- See more at: http://dikaeuphrosyne.blogspot.com/2013/04/cara-agar-artikel-di-blog-tidak-dapat.html#sthash.JcEiggbH.dpuf Pariwisata Bali dan Global (Bali and Global Tourism): PEMASARAN PARIWISATA 1 (PRICING)

Senin, April 13, 2009

PEMASARAN PARIWISATA 1 (PRICING)




  1. Salah satu cara untuk meningkatkan penghasilan adalah melalui penjualan dengan harga mahal. Penjualan dengan harga mahal dapat dilakukan jika konsumen (wisatawan) kurang sensitif terhadap perubahan harga . Dalam hal ini wisatawan lebih mengutamakan kepuasan yang diperolehnya walaupun melakukan pengorbanan yang lebih untuk mendapatkan kepuasan itu. Sebagai contoh, pada segmen pasar hotel bintang lima, meskipun harga kamar rata-rata jauh melebihi segmen pasar hotel bintang empat, tiga dua dan satu, namun tingkat occupancy hotel berbintang lima tidak kalah dengan hotel bintang empat, tiga, dua dan satu. Contoh lain pizza hut vs papa rons perhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kepekaan harga


  2. Sebagai manajer hotel, untuk mengevaluasi harga menu, dapat digunakan analisis menu engineering (suatu analisa seperti matrix bcg, yang memilah ,menu menjadi empat bagian berdasarkan tingkat popularitas dan margin kontribusi per menu), terkait dengan kebijakan harga, menu yang sebaiknya dinaikkan harganya adalah menu yang memiliki kualifikasi populer/laku, tetapi memiliki margin kontribusi yang rendah. Menu yang diturunkan harganya adalah menu yang memiliki kualifikasi tidak laku/kurang populer, tetapi memiliki marjin kontribusi yang tinggi. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah sensitivitas harga dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepekaan harga


  3. Faktor-faktor yang mempengaruhi sensitivitas harga dalam bisnis pelayanan dan perjalanan adalah :
    a. Pengaruh nilai unik
    b. Pengaruh kesadaran akan produk pengganti
    c. Pengaruh pengeluaran oleh perusahaan
    d. Pengaruh manfaat akhir
    e. Pengaruh pengeluaran total
    f. Pengaruh biaya bersama
    g. Pengaruh investasi terpendam
    h. Pengaruh mutu harga


  4. Banyak restaurant tidak mengikat produknya dalam satu harga, karena :
    a. Mengurangi kesempatan tamu untuk memilih makanan dan minuman yang disukainya
    b. Adakalanya dalam satu paket menu yang ditawarkan, ada makanan dan minuman yang tidak disukai,sehingga terbuang (tidak dikonsumsi)


  5. Contoh mengenai pemakaian yang efektif dari harga diskriminatif, umum digunakan pada industri penerbangan tanah air misalnya pada saat menjelang lebaran harga tiket Jakarta-Jogja naik menjadi dua kali lipat dari pada harga sebelum lebaran. Hal ini disebabkan karena value yang dimiliki menjelang dan pada saat lebaran lebih tinggi dari pada hari-hari biasa. Disini value yang dimaksud adalah bertemu keluarga pada saat lebaran.


  6. Yield management dapat dikatakan pendekatan jangka pendek untuk meningkatkan penghasilan jika hanya mengejar keuntungan jangka pendek, misalnya pada saat peak season pihak hotel menaikkan harga kamar setinggi-tingginya tanpa diiringi peningkatan value (nilai).Yield management dapat dikatakan menciptakan atau memperthankan pelanggan apabila mengejar sustainability/going concern of establihment. Misalnya pada saat peak season pihak hotel tidak menaikkan harga terlalu tinggi jika memang tidak disertai peningkatan value (nilai). Nilai yang dimaksud disini adalah segala macam augmented product maupun service product yang mampu mningkatkan kepuasan wisatawan.


  7. Kegiatan Promosi tersebut dapat dikatakan etis, karena keuntungan yang diperoleh perusahaan meskipun tidak berbentuk uang, tetapi dari tamu yang merasa puas, maka akan tercipta repeat business dan word of mouth communication yang merupakan satu ciri keberhasilan/efektivitas kegiatan promosi untuk menghasilkan keuntungan jangka panjang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar