat, ia menjadi modis untuk mempelajari Pelanggan individual di pasar. Namun, perilaku konsumen juga tetap setia pada disiplin ilmu sosial. Hal ini menghasilkan pengetahuan substantif seperti kepemimpinan opini, loyalitas merek, dan segmentasi demografis berdasarkan indeks status sosial ekonomi (SES) dan siklus hidup rumah tangga. Seiring dengan pengetahuan substantif, metodologi penelitian juga bergeser sebagian besar karena fokus pada pelanggan individual. Misalnya, perilaku konsumen mulai bergantung pada panel longitudinal,, mencoba menggunakan teknik penelitian operasi dari proses stokastik untuk mengukur loyalitas merek, dan menerapkan pemodelan ekonometrik Dampak pengukuran pada atribut pribadi pada pelanggan individual menggambarkan perilaku pembelian mereka. Akhirnya, penelitian segmentasi menjadi modis.
PERILAKU PEMASARAN PERILAKU DAN PERILAKU KONSUMEN
Seiring fokus penelitian beralih ke pelanggan perorangan di pasar, disiplin pemasaran menemukan bahwa, ilmu perilaku dapat berkontribusi lebih pada pemahaman individu daripada sains sosial. Hal ini mengakibatkan mencari disiplin lain terutama berbagai cabang di bidang psikologi yang lebih relevan dan bermanfaat. Sebagai contoh, psikologi ekonomi dengan penekanannya pada harapan pelanggan, psikologi klinis dengan penekanannya pada nilai nonfungsional dalam produk dan layanan, psikologi organisasi dengan penekanan pada kekuasaan dan konflik antar organisasi, dan psikologi sosial, penekanannya pada konsistensi kognitif sebagai pengemudi Perilaku manusia menjadi area pemasaran yang lebih menarik dan menarik. Persepsi dan persepsi itu tentu saja merupakan kenyataan yang dianggap sebagai pendorong persaingan pelanggan, dan perilaku saluran. Oleh karena itu, aliran pemasaran perilaku mendorong pergeseran serupa dalam memahami psikologi pelanggan. menjadi mode untuk menegaskan bahwa konsumen tidak secara logis 'tapi didorong secara psikologis dalam perilaku pembelian mereka. Perilaku konsumen mulai meminjam konsep dan metode dari psikologi klinis, sosial dan organisasi yang menghasilkan banyak teori perilaku pembelian, penelitian sikap, perilaku pembelian keluarga dan organisasi serta penelitian psikografis dan gaya hidup. Seiring dengan pengetahuan substantif, perilaku konsumen juga meminjam metode penelitian the behavioral science. Ini termasuk penelitian motivasi (wawancara kelompok terfokus, teknik proyektif), percobaan laboratorium terutama Dengan tindakan perilaku fisiologis seperti pelebaran pupil dan tes kulit galvanik, dan surat cross-sectional atau survei telepon yang sesuai untuk penelitian perilaku dan psikografis. Penting untuk dicatat bahwa itu adalah sekolah perilaku pemasaran yang sebagian besar bertanggung jawab untuk meningkatkan Kecanggihan Ilmiah perilaku konsumen Sehubungan dengan teori dan prosedur pengujian teori. Memang, perilaku konsumen dewasa ini cukup signifikan untuk menegaskan independensinya dari pemasaran, dan memulai gerakan  mendirikan asosiasi sendiri (ACR) dan jurnal JCR .

ADAPTIVE MARKETING AND CONSUMER BEHAVIOR
Baru baru ini, disiplin ilmu pemasaran mulai beranjak untuk memusatkan perhatian pada perilaku pasar , khususnya peluang dan ancaman bagi lingkungan yang disebabkan oleh teknologi, peraturan, dan persaingan global.
Dengan demikian telah menghasilkan munculnya konsep pemasaran adaptif yang mengemukakan bahwa lebih baik menghentikan  organisasi agar sesuai dengan kenyataan lingkungan daripada mengabaikan lingkungan untuk memberi kontribusi pada organisasi. Sekolah adaptif pemikiran pemasaran meminjam konsep dari strategi bisnis, pemindaian lingkungan dan analisis pemangku kepentingan serta ilmu sosial yang sesuai untuk pasar global.

Perilaku konsumen sementara jurnal dan asosiasi baru akan diciptakan untuk memberikan dorongan bagi riset berorientasi pemasaran. Saksikan kemunculannya di jurnal baru seperti Journal of Consumer Marketing. Apa saja bidang pemahaman dan penelitian yang mungkin sebagai konsekuensi dari sekolah pemikiran pemasaran yang adaptif? Paling tidak, tiga area berikut muncul dalam pikiran. Pertama, karena pasar menjadi global, akan semakin penting bagi Manajer Pemasaran untuk memahami dan mengatasi perilaku konsumen lintas budaya atau internasional. Oleh karena itu, kita harus mengharapkan penelitian dan teori perilaku konsumen global untuk menjadi daerah konsumen yang baru muncul. Kedua, karena pasar menjadi mare dewasa, pemahaman perilaku persaingan menjadi lebih penting. Hal ini seharusnya berfokus pada perilaku Pelanggan komparatif untuk menentukan persepsi dan perilaku relatif dari pasar daripada persepsi dan perilaku absolut. Akhirnya, perusahaan cenderung memanfaatkan lebih banyak strategi modifikasi perilaku dan strategi persuasi yang kurang dan lebih sedikit untuk mengatasi persaingan dan teknologi yang berubah dengan cepat. Hal ini seharusnya berakibat pada pergeseran fokus perilaku konsumen jauh dari persepsi dan kognisi dan terhadap perilaku Pelanggan dan pasar. 

Simpulan
Tulisan  ini telah mencoba menunjukkan ketergantungan perilaku konsumen terhadap pemasaran. Ini telah menunjukkan baik pada teori perilaku konsumen maupun metodologi penelitian telah sangat dipengaruhi oleh perubahan tradisi dalam disiplin pemasaran. Namun, karena pemasaran bergeser sekali lagi dalam upayanya untuk dewasa sebagai sebuah disiplin, tidak dipastikan bahwa perilaku konsumen akan secara otomatis mengikuti pemasaran. kemungkinan perilaku konsumen dapat menjadi bifurkasi dalam prosesnya, dan sains perilaku konsumen dapat muncul sebagai disiplin yang berdiri sendiri sementara pemasaran terus memahami perilaku konsumen dengan perspektifnya sendiri

OGOH OGOH 2018

Koleksi foto ogoh ogoh 2018
Beberapa di ambil sendiri dan beberapa hasil hunting di facebook, youtube dan google