- See more at: http://dikaeuphrosyne.blogspot.com/2013/04/cara-agar-artikel-di-blog-tidak-dapat.html#sthash.JcEiggbH.dpuf Pariwisata Bali dan Global (Bali and Global Tourism)

Selasa, Januari 24, 2012



Pengertian pariwisata berdasarkan Undang-Undang RI No.10 Tahun 2009 tentang pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah. Pariwisata didefinisikan oleh Macintosh dalam Pitana dan Gayatri (2005:44) sebagai:

“The sum of the phenomena and relationships arising from the interaction of tourists, business, host governments, and hosts communities, in the process of attracting and hosting these tourists and other visitors”. Artinya, pariwisata sebagai keseluruhan fenomena dan hubungan yang muncul dari interaksi para wisatawan, bisnis, pemerintah setempat, komunitas setempat, dalam proses untuk menarik dan manjadi tuan rumah bagi wisatawan dan pengunjung lainnya.

Batasan teknis diberikan oleh The World Tourism Organization (WTO) dalam Pitana dan Gayatri (2005:45), bahwa:

“Tourism comprises the activities of persons, travelling to and staying in place outside their usual environment for not more than one consecutive year for leisure, business, and other purposes”. Artinya, bahwa pariwisata terdiri dari aktivitas orang-orang, bepergian dan tinggal di suatu tempat di luar lingkungan mereka yang biasanya untuk tidak lebih dari satu tahun secara berturut-turut untuk tujuan bersenang-senang, bisnis, dan tujuan lainnya.

Dijelaskan oleh Yoeti (2001:xx) bahwa ada empat kriteria yang harus dipenuhi untuk menyatakan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang yaitu (1) perjalanan itu semata-mata untuk bersenang-senang; (2) perjalanan itu harus dilakukan dari suatu tempat (dimana orang itu tinggal) ke tempat lain yang bukan kota suatu negara dimana ia biasanya tinggal; (3) perjalanan dilakukan dalam waktu minimal dua puluh empat jam; dan (4) perjalanan yang dilakukan tidak ada kaitannya dengan mencari nafkah. Mereka melakukan perjalanan semata-mata sebagai konsumen di tempat yang dikunjunginya.


Daftar Pustaka

Anonim, (a) Undang-Undang Republik Indonesia No.10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan.

Pitana, I Gde dan Gayatri, G. Putu. 2005. Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Andi.

Yoeti, A. Oka. 1996. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa.

Yoeti, A. Oka. 2003. Tours and Travel Marketing. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar