- See more at: http://dikaeuphrosyne.blogspot.com/2013/04/cara-agar-artikel-di-blog-tidak-dapat.html#sthash.JcEiggbH.dpuf Pariwisata Bali dan Global (Bali and Global Tourism): Human Relations dalam Industri Pariwisata

Selasa, Januari 26, 2010

Human Relations dalam Industri Pariwisata

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Hubungan antar manusia merupakan hal yang penting dalam kelancaran suatu kegiatan apapun,terutama dalam suatu organisasi ataupun pekerjaan. Karena suatu hubungan antara manusia yang baik akan menciptakan suatu keharmonisan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Manusia merupakan individu yang berbeda-beda maka secara langsung atau tidak langsung akan menciptakan permasalahan besar maupun kecil. Maka diperlukan diperlukan penguasaan Human Relations yang baik untuk memecahkan masalah yang ada. Seiring berjalannya waktu, Human Relations sangat penting fungsinya dalam kehidupan masa kini terutama untuk seorang supervisor hotel yang tugasnya mengawasi para bawahannya sehingga bisa menciptakan hubungan yang harmonis dengan para karyawan maupun dengan para tamu hotel. Terutama sebagai supervisor menguasai ilmu hubungan antar manusia khususnya dalam industri perhotelan, akan mempermudah kinerjanya untuk berinteraksi dengan tamu-tamu hotel, kolega, atasan maupun bawahannya sehingga standar operational procedur bisa berjalan dengan baik.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa definisi dari hubungan antar manusia ( Human Relations)?

2. Apa sasaran utama dalam mempelajari ilmu hubungan antar manusia?

3. Apa prinsip-prinsip hubungan antar manusia?

4. Bagaimana korelasi hubungan antar manusia dengan profesi supervisor?

1.3 TUJUAN PENULISAN

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui betapa penting adanya Human Relations dalam suatu perusahaan atau hotel dimana fungsinya adalah untuk mengetahui keluhan dan keinginan dari pelanggan yang dimiliki sehingga kita bisa mengetahui kekurangan-kekurangan dari perusahaan yang dijalankan sehingga kekurangan-kekurangan yang ada bisa dikaji kembali untuk meningkatkan kualitas perusahaan.

BAB II

PEMBAHASAN

HUMAN RELATIONS

2.1 PENGERTIAN SEORANG SUPERVISOR

Seorang supervisor, lebih-lebih lagi dalam industri perhotelan dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari akan selalu berhubungan dengan manusia, baik tamu-tamu hotel, atasan, kolega dan para bawahannya. Untuk itu kemampuan untuk membina hubungan antara manusia yang harmonis adalah merupakan persyaratan yang perlu dimiliki oleh seorang supervisor. Dalton E. Mc. Farland dalam bukunya “management, principles and practices” mendefinisikan hubungan antara manusia sebagai berikut : “Human relations may be defined as the science which studies the activities, attitude and relationship existing among people at work”. (Hubungan antara manusia dapat didefinisikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari kegiatan, sikap dan saling hubungan diantara orang-orang yang ada di pekerjaan). Konsep yang mendasari pentingnnya hubungan antara manusia adalah adanya perbedaan-perbedaan individu atau “individual differences” dimana setiap individu itu adalah pribadi yang unik (unique personality) yang berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan-perbedaan ini meliputi perbedaan fisik, kecerdasan, sikap, latar belakang sosial, kebutuhan, motivasi, harapan dan lain-lain. Implikasi dari perbedaan-perbedaan individu inilah yang menimbulkan berbagai masalah hubungan antara manusia dalam pekerjaan. Beberapa indikasi dari adanya masalah-masalah hubungan antara manusia tersebut antara lain :

- Tingkat perputaran pegawai (employee turnover) yang tinggi.

- Ketidak hadiran dan keterlambatan dalam pekerjaan.

- Sikap acuh tak acuh dan lalai terhadap tugas dan tanggung jawab.

- Biaya-biaya operasional yang tinggi.

- Mutu pelayanan yang tidak mencapai standar yang diharapkan.

- Keluhan-keluhan dari pihak karyawan.

- Beban pekerjaan dari pimpinan pada b erbagai tingkatan semakin meningkat.

Sebagai konsekwensi daripada masalah-masalah diatas adalah menurunnya citra dari hotel tersebut yang selanjutnya akan mengakibatkan terjadinya kerugian yang tidak sedikit.

2.2 TUJUAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA

Secara singkat dapat dikatakan bahwa tujuan daripada hubungan antar manusia itu tidak lain adalah untuk mengingatkan seseorang (orang-orang) bekerja dengan semangat kerjasama yang produktif, tapi dengan rasa senang dan puas. Hubunagn antar manusia itu dikatakan efektif apabila tercipta hubungan yang harmonis diantara orang-orang yang ada dipekerjaan. Hal ini terutama sekali dirasakan oleh para supervisor di hotel yang selalu berhubungan dengan tamu-tamu hotel, para bawahan dan atasannya. Dalam hal ini setiap supervisor diharapkan dapat mengerti dengan baik bagaimana seseorang berprilaku dan berinteraksi satu sama llainnya. Secara lebih terinci dapat dijelaskan tujuan dan sasaran daripada hubungan antar manusia itu sendiri :

a. Untuk menciptakan hubungan kemanusiaan yang menyenangkan dalam pekerjaan.

b. Untuk mengembangkan dan memelihara moril karyawan yang tinggi, tingkat turnover pegawai yang rendah serta produktifitas kerja yang tinggi.

c. Untuk meningkatkan reputasi hotel, melalui pelayanan yang memuaskan bagi setiap tamu atau langganan hotel.

d. Untuk mengurangi terjadinya bentrokan-bentrokan diantara karyawan dalam melaksanakan tugasnya.

e. Untuk mengembangkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

f. Untuk memudahkan pekerjaan daripada supervisor dan pimpinan lainnya di perusahaan.

2.3 PRINSIP-PRINSIP HUBUNGAN ANTARA MANUSIA ( HUMAN RELATIONS )

Pada uraian berikut ini kita akan mencoba mengkaji beberapa prinsip hubungan antar manusia itu sendiri. Prinsip-prinsip tersebut antara lain meliputi :

a. Hargailah setiap orang tanpa memandang pekerjaan status atau kedudukan yang dimilikinya.

b. Laksanakanlah hubungan (Human Relations) yang baik dengan tulus ikhlas, karena sikap berpura-pura akan cepat diketahui orang lain.

c. Ketahuilah dengan baik keinginan dan motivasi anda untuk mencegah timbulnya pebedaan-perbedaan dengan pihak yang diajak berhubungan.

d. Janganlah merasa ragu-ragu bila anda terpaksa harus mengambil tindakan yang kurang menyenangkan terutama sekali dalam usaha menegakkan disiplin.

e. Buat agar setiap orang merasa dirinya penting didalam setiap kelompok kerja atau di perusahaan. Seorang akan bekerja lebih baik dan lebih bertanggung jawab bila dia merasa dirinya penting diantara orang-orang lain.

f. Mengertilah terhadap keinginan dan motivasi orang lain dan juga terhadap hal-hal yang dapat memuaskan keinginannya.

g. Setiap interaksi yang terjadi akan dapat menciptakan, meningkatkan atau merubah sikap seseorang terhadap yang lainnya bergantung pada pengalaman mereka selama interaksi itu terjadi.

h. Berikanlah contoh prilaku yang baik dalam setiap kali kita berinteraksi atau berhubungan dengan orang alin.

i. Sering-seringlah mengadakan komunikasii dengan bawahan anda untuk dapat memahaminya dengan baik.

j. Berikanlah penghargaan dengan tulus ikhlas bila hal tersebut sudah sepatutnya diberikan kepada seseorang, tapi jangan sampai hal itu terlalu berlebihan.

k. Bila kita harus memberikan kritik atau teguran janganlah hal itu dilakukan dihadapan orang lain.

l. Ucapkanlah selalu salam seperti : selamat pagi, apa kabar, terimakasih, silahkan dan ucapan salam lainnya dengan tulus ikhlas.

m. Delegasikanlah sebanyak mungkinwewenang dengan tanggung jawab yang dapat kita berikan kepada bawahan, dalam batas-batas penugasan yang wajarr.

n. Janganlah anda membiarkan seseorang menunggu anda dengan maksud untuk membuat diri anda sebagai orang penting.

o. Bersikaplah membantu kepada bawahan, karena tidak jarang bawahan itu membutuhkan uluran tangan kita.

p. Perhatikanlah selalu keadaan fisik bawahan. Tunjukanlah simpati anda kepada bawahan yang menunjukan rasa tanggung jawabnya terhadap pekerjaan walaupun kondisi fisiknya kurang memungkinkan.

q. Buatlah agar pekerjaan itu selalu memberikan tantangan bagi bawahan, tapi hindarilah jangan sampai tantangan itu diluar kemampuan bawahan tadi untuk dikerjakannya.

r. Jangan berpura-pura seperti ahli psikologi terhadap orang lain. Sikap seperti ini biasanya tidak disenangi oleh orang lain dengan berbagai alasan.

s. Bersikaplah fleksibeel terhadap orang lain. Bersiap-siaplah setiap saat kalau perlu untuk merubah atau memodivikasikan sikap, pendapatan atau nilai-nilai yang kita miliki.

t. Berbuatlah sesuatu terhadap orang lain seperti apa yang mereka harapkan dari kita. Dalam batas-batas kewenangan yang ada pada diri kita kerjakanlah sesuatu yang dapat memuaskan hati orang lain yang diajak saling berinteraksi.

BAB III

KESIMPULAN

Dari materi yang dibahas bahwa HUMAN RELATIONS sangat diperlukan pada sebuah hotel dan berperan penting dalam pelaksanaan standar operasional prosedur dimana HUMAN RELATIONS ini digunakan untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara tamu dengan karyawan hotel serta antara karyawan dengan karyawan.

PUSTAKA DAFTAR

- 2001, Penghantar supervise perhotelan.

- Suparko SD, 1997, Public relations, Surabaya, papyfus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar