Tampilkan postingan dengan label study tour 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label study tour 2013. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juli 01, 2018

Thailand, Negara Sang Raja


STUDY TOUR Itu Penting
STUDY TOUR merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa STIPAR Triatma Jaya.  Tahun ini kegiatan dilakukan mulai dari tanggal 21 s/d 24 Mei 2018 di Thailand. Jumlah perserta sebanyak 160 orang dari semester 6 pada Program DIII Perhotelan, DIII Kepariwisataan dan DIV Manajemen Business Hospitality. Kegiatan STUDY TOUR merupakan hal yang penting bagi mahasiswa STIPAR Triatma Jaya karena sebagai calon pengabdi pariwisata dan hotelier yang dituntut memiliki wawasan luas mengenai kepariwisataan.  Selain itu dengan memiliki pengalaman sebagai wisatawan, diharapkan mahasiswa mampu memiliki emphaty, daya tanggap, keandalan, penampilan yang baik, kualifikasi yang memadai sehingga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan dan keinginan wisatawan. Pengalaman tersebut tentunya akan mampu meningkatkan kualitas layanan pada saat terjun pada industri kepariwisataan dengan standar internasional.



Gambar 1
Peserta Study Tour 2018 STIPAR Triatma Jaya
(Kloter 1 dari 3 kloter)




Obyek Wisata yang Dikunjungi
Obyek wisata yang dikunjungi  antara lain : (i)Wat Arun (Wisata Budaya), (ii)Night Market (wisata budaya), (iii)Long-Neck Karen Hilltribe Village with Elephant Ride, (iv)Pattaya Floating Market, (v)Pantai Pattaya (wisata alam), (vi)Walking Street of Pattaya (wisata ekstrim), (vii) MBK Center (Mahboonkrong)(wisata belanja), (viii) Peternakan Madu (wisata agro), (ix)Erawadee Herbal Medicine Pattaya (wisata belanja) dan Gems Factory (wisata belanja). Selain mengunjungi obyek wisata tersebut, mahasiswa juga menikmati sarana wisata seperti hotel berbintang lima (Aunchaleena Hotel), dan prasarana wisata seperti  Bandar Udara Don Mueang (Bangkok).

Gambar 2
Peserta Study Tour 2018 pada Saat Keberangkatan
(Kloter Pertama)

Bandara Don Mueang Bangkok
Bandara ini resmi dibuka pada 27 Maret 1914 merupakan bandara tertua di Thailand. Meskipun Bandara ini merupakan bandara tertua, tapi bukanlah bandara utama yang saat ini bernama Swarnabhumi.  Tidak ada kesan istimewa pada Bandara ini selain sisi sejarahnya.

Hospitality
Keramahtamahan di negeri Gajah Putih sudah bagus, tapi masih lebih baik di Bali. Salah satu penyebabnya karena kebanyakan masyarakat Thailand tidak pandai berbahasa Inggris. Komunikasi agak sulit di sini.

Akomodasi
Tempat menginap adalah Hotel Aunchaleena. Hotel yang nyaman dengan fasilitas standar hotel berbintang. Hotel ini dekat dengan pasar malam. Pelayanan cukup ramah meskipun banyak staffnya tidak pandai berbahasa Inggris.


Gambar 3
Team Dosen STIPAR Triatma Jaya
Sedang Makan Siang Bersama di Pattaya Thailand


Gambar 4
Kuliner Thailand di Pasar Tradisional
Tidak Mahal dan Lezat

Gambar 5
Buah kering yang Jadi Primadona Wisatawan


Gambar 6
Stand Makan pada Mal di Bangkok


Gambar 7
Night Market di Thailand

Makanan Thailand merupakan salah satu makanan ternikmat di dunia. Sekali mencoba biasanya pasti suka.

Wat arun

Wat Arun sebuah candi Buddha yang terletak di distrik Bangkok Yai di Bangkok, Thailand, tepatnya di barat hulu sungai Chao Phraya. Nama panjang dari candi ini adalah Wat Arunratchawararam Ratchaworamahavihara. Wat Arun Rajwararam atau Candi Fajar, diambil dari nama Dea Fajar, Aruna. Wat Arun dianggap salah satu situs atau tempat yang paling terkenal di Thailand.

 Desa Wisata Leher Panjang dan Wisata Gajah
Hanya kaum wanita dari suku ini yang wajib mengenakan ring di leher mereka. Mereka juga menggunakan ring di kakinya.. Menurut guide yang menemani kami, ring itu sebenarnya bukan membuat leher mereka menjadi panjang. Tetapi, leher mereka menjadi panjang karena ring itu membuat pundak mereka turun.

Night market
Pasar malam di Thailand mirip dengan pasar malam di Bali, misalnya Kreneng Night  Market. Perbedaannya terletak pada kebersihannya saja. Pasar Malam di Thailand dikelola lebih rapi dan tertib.

 Walking Street
“Walking Street Pattaya” merupakan pusat hiburan malam di Pattaya yang penuh dengan diskotik, bar, live music, cabaret show, spa-massage, dan pedagang makanan pinggir jalan (street food) yang berlokasi di Muang Pattaya District, Amphoe Bang Lamung, Chang Wat Chon Buri – Thailand.

Peternakan Madu Big Bee
Perusahaan Big Bee adalah peternakan terbesar di Thailand. Produknya meliputi peternakan, produksi, mempromosikan penelitian dan penggunaan produk lebah. Perusahaan ini mulai sejak tahun 1999 dengan pertamanya peternakan kecil yang pada saat itu bernama Thepprasit. Yang juga tetap perintis dalam mempromosikan kualitas perlebahan Thailand dan budidaya di daerah tersebut.
Perusahaan ini sekarang beroperasi menggunakan jaringan yang berjumlah lebih dari 50 peternakan lebah dibawah naungan Thai Organic Bee Keeper Association (TOBA). Asosiasi ini adalah merupakan penyalur utama madu organik di Thailand.
Perusahaan ini terkenal dikalangan konsumennya dengan sebutan Thepprasit Honey Farm (Jaringan peternkan internasional) dan Big Bee (jaringan pendidikan dan peduli kesehatan). Selain perusahaan ini mempromosikan bagaimana peternakan lebahnya, perusahaan Big Bee juga memproduksi berbagai macam produk madu dengan berbagai khasiatnya kegunaan yang berbeda-beda bagi kesehatan dan juga produk-produk olahan lebah lainnya yang bisa dijadikan sebagai buah tangan dari perusahaan tersebut.
Gem Jewelerry
Staf pabrik sangat ramah - Pengunjung sopan disambut dan menawarkan program khusus untuk film bioskop tentang batu mulia ditambang di Thailand, yang juga tersedia dalam bahasa Rusia. Thailand dikenal di seluruh dunia untuk safir dan rubi yang ditambang di provinsi Kanchanaburi, serta mutiara, ditambang di Laut Andaman. Berbagai pabrik tidak terbatas permata ditambang di sini. Di sini dapat ditemukan dekorasi yang menggunakan berlian Afrika Selatan, zamrud Kolombia dan batu semi mulia dari Brasil: garnet, topaz, amethyst, turmalin, citrine, opal, beryl, batu giok dan lain-lain.
Kesan
STUDY TOUR ke Thailand memberi kenangan tersendiri bagi peserta. Hal ini disebabkan karena sebagian peserta belum pernah mengunjungi negeri ini. Hal lainnya, negeri ini memiliki keunikan dari sisi budaya yang tidak dapat ditemui pada tempat-tempat lainnya. Dari sisi pengelolaan, Pemerintah Thailand berhasil mengembangkan Agro Tourism, yang mampu membuat produk pertanian menjadi souvenir khas Thailand yang sangat diminati. 

Minggu, Juni 09, 2013

STIPAR TRIATMA JAYA STUDY TOUR 2013 “EXPLORING CULTURE AND CULINARY @BANDUNG-JOGJAKARTA”

Merupakan agenda tahunan bagi mahasiswa STIPAR Triatma Jaya untuk melaksanakan study Tour, yang merupakan bentuk pembelajaran holistic sebagai calon pengabdi pariwisata pada bidang pelayanan akomodasi dan restaurant (hotelier), usaha perjalanan wisata dan pengelola objek dan daya tarik wisata. 

Terlebih dari itu, Study Tour memberikan pengalaman yang tidak ternilai bagi mahasiswa sebagai seorang wisatawan, tamu dan pelanggan. Dengan melakukan Study Tour, maka mahasiswa merasakan sebagai wisatawan yang tentunya mengharapkan pengalaman dan layanan yang sebaik-baiknya. Study Tour kali ini mengambil tema “exploring culture and culinary, Bandung –Jogjakarta” , yang tercermin dari program yang dilakukan antara lain : 
(i) Mengunjungi Saung Angklung Mang Udjo (Culture-Bandung), 
(ii) Kunjungan ke ‘Nasi Kalong’ dan ‘Nasi Bancak’ (Culinary-Bandung), 
(iii)Kraton Jogjakarta (Culture-Jogjakarta) dan 
(iv)Malioboro (Culinary-Jogjakarta). 

Namun demikian, disela-sela tour dilakukan pula wisata belanja (Dago, Cihampelas, Cibaduyut-Bandung; Malioboro, pasar Bring Harjo-Yogyakarta), wisata alam (Gunung Tangkuban Perahu-Jawa Barat), wisata Sejarah (Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Mendut- Magelang dan Yogyakarta). Banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang diterima selama pelaksanaan study tour kali ini. Semuanya dapat dilihat pada dokumentasi berikut ini : 
Study tour kali ini memang benar-benar bernuansa study, karena:
  1. Seluruh mahasiswa diwajibkan membuat karya tulis berupa laporan study tour,  dimana content laporan, meliputi seluruh aktivitas selama study tour seperti : wisata kuliner di Bandung,  Wisata Budaya di Saung Angklung Mang Udjo (culture), Keraton Jogjakarta (culture) dan Wisata Kuliner di Jogjakarta (Malioboro)
  2. Mahasiswa mengisi kuisioner kualitas layanan dan kepuasan pelanggan, yang dijadikan bahan research bagi dosen-dosen STIPAR Triatma Jaya yang memiliki ketertarikan untuk meneliti dibidang tersebut.
  3. Selama study tour, mahasiswa memperhatikan kualitas layanan yang diberikan oleh biro perjalanan wisata, hotel dan obyek wisata. Semua diambil hikmahnya, apabila pelayanan yang diberikan baik, tentunya akan menginspirasi mahasiswa untuk meniru dan melakukannya, demikian pula apabila pelayanan yang diberikan kurang baik akan dicamkan dengan baik untuk tidak melakukannya nanti pada saat bekerja di industri pariwisata, khususnya perhotelan. Pada sisi ini mahasiswa merasakan betul bagaimana rasanya menjadi wisatawan dan tamu yang menginap di hotel, merasakan harapan dan kenyataan yang diperoleh sebagaimana layaknya seorang wisatawan. Ini tentunya pengalaman yang luar biasa! 
Gambar 1
Foto Bersama di Tangkuban Perahu 28 Mei 2013 Jam 09.00 Wib, Suasana sejuk dan bau gas belerang, tapi seluruh peserta semangat ingin melihat bukti dari Legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi.

 Gambar 2
@Kawah Tangkuban Perahu, suasananya sejuk, cerah dan damai. Tuhan memberkati perjalanan ini, karena tidak ada hujan, padahal sehari sebelumnya hujan lebat dan objek wisata Tangkuban Perahu sempat ditutup karena kawah mengeluarkan gas belerang yang beracun

Gambar 3
 Kawah Tangkuban Perahu yang Cantik, dimana sekarang ini disekeliling kawah sudah dibangun jalan setapak, sehingga wisatawan dapat melihat pemandangan seputar kawah yang sangat mempesona

Gambar 4
Lha,...ini suasana makan siang di Tangkuban Perahu (Cikole), menunya enaaaak, ada ayam goreng, ikan mujair goreng dan lalapan khas Bandung. Lihat para pendamping pada tersenyum lega sebelum menyantap makan siang mereka yang nikmaaatttt


Gambar 5
Foto Bareng di depan Gedung Sate, tapi yang lain pada kemana yaaaa? oooo rupanya yang lain ada yang diem di Bus, soalnya rada hujan dan ada pula yang lagi menikmati batagor, cilok, cireng, cimol dan berbagai macam hidangan khas Bandung di depan Gedung Sate. Awalnya kami mengira ada banyak pedagang sate di sana, ternyata kami salah, Gedung Sate adalah Gedung Bersejarah tempat dilaksanakannya Konfrensi Asia Afrika di Jaman Bung Karno.Tapi kenapa dinamai Gedung Sate, kenapa bukan Gedung Batagor atau Gedung Peuyeum?

Gambar 6
Wisata Kuliner, Nasi Kalong di Bandung. Tempat ini dikelola Bapak Martin, dengan segmen pasar menengah ke atas dimana harga paling murah Rp.35.000,-. Biasanya yang makan disini adalah artis artis ibukota seperti Ariel, Noah, Letto, Iwan Fals dan selebritis lainnya. Dinamakan Nasi Kalong, karena buka mulai jam 23.00 s/d 05.00 Wib. Namun demikian, menu yang ditawarkan adalah menu yang sehat, bebas pengawet dan anti lemak jenuh, beberapa bahan diimpor dari Malaysia dan Singapura. Nasi kalong adalah nasi beras merah yang kaya serat. Menu favorit di resto ini adalah Ayam Madu dan Buncis Panggang. Mak Nyosszzzz!!!!!


Gambar 7, 8 dan 9
@Saung Angklung Mang Udjo. Ternyata tempat ini betul-betul kaya akan seni dan budaya. Bener-bener ngga rugi ke Saung Angklung Mang Udjo, dimana penyambutannya ramah, dan menampilkan tata ruang theatre serta pertunjukan kelas dunia! Disini sebagai wisatawan kami dapat melihat sesuatu (Angklung, seni tari), melakukan sesuatu (belajar main angklung), dan membeli sesuatu (souvenir). Keluar dari tempat ini, mahasiswa jadi mampu main angklung! luar biasa....




 Gambar 10,11,12,13
@Phoenix Hotel Jogjakarta, merupakan hotel bersejarah yang tertua di Jogja didirikan jaman pemerintahan Hindia-Belanda 1920, dengan arsitektur khas Eropa dipadu dengan Jawa. Disini mahasiswa diajak keliling hotel untuk melihat fasilitas-fasilitas hotel, diberikan penjelasan dan tanya jawab. Satu hal yang membuat kami salut ditempat ini, karena pada sales evecutivenya sebagian besar berusia 20-25 Tahun yang sangat smart dan percaya diri, mudah-mudahan hal ini mampu menginspirasi mahasiswa




 Gambar 14,15,16,17
@Borobudur, sebuah tempat bersejarah, indah dan religious. Disini kami merasa menemukan betapa mengaggumkan kemampuan nenek moyang nusantara dalam bidang arsitektur, dimana setiap jengkal bangunan candi Borobudur memiliki makna filosofi yang dalam.





 Gambar 18,19
@Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, benteng kebudayaan Jawa yang agung dan bersahaja. Aku ingin mengulang kembali perjalanan ke kraton, banyak hal yang ingin dieksplorasi, tapi waktu berkunjung cuma 2 jam, terlalu singkat!
t

 

 Gambar 20
Bersama 'Cinta' di Tangkuban Perahu

Gambar 21
Suasana dalam Bus yang nyaman

Gambar 22,23,24
@Prambanan, menyaksikan saksi keindahan legenda Bandung Bondowoso dan Nyi Roro Jongrang.




Kesimpulannya tour berlangsung dengan baik, dan penuh makna yang mendalam! I Love it!