Tampilkan postingan dengan label thailand. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thailand. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 04, 2019

Study Tour 2019


STUDY TOUR STIPAR TRIATMA JAYA 2019
(BALI,THAILAND,SINGAPURA, DAN MALAYSIA)
“KESEMPURNAAN MEMBERI LAYANAN PADA WISATAWAN DENGAN MENJADI WISATAWAN”
DITULIS OLEH:
I MADE BAYU WISNAWA

STIPAR Triatma Jaya adalah  institusi pendidikan yang mempersiapkan sumber daya manusia pariwisata terampil dan mampu bersaing secara global. Dalam proses pendidikan di STIPAR Triatma Jaya, mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mampu bekerja secara profesional dalam dunia hospitality. Agar memiliki wawasan yang luas, mahasiswa melaksanakan program study tour. Pada tahun 2019 ini, STIPAR Triatma Jaya melaksanakan study tour ke luar negeri dan di dalam negeri. Destinasi yang dituju di luar negeri adalah : Thailand, Singapura, Malaysia. Destinasi wisata dalam negeri yang dituju adalah : Bali (Karang Asem dan Buleleng), dengan jumlah mahasiswa 154 orang. Ketua Panitia Study Tour 2019 ini adalah Bapak I Wayan Arta Artana.,S.E.,M.M.
Daya tarik wisata yang dikunjungi di Singapura antara lain : Marina Bay, Orchard Road, Merlion Park, Esplanade, Thian Hock Keng  Temple, China Town, Garden by The Bay. Daya Tarik wisata yang dikunjungi di Malaysia antara lain : Genting Highland, Batu Cave, Bukit Bintang, Twin Tower (Menara Petronas), Bukit Serene Palace, Lego Land dan Johor Bahru. Sementara itu daya tarik wisata yang dikunjungi di Thailand antara lain : Floating Market, Nong Nooch, Laser Buddha, Dried Food Market, MBK mall, Asiatique The Riverfron, Wat Arun Temple,  Wisata Gajah, dan Honey Bee Farm.
Fasilitas akomodasi yang disediakan untuk mahasiswa antara : Auncheelina Hotel (Bangkok-Thailand), Phupraya Resort Hotel (Pattaya-Thailand), Grand Sentosa Hotel (Malaysia), Pudu Plaza Hotel Bukit Bintang (Malaysia), Puri Saron Lovina (Bali)
Bervariasinya destinasi wisata yang dituju adalah untuk mengakomodir keinginan mahasiswa akan rasa ingin tahunya terdapat destinasi yang diminati.
Aktivitas yang dilakukan mahasiswa selama study tour adalah (i) mengamati atribut wisata setiap daya tarik wisata pada masing masing negara, yang meliputi : akses masuk ke daya tarik wista, atraksi wisata, fasilitas wisata, kelembagaan pariwisata, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam mendukung kepariwisataan, (ii)mengamati unsur sapta pesona yana ada di setiap negara (keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keramah tamahan, keindahan dan kenangan); (iii) mengamati kualitas layanan, citra merek, kesadaran merek, kepuasan tamu, dan loyalitas tamu pada setiap fasilitas akomodasi yang digunakan; dan (iv) menilai kualitas penyelenggaraan study tour pada Tahun 2019.
Dalam Study Tour kali ini, mahasiswa diposisikan sebagai wisatawan yang melakukan perjalanan. Disini mahasiswa merasakan harapan (ekspektasi) dan kenyataan (persepsi) yang dirasakan oleh wisatawan selama melaksanakan kegiatan perjalanan wisata. Pengalaman ini sangat penting dan sangat berguna bagi mahasiswa, agar mampu menghargai ketepatan waktu, kedisiplinan,  dan nilai dari sebuah perjalanan wisata. Apabila ada hal yang tidak baik dijumpai selama perjalanan wisata, maka akan dijadikan pengalaman berharga kelak dalam melayani wisatawan. Misalnya di Singapura, masyarakat di sana sangat sibuk, sehingga sering kali lupa memberi 3S (senyum, sapa, salam) kepada wisatawan. Hal ini akan mengingatkan mahasiswa akan pentingnya smile, greeting, dan offering help kepada wisatawan pada saat bekerja pada industri pariwisata. Demikian pula mengenai kebersihan dan ketertiban di Singapura, akan sangat menginspirasi mahasiswa akan pentingnya hal tersebut. Hal ini akan terekam dalam pikiran bawah sadar, untuk selalu mewujudkan kebersihan dan ketertiban pada saat mengabdikan diri sebagai insan pariwisata.
Berikut pendapat mahasiswa mengenai kegiatan Study Tour 2019 :
1.      Saya sangat senang bisa berjalan ke luar negeri karana bisa mengenal dunia luar, dan bisa melihat perekonomian di sana kuhususnya bagian pariwisata.(Komang Arianto, MFB A)
2.      Mendapatkan pengalaman makan SATE BUAYA  yg pertama kali saya rasakan (Kadek Supriadi, MBH A)
3.      Sangat menyenangkan mulai dari pemberangkatan di pesawat sangat nyaman apalagi mendapatkan makan di pesawat sangat membantu menghilangkan kebosanan di pesawat, pada saat mengunjungi objek wisata di Thailand juga tidak ada hambatan saya paling suka bus yg digunakan sangat sangat nyaman , ketika peserta kepanasan di luar setelah belanja atau mengunjungi objek wisata ketika masuk bus sangat segar dan dingin (mantap betul) tidak ada hambatan semua tour guide nya juga lucu dan ramah Pak isabella dan Gek Dara sangat luar biasa (Vilia Caroline Sembel, MBH B)
4.      Saya senang ke mall itu yang sangat membuat saya senang (Ni Wayan Loni Ariani, MFB B)
5.      Pengalaman yang menyenangkan yaitu ketika mengunjungi Genting Highland, menggunakan cable car/gondola/ skyway sambil menikmati indahnya pemandangan pegunungan yang sejuk dari ketinggian sekitaran 460 meter, so exciting (Dewa Ayu Oktaviani, MBH Kelas Sore)

Penilaian mahasiswa terhadap pelaksanaan study tour 2019 ini sudah memuaskan (93,80%), sementara yang kurang puas sebanyak (6,20%). Kepuasan ini disebabkan karena nilai (value) yang dirasakan mahasiswa dalam aktivitas study tour 2019 ini sudah baik.
Gambar 1
Foto Study Tour 2019





Untuk melakukan penilaian terhadap daya tarik wisata dan fasilitas wisata di luar negeri, digunakan instrumen kuesioner online. Penggunaan kuesioner online sangat efektif dalam mengumpulkan data primer dengan metode self-adminstrated. Kuesioner online juga mendukung upaya green tourism dengan meniadakan penggunaan kertas.

          Ada banyak keceriaan, kenangan dan keindahan dalam Study Tour 2019 ini. Kebahagiaan tersebut terpancar dari segenap civitas akademika STIPAR Triatma Jaya seperti pada gambar berikut 
Suatu kesan penting dalam Study Tour 2019 ini adalah : kebersamaan dan kenangan belajar merasakan menjadi wisatawan untuk dapat memahami kebutuhan dan keinginannya sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik sebagai pengabdi pariwisata. Kenangan indah Study Tour 2019 ini, merupakan sebuah kekayaan intelektual dan akan selalu menginspirasi dalam setiap langkah mencapai puncak karir pada industri pariwisata.(Bay*)

Minggu, Juli 01, 2018

Thailand, Negara Sang Raja


STUDY TOUR Itu Penting
STUDY TOUR merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa STIPAR Triatma Jaya.  Tahun ini kegiatan dilakukan mulai dari tanggal 21 s/d 24 Mei 2018 di Thailand. Jumlah perserta sebanyak 160 orang dari semester 6 pada Program DIII Perhotelan, DIII Kepariwisataan dan DIV Manajemen Business Hospitality. Kegiatan STUDY TOUR merupakan hal yang penting bagi mahasiswa STIPAR Triatma Jaya karena sebagai calon pengabdi pariwisata dan hotelier yang dituntut memiliki wawasan luas mengenai kepariwisataan.  Selain itu dengan memiliki pengalaman sebagai wisatawan, diharapkan mahasiswa mampu memiliki emphaty, daya tanggap, keandalan, penampilan yang baik, kualifikasi yang memadai sehingga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan dan keinginan wisatawan. Pengalaman tersebut tentunya akan mampu meningkatkan kualitas layanan pada saat terjun pada industri kepariwisataan dengan standar internasional.



Gambar 1
Peserta Study Tour 2018 STIPAR Triatma Jaya
(Kloter 1 dari 3 kloter)




Obyek Wisata yang Dikunjungi
Obyek wisata yang dikunjungi  antara lain : (i)Wat Arun (Wisata Budaya), (ii)Night Market (wisata budaya), (iii)Long-Neck Karen Hilltribe Village with Elephant Ride, (iv)Pattaya Floating Market, (v)Pantai Pattaya (wisata alam), (vi)Walking Street of Pattaya (wisata ekstrim), (vii) MBK Center (Mahboonkrong)(wisata belanja), (viii) Peternakan Madu (wisata agro), (ix)Erawadee Herbal Medicine Pattaya (wisata belanja) dan Gems Factory (wisata belanja). Selain mengunjungi obyek wisata tersebut, mahasiswa juga menikmati sarana wisata seperti hotel berbintang lima (Aunchaleena Hotel), dan prasarana wisata seperti  Bandar Udara Don Mueang (Bangkok).

Gambar 2
Peserta Study Tour 2018 pada Saat Keberangkatan
(Kloter Pertama)

Bandara Don Mueang Bangkok
Bandara ini resmi dibuka pada 27 Maret 1914 merupakan bandara tertua di Thailand. Meskipun Bandara ini merupakan bandara tertua, tapi bukanlah bandara utama yang saat ini bernama Swarnabhumi.  Tidak ada kesan istimewa pada Bandara ini selain sisi sejarahnya.

Hospitality
Keramahtamahan di negeri Gajah Putih sudah bagus, tapi masih lebih baik di Bali. Salah satu penyebabnya karena kebanyakan masyarakat Thailand tidak pandai berbahasa Inggris. Komunikasi agak sulit di sini.

Akomodasi
Tempat menginap adalah Hotel Aunchaleena. Hotel yang nyaman dengan fasilitas standar hotel berbintang. Hotel ini dekat dengan pasar malam. Pelayanan cukup ramah meskipun banyak staffnya tidak pandai berbahasa Inggris.


Gambar 3
Team Dosen STIPAR Triatma Jaya
Sedang Makan Siang Bersama di Pattaya Thailand


Gambar 4
Kuliner Thailand di Pasar Tradisional
Tidak Mahal dan Lezat

Gambar 5
Buah kering yang Jadi Primadona Wisatawan


Gambar 6
Stand Makan pada Mal di Bangkok


Gambar 7
Night Market di Thailand

Makanan Thailand merupakan salah satu makanan ternikmat di dunia. Sekali mencoba biasanya pasti suka.

Wat arun

Wat Arun sebuah candi Buddha yang terletak di distrik Bangkok Yai di Bangkok, Thailand, tepatnya di barat hulu sungai Chao Phraya. Nama panjang dari candi ini adalah Wat Arunratchawararam Ratchaworamahavihara. Wat Arun Rajwararam atau Candi Fajar, diambil dari nama Dea Fajar, Aruna. Wat Arun dianggap salah satu situs atau tempat yang paling terkenal di Thailand.

 Desa Wisata Leher Panjang dan Wisata Gajah
Hanya kaum wanita dari suku ini yang wajib mengenakan ring di leher mereka. Mereka juga menggunakan ring di kakinya.. Menurut guide yang menemani kami, ring itu sebenarnya bukan membuat leher mereka menjadi panjang. Tetapi, leher mereka menjadi panjang karena ring itu membuat pundak mereka turun.

Night market
Pasar malam di Thailand mirip dengan pasar malam di Bali, misalnya Kreneng Night  Market. Perbedaannya terletak pada kebersihannya saja. Pasar Malam di Thailand dikelola lebih rapi dan tertib.

 Walking Street
“Walking Street Pattaya” merupakan pusat hiburan malam di Pattaya yang penuh dengan diskotik, bar, live music, cabaret show, spa-massage, dan pedagang makanan pinggir jalan (street food) yang berlokasi di Muang Pattaya District, Amphoe Bang Lamung, Chang Wat Chon Buri – Thailand.

Peternakan Madu Big Bee
Perusahaan Big Bee adalah peternakan terbesar di Thailand. Produknya meliputi peternakan, produksi, mempromosikan penelitian dan penggunaan produk lebah. Perusahaan ini mulai sejak tahun 1999 dengan pertamanya peternakan kecil yang pada saat itu bernama Thepprasit. Yang juga tetap perintis dalam mempromosikan kualitas perlebahan Thailand dan budidaya di daerah tersebut.
Perusahaan ini sekarang beroperasi menggunakan jaringan yang berjumlah lebih dari 50 peternakan lebah dibawah naungan Thai Organic Bee Keeper Association (TOBA). Asosiasi ini adalah merupakan penyalur utama madu organik di Thailand.
Perusahaan ini terkenal dikalangan konsumennya dengan sebutan Thepprasit Honey Farm (Jaringan peternkan internasional) dan Big Bee (jaringan pendidikan dan peduli kesehatan). Selain perusahaan ini mempromosikan bagaimana peternakan lebahnya, perusahaan Big Bee juga memproduksi berbagai macam produk madu dengan berbagai khasiatnya kegunaan yang berbeda-beda bagi kesehatan dan juga produk-produk olahan lebah lainnya yang bisa dijadikan sebagai buah tangan dari perusahaan tersebut.
Gem Jewelerry
Staf pabrik sangat ramah - Pengunjung sopan disambut dan menawarkan program khusus untuk film bioskop tentang batu mulia ditambang di Thailand, yang juga tersedia dalam bahasa Rusia. Thailand dikenal di seluruh dunia untuk safir dan rubi yang ditambang di provinsi Kanchanaburi, serta mutiara, ditambang di Laut Andaman. Berbagai pabrik tidak terbatas permata ditambang di sini. Di sini dapat ditemukan dekorasi yang menggunakan berlian Afrika Selatan, zamrud Kolombia dan batu semi mulia dari Brasil: garnet, topaz, amethyst, turmalin, citrine, opal, beryl, batu giok dan lain-lain.
Kesan
STUDY TOUR ke Thailand memberi kenangan tersendiri bagi peserta. Hal ini disebabkan karena sebagian peserta belum pernah mengunjungi negeri ini. Hal lainnya, negeri ini memiliki keunikan dari sisi budaya yang tidak dapat ditemui pada tempat-tempat lainnya. Dari sisi pengelolaan, Pemerintah Thailand berhasil mengembangkan Agro Tourism, yang mampu membuat produk pertanian menjadi souvenir khas Thailand yang sangat diminati.