Tampilkan postingan dengan label PENGERTIAN HOTEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENGERTIAN HOTEL. Tampilkan semua postingan

Selasa, September 25, 2012

Pengertian Hotel, Manajemen dan Tamu

Pengertian Hotel
Menurut Richard Sihite (206) “hotel adalah salah satu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan penginapan, makan dan minum, serta jasa yang lain bagi umum, yang dikelola secara komersial”.

Di sisi lain, Heldin Manurung dan Trizno Tarmoezi (2002 : 2) mengatakan bahwa “hotel adalah sebuah gedung yang digunakan untuk tempat penginapan dengan tujuan komersial dan menyediakan jasa pelayanan secara professional bagi para tamu termasuk penyediaan makanan dan minuman dan fasilitas lainnya.

Dari dua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa hotel ialah satu jenis akomodasi yang menggunakan sebuah bangunan untuk menyediakan pelayanan bagi para tamu dan dikelola secara komersil

Pengertian Manajemen

Heldin Manurung dan Trizno Tarmoezi (2002 : 13) mengatakan bahwa : “manajemen ialah proses pengarahan dan pendayagunaan sumber daya manusia dan sumber – sumber lainnya untuk mencapai suatu hasil usaha yang maksimal dalam suatu bidang usaha tertentu.”

 George R.T (2000 : 4) mengatakan bahwa : “manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan – tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran – sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber – sumber lainnya.”

Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah suatu proses pengarahan, pengawasan dan pendayagunaan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran – sasaran yang telah ditetapkan dengan tindakan – tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan.

Pengertian Tamu

 Menurut Bambang Sujatno (2006 : 6 – 7) “tamu adalah orang – orang yang menghendaki pelayanan yang disediakan oleh hotel. Tamu adalah orang – orang yang sangat penting yang menggunakan fasilitas hotel. Tamu bukanlah benda mati, tetapi manusia yang mempunyai perasaan, emosi, rasa suka dan curiga”.

Di lain pihak, menurut Bagyono (2003 : 61) “tamu adalah orang yang telah mandaftar dan menginap di hotel”.

Dari kedua pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa tamu adalah seorang manusia yang mempunyai perasaan dan emosi yang menginap di hotel serta menggunakan fasilitas hotel.

Senin, Februari 06, 2012

Pengertian Hotel dasn Restaurant



A. Pengertian Hotel

Agusnawar menyatakan bahwa kata hotel berasal dari kata “Hospitium” ( bahasa latin ) yang artinya ruangan tamu yang berada dalam monastery. Kata hospitium dipadukan dengan kata hospes dari bahasa prancis, menjadi hospice. Dalam perkembanganya, kata hospice berubah menjadi hostel. Lambat. Laun huruf ‘’s’’ pada kata hostel tersebut dihilangkan, sehingga dirubah menjadi hotel.

Menurut Darmadjati ( 2001 : 65 ) “Hotel adalah jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan, jasa penginapan, makan serta minum serta jasa lainnya bagi umum dan dikelola secara umum”.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan seluruh atau sebagian bangunan yang menyediakan jasa penginapan, pelayanan makan dan minum, serta jasa lainnya bagi para wisatawan yang melakukan perjalanan, yang pengelolaanya dilakukan secara komersial.

B. Pengertian Restoran

Menurut Agusnawar dinyatakan bahwa Restoran adalah “bagian dari suatu hotel yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan makan dan minum untuk para tamu yang menginap disuatu hotel dan untuk kalangan umum”.

SK Mentri pariwisata dan komunikasi No.KM73/PW 105/MPPT-85 menjelaskan bahwa Restoran adalah “suatu jenis usaha dibidang jasa pangan yang bertempat sebagian atau seluruh bangunan yang permanen dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan,penyajian, dan penjualan makanan dan minuman untuk umum”.

Menurut Suarthana dan kawan kawan ( 2006 ) Restoran adalah “tempat usaha yang komersial yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan hidangan hidangan serta minuman ditempat usahanya”.

Sedangkan menurut Sugiarto dan Sulartiningrum (2001) Restoran adalah “suatu tempat yang identik dengan jajaranan meja – meja yang tersusun rapi, dengan kehadiran orang, timbulnya wangi semerbak dari dapur dan pelayanan pramusaji, berdentingnya bunyi bunyian kecil karena persentuhan gelas gelas kaca atau porselen yang menyebabkan suasana didalamnya menjadi lebih hidup”.

Dari pengertian atas dapat disimpulkan bahwa Restoran adalah tempat usaha yang dikelola secara komersil yang menyediakan hidangan hidangan dan minuman yang identik dengan jajaran meja - meja yang tersusun rapi serta pelayanan para pramusaji dan berdentingnya bunyi bunyian karena persentuhan gelas gelas, yang membuat suasana lebih hidup.

C. Klasifikasi Restoran

Menurut Sugiarto dan Sulartiningrum (2001) pada dasarnya restoran yang berada dalam suatu hotel dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu Formal Dining Room, Informal Dining Room, dan Specialities Dining Room.

1.Formal Dining Room

Merupakan Restoran yang terdapat dalam suatu hotel, yang merupakan Restoran High class yang diciptakan sedemikian eksklusif, sehingga hanya tamu tamu tertentu saja yang dapat menikmati hidangan yang ada di restoran ini. Restoran ini dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:

a. Rotieserie adalah restoran eksklusif, dimana tempat pembakaran dapat dilihat tamu.

b. Grill Restaurant adalah restoran untuk steak atau chop yang mana, makanan tersebut dimasak menurut selera tamu.

c. Supper Club Restaurant adalah restoran yang mengadakan pertunjukan, pada saat para tamu menikmati hidangannya.

2. Informal Dining Room.

Merupakan Restoran yang sifatnya tidak formal yang dimana pihak hotel menyediakan fasilitas yang dibutuhkan oleh restoran tersebut. yang dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

a. Coffee Shop merupakan suatu bidang usaha dikelola secara komersial yang menawarkan makanan serta minuman kepada tamu yang sifatnya tidak formal.

b. Pool Snack Bar merupakan counter bar kecil yang terdapat ditepi kolam renang yang terdapat pada suatu hotel yang menawarkan makanan dan minuman.

c. Room Service merupakan sistem pelayanan makanan dan minuman pada suatu hotel dimana tamu dapat memesan makanan dan minuman dari dalam kamar dan pesanan tersebut akan diantarkan ke dalam kamar.

3.Specialities Restaurant

Merupakan Restoran yang berada didalam suatu restoran yang menyediakan makan atau masakan khusus, masakan khusus tersebut biasanya sudah terkenal secara internasional seperti pada masakan jepang, korea, itali dan lain lainnya.

Sedangkan menurut Marsum ( 2000 ; 7-11 ) ada tujuh klasifikasi restoran yaitu:

a. A La Carte Restaurant adalah Restoran yang telah mendapatkan ijin penuh untuk menjual makanan dan minuman lengkap dengan banyak variasi. Dimana konsumen bebas memilih sendiri makanan yang mereka kehendaki dimana setiap jenis makanan memiliki harga tersendiri yang berbeda beda.

b. Table D’hote Restaurant adalah Restoran yang khusus menjual menu yang lengkap (dari hidangan pembuka sampai penutup) dengan harga yang telah ditentukan pula.

c. Cafetaria Atau Cafe adalah Restoran kecil yang mengutamakan penjualan kue, roti, kopi, dan teh. yang pilihan makanannya terbatas dan tidak menjual minuman beralkohol.

d. Inn Tavern adalah Restoran dengan harga yang terjangkau yang dikelola oleh perorangan ditepi kota.

e. Snack Bar atau Milk Bar adalah Restoran dengan tempat yang tidak begitu luas yang sifatnya tidak resmi dengan pelayanan yang cepat dimana konsumen mengambil makanannya sendiri dan dibawa sendiri kemeja makan.

f. Speciality Restaurant adalah Restoran yang suasananya disesuaikan dengan tipe khas makanan yang disajikan.

g. Family Type Restaurant adalah Restoran sederhana yang menghidangkan makanan dan minuman dengan harga yang relative murah terutama menyediakan makanan dan minuman kepada tamu tamu keluarga maupun rombongan.

Minggu, April 17, 2011

Pengertian Hotel


Hotel adalah usaha akomodasi yang dikelola secara komersial yang menyediakan pelayanan makan, minum dan fasilitas penunjang lainnya. Dari pengertian di atatas, dapat dijelaskan bahwa sebuah hotel harus memiliki fasilitas berupa kamar tidur, restoran, bar dan fasiltas penunjang seperti : spa, bisniss center, kids corner, fasilitas kebugaran, fasilitas hiburan, drugstore dan fasilitas lainnya yang mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan tamu-tamu yang menginap.

Pengertian komersial disini mengacu pada hotel sebagai unit bisnis yang berorientasi laba. Namun laba yang dicapai hotel hendaknya berlandaskan kepuasan tamu/pelanggan yang menginap, dengan harapan mencapai long term profit dan keberlanjutan usaha hotel tersebut (going concern). Jadi tidak ada hotel yang bertujuan untuk merugi.

Hotel memiliki dua fungsi, yakni sebagai sarana pariwisata yang memenuhi kebutuhan wisatawan selama melakukan perjalanan dan fungsi sebagai unit bisnis seperti yang dijelaskan di atas. Yang perlu disoroti adalah fungsi pertama sebagai sarana pariwisata. Oleh karena berfungsi sebagai sarana pariwisata yang pengembangannya berdasarkan konsep "sustainable tourism development", pengelolaan sebuah hotel hendaknya tidak melulu berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang menekankan pencapaian laba akuntansi.

Lebih dari pada itu, hendaknya pengelolaan hotel harus memperhatikan indikator dalam "sustainable tourism development" antara lain :
  1. Mampu mensejahterakan karyawan dan masyarakat sekitar lingkungan hotel
  2. Mampu melindungi aset-aset budaya
  3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata
  4. Mampu memuaskan pelanggan, dalam hal ini wisatawan atau tamu yang menginap
  5. Mampu memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan bagi masyarakat sekitar
  6. Memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan
  7. Melindungi aset alami seperti pantai, hutan, jurang, sungai, bukit dsb
  8. Membantu pengelolaan sumber daya alam yang langka
  9. Mengendalikan dan membatasi dampak negatif dari operasional hotel
  10. Berperan serta dalam perencanaan dan pengendalian pariwisata
Tidak dapat dipungkiri, belum semua hotel mampu melaksanakan butir-butir tersebut di atas. Namun lambat laun semua hotel diharapkan mau dan mampu, karena "sustainable tourism development" merupakan tuntutan bagi wisatawan yang saat ini sudah sangat sensitiv terhadap keberlanjutan dan pelestarian lingkungan. Jadi, lambat laun hotel-hotel yang melanggar prinsip "sustainable" akan tersisih dari persaingan, bahkan di blacklist.

Untuk mampu melayani tamu dengan baik, maka pengelolaan hotel melibatkan banyak profesional yang terikat dalam sebuah organisasi. Organisasi hotel dipimpin oleh General Manager, di bantu oleh Executive Assistant Manager, Resident Manager, Departement Head, Supervisor Section dan Staff Hotel. Berikut ini adalah pemegang kendali fungsi dari sebuah hotel :
  1. Fungsi pimpinan utama dipegang oleh General Manager.
  2. Fungsi pelayanan makanan dan minuman dipegang oleh Food and Beverage Manager.
  3. Fungsi produksi makanan dipegang oleh Executive Chef
  4. Fungsi pelayanan administrasi kamar dipegang oleh Front Office Manager
  5. Fungsi penyiapan kamar dipegang oleh Executive Housekeeper
  6. Fungsi pemasaran dipegang oleh Sales Exevutive Manager
  7. Fungsi akuntansi dipegang oleh Chief Accountant
  8. Fungsi sumber daya manusia dipegang oleh Human Resource Manager
  9. Fungsi kemanan dipegang oleh Chief Security
Organisasi sebuah hotel tidaklah sama antara satu hotel dan hotel lainnya, mengingat bentuk susunan organisasi sangatlah fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan dan karakter pemimpin utamanya, berlandaskan prinsip keefektifan dan efisiensi operasional.

Karir sangat ditentukan dari prestasi dari karyawan hotel. Belum tentu seorang karyawan yang memiliki pendidikan sarjana akan lebih berkembang karirnya dibandingkan seorang karyawan yang berpendidikan diploma. Hal ini disebabkan karena hotel lebih memperhatikan action daripada konseptual berpikir, karena pekerjaan di hotel sangat instant, diproduksi sekarang, harus selesai dan dinikmati sekarang (mengacu pada karakteristik jasa yaitu inseparabelity dan perishable). Namun demikian makin tinggi pendidikan seorang karyawan akan memperbesar peluangnya untuk meningkatkan karir, mengingat dalam penentuan bintang/kelas sebuah hotel akan menilai seberapa tinggi pendidikan karyawannya.

Rabu, November 04, 2009

PENGERTIAN HOTEL

Dilihat dari asal katanya, perkataan Hotel berasal dari bahasa Latin Hospes yang mempunyai pengertian untuk menunjukkan orang asing yang menginap di rumah seseorang (teman, kenalan, atau musafir yang dihormati). Kemudian dalam perkembangannya kata Hospes menjadi hotel dalam bahasa Perancis, dan seterusnya menjadi hotel dengan pengertian sebagai rumah penginapan (Suarthana, 2006 : 11).

Menurut Sihite (2000 : 53) Hotel adalah: “jenis akomodasi yang menyediakan fasilitas dan pelayanan penginapan, makan dan minuman, serta jasa-jasa lainnya untuk umum yang tinggal untuk sementara waktu dan dikelola secara komersial”.

Sedangkan menurut keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi no. KM.94/HK103/MPPT-87 dinyatakan bahwa “Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang menggunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makan dan minum, serta jasa lainnya bagi umum, yang dikelola secara komersial” (Suarthana, 2006 : 11).
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa hotel adalah suatu jenis akomodasi yang menggunakan sebagian atau seluruh bangunan yang menyediakan jasa penginapan, pelayanan makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya, yang disediakan untuk umum dan dikelola secara komersial.