- See more at: http://dikaeuphrosyne.blogspot.com/2013/04/cara-agar-artikel-di-blog-tidak-dapat.html#sthash.JcEiggbH.dpuf Pariwisata Bali dan Global (Bali and Global Tourism)

Minggu, Mei 01, 2016

Konsep Desa Wisata untuk Mewujudkan Bali yang Ajeg

Pariwisata Masal masih Menghantui Bali
Banyak para pakar pariwisata berpendapat bahwa pembangunan kepariwisataan di Bali sudah memasuki titik jenuh. Daya dukung yang dimiliki Pulau Bali tampaknya sudah tidak mampu menyediakan berbagai macam kebutuhan pariwisata. Hal ini dapat dirasakan dalam fenomena kekurangan air bersih pada kawasan selatan Bali, kekurangan pasokan listrik, kemacetan lalulintas, sampah plastic dan berbagai macam masalah social lainnya. Adapula yang berpendapat pembangunan kepariwisataan di Bali kurang merata, yakni hanya terpusat pada kawasan selatan Pulau Bali, yang meliputi wilayah Kabupaten Badung, Kodya Denpasar, Kabupaten Gianyar dan  sebagian kecil tenggara Kabupaten Tabanan. Sementara itu kawasan Bali tengah dan utara belum digarap dengan baik.
Memang benar, selama ini, bahkan mungkin sampai saat ini, segenap stake holder pariwisata Bali, khususnya pemerintah dan pengusaha masih belum mampu melepaskan diri seutuhnya dari konsep mass tourism. Contoh nyata, pada laporan Badan Pusat Statistik yang hanya menyoroti jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Bali dari tahun ke tahun, jumlah hotel bintang dan non bintang yang dibangun di Bali dari tahun ke tahun, dan jumlah kamar tersedia. Pemerintah akan sangat bangga apabila indikator-indikator kuantitatif tersebut meningkat.
Ketimpangan pembangunan kepariwisataan di Bali memang tidak dapat ditutupi. Coba kita lihat di desa-desa pada kawasan Bali tengah dan Bali utara di mana sebagian besar tenaga kerja muda produktif hijrah ke kawasan Bali selatan khususnya di Kodya Denpasar dan Kabupaten Badung. Akibatnya pada saat panen padi, harus mengimpor tenaga kerja dari luar Bali. Sudah jarang ada anak muda yang mau menekuni bidang pertanian, karena hasilnya sangat tidak sebanding dengan usaha yang dikeluarkan. Tenaga kerja muda Bali cendrung memilih sektor pariwisata sebagai tumpuan hidup, karena menjanjikan jaminan masa depan yang lebih layak daripada bekerja pada sektor pertanian. Bahkan sebagian besar berangkat ke luar negeri, bekerja sebagai kru kapal pesiar, atau pada bidang hospitality di Dubai, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat dan Australia.
Kebudayaan Bali berakar dari budaya agraris, dimana segala sesuatunya sangat berkait dengan pertanian yang merupakan awal leluhur orang Bali menafkahi hidupnya. Saat ini di Bali mengalami banyak perubahan fungsi persawahan menjadi pemenuhan sarana pariwisata. Banyak orang Bali yang menjual tanah leluhurnya demi kepentingan pariwisata. Apabila hal ini dibiarkan terus menerus, bukan tidak mungkin suatu saat nanti Bali akan kehilangan ‘taksu’nya seperti layaknya Hawaaii atau Batavia dimana penduduk asli termarginalisasi, menjadi tamu di tanah leluhurnya sendiri.

Desa Wisata adalah Jawabannya
Salah satu upaya pemerintah dalam menjawab tantangan dan ancaman tersebut di atas, dengan mengembangkan konsep sustainable tourism development yang mengarah pada quality tourism. Konsep tersebut tidak lepas dari peran akademisi yang terus menerus berjuang mensosialisasikan di dalam berbagai kesempatan. Meskipun sampai saat ini belum 100% semua konsep tersebut dapat diterapkan, namun sudah banyak langkah-langkah perbaikan yang dilakukan pemerintah, misalnya dengan menerapkan moratorium penghentian pembangunan fasilitas akomodasi pada kawasan selatan Bali-meskipun kurang berhasil, dan program pengembangan 100 desa wisata di Bali.
Konsep desa wisata pada awalnya diartikan secara sederhana, yakni melakukan kegiatan wisata di desa. Namun demikian konsep desa wisata tidak sesederhana demikian. Desa wisata merupakan suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku dimana wisatawan dapat tinggal di dalam atau dekat dengan desa tersebut untuk mempelajari dan menikmati kehidupan di desa tersebut.
Prinsip pengembangan desa wisata : (i) memanfaatkan sarana dan prasarana masyarakat setempat, (ii) menguntungkan masyarakat setempat, (iii) berskala kecil untuk memudahkan hubungan timbal balik dengan masyarakat setempat, (iv) melibatkan masyarakat setempat. Dalam menerapkan pengembangan produk wisata pedesaan konsep desa wisata sangat memperhatikan hal-hal sebagai berikut : (i) Penyediaan fasilitas dan prasarana yang dimiliki masyarakat lokal yang biasanya mendorong peran serta masyarakat dan menjamin adanya akses ke sumber fisik merupakan batu loncatan untuk berkembangnya desa wisata, (ii) mendorong peningkatan pendepatan dari sektor pertanian dan kegiatan ekonomi tradisional lainnya,(iii) penduduk setempat memiliki peranan yang efektif dalam proses pembuatan keputusan tentang bentuk pariwisata yang memanfaatkan kawasan lingkungan dan penduduk setempat memperoleh pembagian pendapatan yang pantas dari kegiatan pariwisata, (iv) mendorong perkembangan kewirausahaan masyarakat setempat.

Aplikasi konsep Desa Wisata
Di Bali sudah ada beberapa desa wisata yang sudah berkembang maupun akan berkembang, seperti : (i) Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, (ii) Desa Wisata Munduk di Kabupaten Buleleng, (iii) Desa Wisata Jasri, Kabupaten Karangasem, (iv) Desa Wisata Belimbing, Kabupeten Tabanan, (v) Desa Wisata Guliang Kangin, Kabupaten Bangli, (vi) Desa Mas, Kabupaten Gianyar; (vii) Desa Kiadan Kabupaten Badung; (viii) Desa Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, (ix) Desa Dukuh Sibetan, Kabupaten Karang Asem, dan (ix)Desa Wisata (Ekologis) Nyambu, Kabupaten Tabanan Bali.

Gambar 1. Desa Wisata Ekologis Nyambu Kabupaten Tabanan Bali
 
Sumber : Koleksi Pribadi, 2016
Desa wisata ekologi Nyambu merupakan salah satu model pengembangan kapasitas masyarakat dalam usaha pariwisata dalam mengelola usaha pariwisata untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengenalan potensi desa, kekayaan alam, seni budaya yang nantinya dapat dikelola langsung oleh masyarakat desa setempat. Pengembangan Desa Wisata Ekologis Nyambu melibatkan peran desa adat, non gevernment organization yakni Yayasan Wisnu, PT. Langgeng Kreasi Jayaprana dan British Council.
Adapun paket-paket yang sudah dibentuk antara lain : (i)paket telusur sawah dan subak, (ii)paket budaya, (iii)paket bersepeda, (iv)paket melukis dan (v)paket seni. Keunikan yang dimiliki Desa Wisata Ekologis Nyambu antara lain : (i)memiliki pura-pura yang sangat berhubungan dengan perjalanan Dang Hyang Nirartha khususnya perjalanan dari Tanah Lot Tabanan menuju Desa Mas, Gianyar, (ii)pemandangan alam persawahan yang indah, disertai sungai-sungai dan tebing-tebing yang menambah suasana magis. Lokasi yang sangat strategis, berada diantara jalur Bedugul, Tanah Lot, Kuta, sehingga memudahkan untuk’dijual’ dalam satu paket wisata.


Simpulan
Tidak dapat disangkal lagi, bahwa memang konsep desa wisata adalah solusi bagi ancaman yang akah dihadapi Bali pada saat ini dan di masa depan. Apabila konsep desa wisata berhasil diterapkan di Bali, maka : (i)keuntungan sektor pariwisata akan tersebar lebih merata sampai ke pelosok desa. Saat ini sebagian besar ‘kue’ pariwisata dinikmati oleh investor-investor atau sekelompok pengusaha. Sementara orang Bali hanya menjadi ‘buruh’ di tanah leluhurnya sendiri, (ii)masyarakat lokal lebih dapat mempertahankan kepemilikan tanahnya, mengingat konsep desa wisata memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat desa dan didukung awig-awig yang melarang masyarakat desa untuk menjual tanahnya kepada orang luar, (iii)pemerantaan pembangunan, kesempatan kerja dan berusaha bagi segenap masyarakat, sehingga arus urbanisasi ke kawasan selatan Bali dapat dihentikan, (iv)ketahanan budaya sebagai keunikan utama Bali dapat diwujudkan, karena alih fungsi lahan produktif agraris serta alih kepemilikan lahan pada orang asing dapat dihentikan.

Konsep Employee Multi-Tasking pada Usaha Akomodasi Di Bali

Bali merupakan destinasi wisata internasional yang menjadi kebanggaan Indonesia. Dengan keunikan dan keberagaman budaya yang bernilai tinggi dan merupakan satu-satunya yang ada di dunia membuat Bali semakin sulit untuk disaingi oleh destinasi lainnya di Indonesia dan di seluruh dunia. Kondisi tersebut dapat dilihat dengan pertumbuhan wisatawan yang datang ke Bali yang menunjukkan tren meningkat meski Bali menghadapi berbagai macam ‘petaka’ yang mengancam, seperti : bom, isu SARS, sampah, kemacetan dan berbagai hal-hal negatif lainnya.
Pertumbuhan wisatawan yang semakin meningkat, merupakan peluang bagi investor untuk mengembangkan usaha akomodasi di Bali. Tidak mengherankan saat ini pertumbuhan usaha akomodasi yang semakin meningkat bahkan melampaui titik jenuh, yang menyebabkan dampak negatif seperti persaingan harga jual kamar membuat Bali yang sangat berkualitas menjadi destinasi yang murah meriah. Meskipun pemerintah sudah mengeluarkan moratorium untuk menghentikan pembangunan hotel di kawasan Selatan Pulau Bali, tapi seolah-olah tidak digubris para investor untuk terus menerus membangun fasilitas akomodasi. Bahkan usaha akomodasi seperti villa, guest house dibangun bukan bertujuan untuk memberikan layanan hospitality, tapi lebih kepada bisnis property yang memiliki tingkat return paling menguntungkan di seluruh dunia.
Pertambahan usaha akomodasi yang terjadi secara terus menerus tersebut, tidak diiringi dengan pertumbuhan jumlah tamu yang sepadan, menyebabkan pihak pengelola akomodasi harus memikirkan strategi untuk dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Kondisi ideal yang diharapkan adalah pengelola usaha akomodasi harus mampu menyediakan kualitas layanan yang semakin baik dan mampu memberikan ciri khas tersendiri dalam pelayanan hospitality, sehingga timbul kepuasan dan loyalitas pelanggan yang menginap.
Di sisi lain, pengelola usaha akomodasi harus mampu menghemat biaya operasional untuk dapat memperbesar marjin keuntungan. Salah satu upaya untuk menghemat biaya operasional adalah dengan melakukan upaya multi tasking kepada karyawan. Multi tasking merupakan upaya menambahkan beban kerja kepada karyawan sampai batas maksimal, sehingga tidak perlu penambahan jabatan baru pada organisasi, bahkan beberapa posisi dalam organisasi dapat dipangkas. Upaya multi tasking tentunya diiringi dengan penambahan kompensasi atau remunerasi yang seimbang.
Gambar 1

Karyawan Dengan Multi Tasking
 
Sumber : http://www.marceyrader.com/wp-content/uploads/2015/11/multitasking.jpg.2016

Kegiatan Multi Tasking yang merupakan aplikasi job enlargement tentunya harus diiringi dengan upaya peningkatan kemampuan karyawan melalui job enrichment, program pelatihan dan pengembangan yang terus menerus serta peningkatan kesejahteraan karyawan. Faktor kesejahteraan tentunya merupakan hal yang sering diabaikan oleh pengelola yang kurang professional, akibatnya setelah karyawan menjadi lebih pandai dan memiliki nilai tinggi cenderung akan meninggalkan perusahaan karena merasa beban kerja yang dipikulnya tidak sebanding dengan imbalan yang diperoleh. Akibatnya turn over karyawan menjadi tinggi dan posisi-posisi penting dalam pelayanan akomodasi khususnya front liner yang berhubungan langsung dengan tamu diisi oleh karyawan baru yang belum berpengalaman dan perusahaan akhirnya menjadi tempat pelatihan untuk mencetak karyawan professional bagi perusahaan lain. Tentunya perusahaan akan menjadi sangat dirugikan.
Upaya multi tasking di Bali sudah dilakukan semenjak tahun 1990. Misalnya pada Front Office Departement, terjadi penggabungan posisi Receptionist dengan Front Office Cashier  menjadi Front Desk Officer/Agent. Upaya merger pada posisi tersebut sangat menguntungkan manajemen, karena akan menghemat biaya pegawai/ labour cost. Jumlah karyawan dapat dipangkas menjadi separuhnya, dan manajemen tentunya menaikkan gaji karyawan sebesar 25%-50% dari gaji sebelumnya. Demikian pula pada Food and Beverage Departemen, posisi FB Cashier dan Bar Tender, Waiter/ess  dapat dimerger. Demikian pula pada usaha akomodasi berskala kecil seperti villa, guest house dimana seorang karyawan dituntut mampu melakukan fungsi layanan penjemputan tamu,penerimaan tamu, layanan informasi barang, layanan makanan dan minuman, sampai pembayaran.
Konsep Multi Tasking akan berjalan dengan baik apa bila didukung dengan: (i) karyawan yang memiliki etos kerja yang tinggi, (ii) system infomasi hotel dan teknologi informasi yang tinggi, (iii) komitmen manajemen dalam memelihara dan mempertahankan karyawan dengan menganggap karyawan adalah asset yang unik dimana semakin lama dalam rentang waktu tertentu karyawan akan semakin pandai/berkualitas yang berbeda dengan mesin, gedung, peralatan yang semakin lama akan semakin menurun kualitasnya, (iv) perlu dilakukan work load analysis dalam menambahkan beban kerja, jangan sampai karyawan menjadi overload  yang mengakibatkan kontraproduktif.

Minggu, November 08, 2015

Tirta Yatra ke Pura Alas Purwo

www.madebayu.blogspot.com
Gambar 1. Tampak Depan Pura Alas Purwo (Musti di Zoom)

www.madebayu.blogspot.com
Gambar 2. Fasilitas Rest Room /Toilet sangat Mewah!

www.madebayu.blogspot.com
Gambar 3. Fasilitas MCK di Pura Alas Purwo, sekelas Villa 

www.madebayu.blogspot.com
Gambar 4. Biaya Cuma Rp.5.000,- untuk Kebersihan Rest Room

Gambar 5. Fasilitas Rest Room di Pura Alas Purwo Banyuwangi

Gambar 6.Kedai di Pura Alas Purwo Banyuwangi

Gambar 7. Sumber Air di Pura Alas Purwo Banyuwangi Jatim

Gambar 8. Fasilitas Akomodasi di Pura Alas Purwo Banyuwangi Jatim

Gambar 9. Kedai Kopi di Pelataran  Luar Pura Alas Purwo Banyuwangi

Gambar 10. Persembahyangan di Pura Alas Purwo Banyuwangi Jatim

Gambar 11. Monyet-monyet yang Lucu dan Kadang-kadang Nakal

Gambar 12. Pelinggih Pura Alas Purwo Banyuwangi Jatim

Gambar 13. Cool, Calm and Confident

Gambar 14 Bersama Bapak Pandu, Pengempon Pura Alas Purwo

Gambar 15 Bersama Kita Bisa!!!

Sabtu, November 07, 2015

Tana Toraja

Baru ku buka album foto ini,
Teringat kembali enam tahun yang lampau,
Tahun 2009,
Tidak berasa, Pak Prof, dan sahabatku  tercinta
Mahasiswa Magister Pariwisata Angkatan VIII
Universitas Udayana
Dimanapun kalian berada, semoga sehat selalu,
Sukses Selalu,
Semangat Selalu dan
Berbahagia Selalu

Gambar 1. Pintu Masuk Tana Toraja



Gambar 2. Pintu Masuk Tana Toraja

Gambar 3. Hotel Misiliana Tana Toraja yang Nyaman

Gambar 4. Perjalanan Tana Toraja-Makasar

Gambar 5. Buah apa yaaa?

The Kinds of Friendship (Aristoteles)


www.madebayu.blogspot.com
Pura Kawitan Bendesa Tangkas Kori Agung, Gerih, Badung, Bali


I.                Persahabatan  adalah Suatu Kebutuhan (Friendship is a necessity)
When two together go, they are better able both to see an opportunity and to take it…”
Persahabatan merupakan sebuah kebutuhan, dalam persahabatan ada sisi baik, akibat kebaikan, dan merupakan hal yang paling penting dalam hidup.  Tidak seorangpun memilih untuk hidup tanpa teman meskipun memiliki banyak hal baik.  Bahkan seorang yang kaya dan berkuasa membutuhkan persahabatan yang khusus; untuk apa memiliki kekayaan yang besar tapi tidak dapat berbagi kepada sahabat? Atau bagaimana mungkin kekayaan dan kekuatan yang dimiliki dapat dijaga, tanpa memiliki sahabat-sahabat?
Dalam hal ini persahabatan merupakan esensi dari kehidupan, dalam persahabatan ada kasih sayang, ada perlindungan. Persahabatan meliputi semua lapisan, semua entitas. Persahabatan antara orang muda meliputi saling membantu dan saling mengingatkan untuk terhindar dari kesalahan. Persahabatan antara orang miskin merupakan perlindungan terhadap semua ketidakberdayaan dan ketakberuntungan. Demikian pula pada orang tua, persahabatan mampu menjawab segala kelemahan dan ketidak mampuannya.
Persahabatan juga tampaknya menjadi ikatan yang memegang masyarakat bersama-sama, dan pembuat hukum tampaknya lebih mementingkan hal itu daripada keadilan, karena kerukunan tampaknya menjadi sesuatu seperti persahabatan, dan kerukunan adalah obyek itu dan menghilangkan faksi utama mereka, yaitu permusuhan. Antara teman tidak ada kebutuhan untuk keadilan, tetapi orang-orang yang hanya masih membutuhkan kualitas persahabatan, dan memang keramahan dianggap keadilan dalam arti sepenuhnya. Hal ini tidak hanya hal yang diperlukan tetapi merupakan suatu yang indah. Kami memuji orang-orang yang mencintai teman-teman mereka, dan kepemilikan banyak teman yang dianggap salah satu hal baik dalam hidup. Terlebih lagi, orang berpikir bahwa orang-orang yang baik dan teman-teman adalah sama.
Apa yang merupakan persahabatan ? (What constitutes friendship?)
Persahabatan dapat berasal dari orang-orang yang memiliki karakter yang sama, namun dapat juga berasal dari ketidaksamaan atau perselisihan.
Tapi masalah seperti ini sebagai milik filsafat alam dapat diberhentikan (karena mereka tidak relevan dengan pertanyaan kita sekarang), marilah kita mengalihkan perhatian kita kepada mereka yang memiliki minat manusia pada karakter dan emosi: apakah persahabatan terjadi antara semua jenis orang, atau tidak mungkin bagi orang jahat untuk menjadi teman, dan apakah ada satu jenis persahabatan atau lebih dari satu. Mereka yang berpikir bahwa hanya ada satu, di atas bumi yang mengakui derajat sosial, telah berdasarkan keyakinan mereka pada bukti yang tidak mencukupi, karena hal-hal yang berbeda dalam spesies juga mengakui perbedaan derajat

II.             Obyek  dan Implikasi Kasih Sayang  (The Object and Implications of affection)
Secara umum dapat diterima bahwa tidak semua semuanya disayangi, tapi hanya yang dapat disayangi; dan hal ini hanya yang baik, menyenangkan dan berguna. Tapi hal ini dapat dipikirkan bahwa hal yang berguna berarti “produktif, atau menyenangkan”; Jadi objek dari kasih sayang disini adalah segala sesuatu yang berakhir pada hal yang baik dan menyenangkan.

III.         Tiga jenis persahabatan (Three Kinds of Friendship)
Ada tiga jenis persahabatan, yakni :
1.      Persahabatan berdasarkan kegunaan/manfaat (Friendship Based on Utility)
Utility bukan merupakan hal yang kekal: perubahan sesuai dengan keadaan. Jadi dengan hilangnya dasar untuk persahabatan, persahabatan juga memecah, karena itulah yang menbuatnya hidup.
2.      Persahabatan berdasarkan Kesenangan (Friendship Based on Pleasure)
Merupakan persahabatan yang didasari atas perasaan, ketertarikan, kesenangan dan kesempatan dalam waktu yang tidak panjang. Oleh  karenanya kelanggengan dari persahabatan sangat bergantung pada rasa, dan kesenangan yang tidak berubah, meskipun pada umumnya kesenangan, rasa sifatnya musiman (selalu cepat berubah, sesuai waktu dan keadaan). 
3.      Persahabatan sempurna adalah  berdasar kebaikan (Perfect Friendship is Based on Goodness)
Jenis persahabatan inilah  yang paling sempurna, karena berdasarkan kebaikan-kebaikan, selalu berusaha memberikan kebaikan kepada sahabat tanpa mengharapkan sesuatu, yang penting sahabat merasa baik. Persahabatan ini paling langgeng, karena memiliki nilai-nilai kebajikan yang tinggi. Namun demikian persahabatan jenis ini sangat jarang dijumpai, karena hanya dimiliki oleh orang-orang yang baik dan butuh waktu yang lama untuk mencapai kualitas jenis persahabatan ini. 
IV.           Sesuatu yang rendah adalah kurang langgeng, dan tidak menuju pada hal yang baik (The Inferior Kinds Are Less Enduring, and Are Not Confined To The Good)
Dari ketiga jenis persahabatan seperti yang diuraikan di atas, persahabatan berdasarkan utility dan kesenangan (pleasure) cenderung memiliki nilai-nilai inferior (rendah) dan cepat berakhir. Misalnya sebuah hubungan persahabatan antara waiter di kapal pesiar sebatas waktu melaksanakan cruise bersama. Ketika cruise berakhir, maka hubungan tersebut berakhir. Sebaliknya hubungan persahabatan yang didasari atas goodness (kebaikan) memiliki waktu yang langgeng karena rasa saling mempercayai dan menjaga satu sama lainnya, sehingga menjadi tahan terhadap fitnah, isu negatif.

V.              Persahabatan sebagai sebuah keadaan, sebagai suatu kegiatan dan sebagai perasaan (Friendship as A State, as An Activity And as A Feeling).
Persahabatan adalah sebuah keadaan dimana terciptanya rasa kasih sayang, perhatian, rasa aman . Persahabatan adalah aktivitas, yang diwujudkan dengan kegiatan untuk saling berbagi dan memberi perhatian satu sama lainnya. Hubungan persahabatan terasa menjauh atau berkurang intensitasnya apabila seseorang dipisahkan jarak yang jauh dan bahkan menyebabkan lupa atau hilangnya persahabatan. Persahabatan adalah rasa kasih sayang yang bersifat saling membalas sebagai sebuah eksistensi dari persahabatan itu sendiri.

VI.            Persahabatan Berkualitas dan dangkal (Qualified and Superficial Friendships)
Seperti yang diuraikan pada bagian sebelumnya, persahabatan yang berkualitas adalah persahabatan yang didasari atas nilai-nilai kebaikan. Persahabatan yang dangkal didasari atas kepentingan jangka pendek seperti kesenangan dan manfaat.

VII.          Persahabatan antara ketidaksamaan (Friendship Between Unequals)
Persahabatan antara ketidaksamaan di sini melibatkan unsur superior, seperti kasih sayang dari ayah untuk anak (secara umum dari yang lebih tua ke yang lebih muda) dan antara suami dengan istri, antara atasan dan bawahan.  Perahabatan jenis ini berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kasih sayang orang tua untuk anaknya tidak sama seperti peraturan dengan subyek; memang kasih sayang antara ayah dengan anak tidak sama dengan anak dengan ayah, demikian juga antara suami dengan istri kasih sayangnya berbeda antara istri dengan suami. Masing-masing orang dalam hal ini memiliki kesempurnaan dan fungsi, dan alasan-alasan yang berbeda untuk merasakan cinta; dan karenanya cinta dan kasih sayangnya berbeda pula.

VIII.       Dalam persahabatan mencintai lebih penting daripada dicintai (In Friendship Loving Is More Important Than Being Loved)
Kebanyakan orang lebih ingin dicintai, mendapat penghargaan lebih banyak seperti yang diharapkannya. Tetapi persahabatan memiliki nilai untuk memberi kasih sayang lebih banyak daripada menerima kasih sayang. Hal ini dapat dilihat pada seorang ibu yang memberikan kasih sayang pada anak-anaknya.

IX.             Persahabatan dan Komunitas (Friendship and The Community)
“ Friends have all things in common”
Persahabatan  memiliki arti yang penting dalam sebuah komunitas/perkumpulan, baik besar dan kecil. Persahabatan yang ada akan memunculkan rasa adil dan nyaman dalam setiap anggotanya. Kondisi ini sangat penting, sehingga setiap anggota dalam sebuah perkumpulan yang dilandasi rasa persahabatan akan mampu berbuat lebih baik, sesuai dari derajat persahabatn tersebut (utility, kesenangan dan kebaikan). Berlandaskan rasa persahabatan, segala halangan dan rintangan dapat dilampaui, diatasi dengan baik.

X.                Berbagai jenis konstitusi (The Different Kinds of  Constitution)
Ada tiga jenis konstitusi politik, dan sebuah nomor persamaan yang dapat mendukung atau mengkorupnya. Konstitusi tersebut adalah monarki, aristokrasi dan timocracy. Yang terbaik adalah monarki dan terburuk adalah timocracy. Monarki dipimpin oleh seorang raja, atau penguasa yang betul-betul memikirkan kepentingan rakyat. Apabila penguasa tersebut baik, bijaksana maka rakyat menjadi makmur. Sebaliknya apabila raja/penguasa adalah seorang manusia yang tidak bijaksana maka akan muncul tirani yang merupakan bentuk kekejaman, kegoisan seorang penguasa dalam memimpin rakyat dengan menggunakan aturan-aturan yang kejam untuk mencapai kepentingannya.
Selanjutnya adalah bentuk aristokrasi dimana kepemimpinan dipegang oleh sekelompok kaum bangsawan yang memiliki kebijaksanaan dalam mengambil keputusan untuk kesejahteraan rakyat. Apabila kelompok/ kaum yang memegang kebijakan ini dipegang oleh manusia yang tidak bijaksana, maka muncullah pemerintahan timocracy. Bentuk yang terburuk adalah demokrasi karena mirip dengan timokrasi dimana kekuasaan dipegang oleh rakyat (belum tentu semuanya bijaksana) yang menginginkan persamaan dalam segala hal.
Dalam rumah tangga, bentuk monarki dapat dilihat pada hubungan antara ayah dan anak; demikian pula tirani, jika sang ayah berlaku kejam kepada anak seperti kebiasaan di Persia dimana ayah memperlakukan anak sebagai budak dalam mendidik. Bentuk aristokrasi dan oligarki dapat dilihat sebagai hubungan antara suami dengan istri. Semetara hubungan antara saudara-saudara/kakak-adik adalah hubungan timokrasi. Apabila rumah tangga  menggunakan demokrasi, maka timbul ketidakstabilan, karena kepemimpinan dipegang oleh semuanya dan semua anggota dapat berbuat sesuka hatinya.

XI.        Persahabatan dan keadilan dalam berbagai asosiasi (Friendship And Justice In The Various Associations)
Dalam setiap jenis konstitusi kita menemukan hubungan persahabatan, yang berarti pula hubungan keadilan didalamnya. Nilai persahabatan dan keadilan yang paling besar ditemukan dalam bentuk demokrasi, karena menjujung tinggi persamaan dalam segala bidang. Sebaliknya Nilai persahabatan dan keadilan tidak ditemukan dalam bentuk tirani, karena hubungan antar manusia bersifat tuan dan budak, dimana budak dianggap sebagai alat berupa benda yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tuannya (master).

XII.  Kasih sayang dalam berbagai derajat hubungan (Affection in Various Degrees of Relationship)
Kasih sayang juga memiliki tingkatan rasa yang berbeda dalam setiap hubungan. Misalnya persahabatan antara citizens, anggota suku, pelayar, anggota asosiasi, bahkan orang asing. Pada intinya derajat kasih sayang sangat tergantung dari latar belakang pengalaman hidup seseorang, hubungan darah, hubungan emosional dan kepentingan.

XIII.  Persahabatan dan klaim yang saling bertentangan antara kesamaan (Friendship and Conflicting Claims Between Equals)
Klaim sering terjadi dalam setiap hubungan persahabatan. Seperti yang sudah dibahas di atas, pada tiga hubungan persahabatan, hubungan yang sama (prinsip equality) sering ditemukan pada hubungan persahabatan berdasarkan kebaikan (goodness). Hubungan persahabatan yang bersifat dinamis sangat memungkinkan terjadinya gesekan-gesekan, perbedaan bahkan konflik. Pada hubungan persahabatan yang bersifat ekual/ sama, dimana hubungan didasarkan pada kebaikan, seringkali klaim terhadap permasalahan yang terjadi diredam dengan baik, karena adanya pandangan bahwa setiap teman adalah baik (And since the one who excels in well-doing  is achieving his object, he cannot complain against his friend, because every individual aims at what is good ).  Demikian pula hal yang sama terjadi pada hubungan berdasarkan kesenangan (pleasure).

XIV.       Klaim yang bertentangan antara ketidaksamaan (Conflicting Claims Between Unequals)

Seperti yang sudah dibahas di atas, pada tiga hubungan persahabatan, hubungan yang kurang sama dapat terjadi antara persahabatan yang berdasarkan utility/kegunaan. Misalnya antara kontraktor dan tukang. Kontraktor membutuhkan tukang untuk dapat menyelesaikan proyeknya, demikian pula tukang membutuhkan kontraktor untuk mendapatkan sejumlah uang. Apabila terjadi permasalahan dalam hubungan ini, misalnya tukang tidak bekerja sesuai jadwal kerjanya, maka kontraktor berhak untuk tidak menggaji tukang bahkan memecat tukang. (…..those who are unequal by making a return proportionate to the other party’s superiority.

Front Office (Kantor Depan)

Front office berasal dari kata bahasa inggris “front” yang artinya depan, dan “office” artinya kantor. Jadi front office adalah kantor depan. Dalam konteks pengertian hotel, kantor depan merupakan sebuah departemen di hotel yang letaknya di bagian depan. Tepatnya tidak begitu jauh dari pintu depan hotel atau lobby. Area ini merupakan tempat yang paling sibuk di hotel. Dengan lokasinya dibagian paling depan maka front office termasuk departemen yang paling mudah dicari dan dilihat oleh tamu. Untuk menyebut frontt office, sebagian hotel menggunakan istilah yang lain, yaitu guest service area (area pelayanan tamu).

Oleh karena itu kepala departemen di sebut front office manager. Sedangkan petugasnya disebut front office agent. Namun demikian istilah front office yang masih sering dipakai baik di industri perhotelan maupun dikalangan edukasi. Sedangkan kata front liner adalah sebutan untuk petugas kantor depan yang langsung berhubungan dengan tamu (direct guest contact) seperti reception, cashier, guest relation officer, doorman, dan bellboy. Sering kali ditemukan istilah front desk yang merupakan sebuah lebih sempit untuk seksi penerimaan tamu. Disebut front desk karena tugasnya di area kantor (desk).

www.madebayu.blogspot.com
Gambar 1. Pantai Pandawa, indah dan berkesan


1.      Reservation clerk
Petugas pemesanan kamar, yaitu petugas oprasional yang menangani seluruh pemesanan kamar hotel. Petugas pemesanan kamar bertanggung jawab atas pemesanan kamar yang masuk ke hotel melalui berbagai macam metode dan dari berbagai macam sumber. Petugas ini memiliki wewenang untuk menerima dan menolak reservasi. Reservasi dapat ditolak apa bila hotel sudah penuh.

2.      Receptionist
Tugas receptionist:
a.       Melayani tamu yang check-in dan check-out sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh managemen.
b.      Menjual kamar kepada tamu
c.       Mengetahui seluruh aktifitas yang sedang berlangsung di hotel.
d.      Membaca log book dan papan pengumuman untuk mengetahui informasi terbaru.
e.       Menyiapkan arrival dan departure list.
f.       Membantu tamu dalam mengisi kartu registrasi.
g.      Memperbarui status kamar pada komputer.
h.      Memberikan informasi yang tepat pada tamu, baik tentang hotel maupun informasi luar hotel.
i.        Membuat laporan status kamar dan laporan penjualan kamar.
j.        Bekerja sama dengan departemen hotel lain.
k.      Menerima dan menyesesaikan keluhan tamu.
l.        Menjaga agar harga kamar khusus tetap akurat.
a.       Mengatasi keluhan tamu.
b.      Menyusun rencana kerja.
c.       Membuat laporan harian dan bulanan.
d.      Membina hubungan baik dengan tamu.

3.      Telephone operator
Petugas pada departemen kantor depan yang bertanggung jawab atas penanganan sambungan telepon, baik yang masuk maupun yang keluar hotel. Tugas-tugas dari telephone operator adalah:
a.       Mengoprasikan switchboard dengan benar.
b.      Melaksanakan sopan santun bertelepon.
c.       Melayani sambungan lokal, interlokal, internasional.
d.      Melayani pengiriman faksimil dari managemen hotel.
e.       Mencatat dan menyampaikan pesanan tamu.
f.       Membuat laporan sambungan telephone interlokal dan internasional.

4.      Front office cashier
Tugas-tugas dari front office cashier adalah:
a.       Menjual kamar.
b.      Menangani informasi tentang pelayanan hotel.
c.       Mengkoordinasikan pelayanan tamu.
d.      Melaporkan status kamar.
e.       Mencatat rekening tamu.
f.       Menyelesaikan pembayaran tamu.
5.      Porter
Tugas-tugas porter adalah:
a.       Memberikan pelayanan dalam penanganan barang bawaan tamu yang baru datang, pindah kamar dan tamu-tamu yang akan meninggalkan hotel.
b.      Memberikan pelayanan penyampaian pesan tamu.
c.       Melaksanakan tugas-tugas suruhan lain yang berkaitan dengan pelayanan tamu.
d.      Memberikan pelayanan penjemputan dan pengantaran tamu dari dan ke stasiun atau bandara udara.

6.      Doorman
a.       Membuka dan menutup pintu kendaraan/mobil/taksi (helping guest in and out taxis/cars)
b.      Menjaga main entrance tetap bersih dan rapi.
c.       Mengatur lalu lintas dan parkir kendaraan di hotel.
d.      Memanggil taxi.
e.       Menaikan dan menurukan bendera.