Jumat, April 02, 2010

KESEJAHTERAAN POLISI UNTUK MEWUJUDKAN POLISI BERSIH

Berdasarkan Undang-undang Kepolisian Nomor 2 tahun 2002, tentang visi dan misi POLRI kita ketahui bahwa dewasa ini orientasi pelaksanaan tugas POLRI adalah memberi perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Polisi bersih adalah suatu kondisi dimana polisi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan visi misi POLRI seperti tersebut di atas. Kondisi saat ini memang sudah dirasakan bahwa keamanan di Pulau Bali tercinta ini khususnya sudah dirasakan kondusif (aman), dimana masyarakat melakukan aktivitas dengan baik-baik saja atau aman dan terkendali. Kita harus angkat topi kepada bapak polisi yang bertugas di jalan (sebagai polisi lalu lintas), sebagai intelpam, samapta, pembimbing masyarakat untuk sadar hukum (bimas), mereka dengan penuh pengabdian menjalankan tugasnya demi menjaga kemanan di negeri kita tercinta ini. Tidak jarang kita mendengar kabar bahwa banyak polisi yang gugur di medan tugas karena memberantas teroris, menangkap perampok, sindikat narkoba, bahkan dalam menegakkan demokrasi jika terjadi demo yang menjurus ke arah anarki, polisi yang paling dulu berhadapan untuk menenangkan masa.

Kalau dipikir-pikir, berapa sih pak polisi kita mendapat imbalan atas pengorbanannya? Dari data tahun 2007, untuk golongan terendah polisi mendapat gaji masih dibawah dua juta rupiah. Oleh karena itu, Kapolri pada saat itu (Jendral Sutanto) dengan tim risetnya melakukan penelitian mengenai kesejahteraan polisi dimana hasil riset menunjukkan gaji polisi terendah seharusnya berkisar pada 8-9 juta rupiah perbulannya. Menurut Sutanto pada waktu itu, untuk menjadi polisi yang profesional tidak hanya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), tetapi perlu faktor pendukung lainnya seperti sarana prasarana, termasuk soal kesejahteraan.

Meskipun secara general masyarakat merasakan keamanan yang sudah kondusif dimana masyarakat bisa melakukan aktivitas normal sehari-hari , namun saat ini tampaknya polisi masih belum bersih, fenomena yang terjadi didalam kehidupan sehari-hari yang dapat dilihat : (i) pada saat razia di jalan raya jika ada pengendara melanggar sudah bukan rahasia lagi si pengendara bisa ‘damai’ dari pada ribet melanjutkan perkara di pengadilan (jika ini terjadi jangan hanya menyalahkan pak polisi, tapi si pengendara juga salah), (ii)sabung ayam/tajen kok masih tetap ada?, sampai dengan makelar kasus yang sedang hangat diperbincangkan saat ini.

Solusi sederhana adalah dengan menerapkan (i) konsep kesejahteraan bagi Polisi , (ii) punishment dan reward, seperti saat ini POLRI memiliki konsep/formula remunerasi (oleh Kapolri Bapak H.Danuri). Remunerasi dilingkungan POLRI adalah merupakan bagian yg tidak terpisahkan dari kebijakan reformasi birokrasi, dilatarbelakangi oleh kesadaran sekaligus komitmen pemerintah untuk mewujudkan clean and good governance.
Namun pada tataran pelaksanaannya, perobahan dan pembaharuan yang dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa tsb tidak mungkin akan dapat dilaksanakan dengan baik (efektif) tanpa kesejahteraan yang layak dari PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang mengawakinya. Maksud dan tujuan kebijakan Remunerasi POLRI adalah bagian dari pemerintahan. Maka dalam konteks Reformasi birokrasi dilingkungan POLRI, upaya untuk menata dan meningkatkan kesejahteraan anggota POLRI adalah merupakan kebutuhan yang sangat elementer, mengingat kaitannya yang sangat erat dengan misi perubahan kultur POLRI (Reformasi bidang kultural). Sehingga dengan struktur gaji yang baru (nanti), setiap anggota POLRI diharapkan akan mempunyai daya tangkal (imunitas) yang maksimal terhadap rayuan atau iming-iming materi (kolusi).

POLRI adalah milik masyarakat, karena POLRI berasal dari dan untuk rakyat. Jika saat ini kinerja POLRI masih ada oknum-oknum aparat yang berbuat negatif mencoreng citra POLRI, alangkah baiknya oknum-oknum tersebut dilakukan proses penegakkan hukum jangan sampai gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga.

Kamis, April 01, 2010

Pak Harto: Demokrasi dan Pariwisata

Kalau dipikir-pikir, dahulu jaman orde baru, jamannya Pak Harto, Pariwisata di Bali berkembang dengan pesat. Masih teringat di benak saya, sekitar tahun 80 an sampai 97 an, sebelum Pak Harto lengser, Pariwisata di Bali mencapai jaman keemasannya. Pada jaman itu bagi mahasiswa yang kuliah di BPLP Nusa Dua (Balai Pendidikan dan Latihan Pariwisata) sekarang STP Bali, sebelum tamat sudah mendapat pekerjaan di Hotel, bahkan pekerjaan yang mencari mahasiswa. Pokoknya pada jaman itu, sungguh bangga rasanya menjadi mahasiswa perhotelan dan pariwisata, karena untuk masuk menjadi mahasiswa perhotelan dan pariwisata dilakukan seleksi yang ketat, bahkan pendidikannya setengah militer!

Namun di era reformasi, sekitar tahun 1998 yang melengserkan Pak Harto, nasib pariwisata di Bali sangat terpuruk. Begitu banyak proyek-proyek pariwisata yang mandeg, misalnya saja BTID (Bali Turtle Island Development) di Serangan. Di kampung saya di Tabanan, rencananya akan dibangun jalan tembus dari Penebel- Sarinbuwana-Belimbing dan akan dilakukan pengembangan pariwisata di sana. Namun semua proyek itu gatot...dan butot...artinya gagal total dan bubar total!!!

Saya pribadi tidak menyalahkan reformasi, demokrasi dsb...semua itu baik untuk mengubah kondisi politik di Indonesia yang pada jaman Pak Harto cenderung tersentralisasi. Semua keputusan mesti datang dari pusat, pokoknya Jakarta adalah penentu nasib seluruh daerah di Indonesia. Saya juga masih ingat, jamannya Pak Harto ada istilah PETRUS (Penembak Misterius) yang tugasnya membungkam para residivis, penjahat kambuhan yang mengganggu keamanan. Barang siapa yang bersebrangan Ide dengan Pejabat Senayan, dijamin hidupnya bakal susah. Kita juga tidak pernah lupa bagaimana nasib keluarga Bung Karno yang sangat diintimidasi pada jaman Pak Harto. Pada intinya di jaman itu masyarakat mesti hati-hati bicara, 'otherwise' nasibnya bakal sama dengan Pak Budiman Sujatmiko, Dr.Syahrir (Alm) Pak Sri Bintang Pamungkas, Bu Megawati Sukarno Putri yang pada masa itu sangat ditekan kebebasannya mengeluarkan pendapat. Tetapi pada jaman itu suasana sangat aman, orang-orang pada takut untuk berbicara ngawur, apalagi mau ngebom...yayaya...jaman orde baru sepengetahuan saya tidak pernah ada bom seperti Bom Bali, Bom Mak Erot...salah..BomMariot..dsb..dsb... Hmmm sepertinya pada masa Pak Harto, para teroris berpikir 1000 kali untuk mau ngebom, boro boro mau ngebom, baru beli bahan peledak aja suda di PETRUSIN kaleee....

Heran, heran dengan jaman repormasi sekarang ini dimana semua orang bebas berbicara, saling memojokkan satu dengan lain...(ini kali yaa, yang dinamakan demokrasi)...saya sendiri bukan pakar politik, kata demokrasi aja yang saya tau dari bahasa balinya itu : Demokrasi = De Mekerasin yang artinya jangan keras-kerasan, yaah cukup pakai mulut dan otak, ga perlu marah marah dan teriak-teriak seperti anggota DPR sekarang, ga perlu pake berantem sama polisi...Demokrasi yang saya tahu adalah, kalau ada masalah selesaikanlah dalam satu meja, atau duduk mesila di dampingi sebungkus rokok, secangkir kopi hangat dan godoh anget..lalu bicara dengan sopan santun, santai pakai otak...lalu kalo ada adu pendapat yang mulai bikin sesak, ya tarik nafas panjang......lepas....tarik, tahan lepas....yah...melakukan 'pranayama' supaya ga marah-marah....

Pariwisata sendiri adalah sebuah industri 'bersenang-senang', Pariwisata membuat orang senang, semua senang....wisatawan senang, pengusaha, pemerintah dan rakyat bali juga senang...hmmm semua senang....termasuk saya sendiri bisa hidup senang karena pariwisata yang ada di Bali. Dengan adanya wisatawan yang datang ke Bali, membutuhkan sarana akomodasi, restaurant dan sarana serta prasarana penunjang lainnya. Nah setiap hotel dan restaurant butuh tenaga kerja yang terdidik dan terampil, disinilah peranan saya adalah membantu Pemerintah dan Lembaga dimana saya bekerja untuk menciptakan sumber daya manusia yang cerdas dan terampil untuk dapat bekerja di dunia internasional.

Semenjak Bom Bali, penerimaan mahasiswa Pariwisata dan Perhotelan turun drastis. Pendapatan dosen pariwisata dan perhotelan jeblok. Sekarang ini pun, meskipun sekolah pariwisata masih diminati, namun menyisakan kekhawatiran karena tingkat persaingan yang semakin tinggi diantara sekolah-sekolah pariwisata yang ada di Bali, belum lagi trend kuliah sedang mengarah pada ilmu keperawatan, kependidikan dan Informasi teknologi yang semakin membuat sendu wajahsekolah-sekolah pariwisata.

Mungkin sebagai insan pariwisata, berharap agar demokrasi yang sedang kita bangun sekarang ini, jangan sampai kehilangan makna. Jangan sampai masyarakat awam dan masyarakat akar rumput, masyarakat pinggir sungai kumuh, masyarakat sampah, masyarakat pada golongan menengah kebawah yang jumlahnya paling banyak menjadi jengkel dengan kata demokrasi. Jangan sampai anggota DPR, penegak hukum, mahasiswa, pemerintah mengatasnamakan demokrasi untuk saling mencerca, menghina satu sama lainnya. Jangan sampai demokrasi yang salah kaprah membuat kita lupa akan pentingnya stabilitas keamanan untuk pengembangan pariwisata di Indonesia, khususnya di Pulau Bali.

Mari kita bersama sama menjaga Bali tercinta dengan cara kita masing-masing. Sebentar lagi Pilkada.....sebuah ajang pesta demokrasi, mari kita rayakan pesta demokrasi ini dengan membawa atribut seni dan budaya Bali yang unik sehingga menjadi potensi wisata Bali.(Peace).

Minggu, Maret 28, 2010

The Importance of English in Tourism and Hospitality Industry

Probably it is a little bit hard for me to write in english, because I am an Indonesian and English is not my first language for communication. It is a silly when I talk with my Balinesse friend in english, because they will call me alittle bit crazy...(hmmm....especially for villager). But that's Okay, now it is time for me to improve my writting skills in English, I Love English, I need English, I Want to be able to communicate in English very well. Without mastering English, we can't get a job easily especially in hospitality Industry. So....?

In Hotel, especially at five stars hotels in Bali, communication in English is a must! English is International language, every body must be able to communicate in English. According to my experience in Hotel Padma Bali, Grand Hyatt Bali, mostly communication in English, for example ini briefing and correspondence.

If you want to go abroad, work in Cruise Ship, or in America, please prepare your English well. Otherwise, you will never passed the interview.

How about me?

My English is still poor. I Just only a dreamer someday I could speak in English well, may be someday or in next reincarnation I will have a chance to learn in UK for couple years, so I could guarantee I Could communicate in English like a native.

SUKA DUKA MENULIS TULISAN PARIWISATA DAN PERHOTELAN

Mungkin tulisan kali ini jauh dari teori-teori atau konsep-konsep mengenai pariwisata seperti tulisan-tulisan sebelumnya. Hal ini disebabkan karena 'kejenuhan' dalam menggali ide-ide "mau menulis apa?". Sebenarnya, tidaklah terlalu sulit, karena kalau mau merenung sejenak cukup semenit saja, begitu banyak yang dapat ditulis. Sekali lagi, tulisan ini hanya untuk menyemangati diri saja yang sudah hampir satu bulan tidak menulis di blog tercinta ini.

Sebagai contoh, kalau mau menulis tentang pariwisata, ada banyak aspek yang bisa di amati dan di renungkan, mengingat pariwisata itu sendiri merupakan ilmu lintas sektoral. Ilmu apa pun bisa masuk dalam pariwisata, kedokteran pariwisata, hukum pariwisata, ekonomi pariwisata, pariwisata budaya, perjalanan pariwisata, akomodasi dan restaurant, sumber daya manusia pariwisata, pemasaran pariwisata, dan banyaaaak sekali.....banyaaak......

Kendala yang dihadapi, penulis punya banyak ide, cuma saja kadang-kadang malas sekali mengetik...kadang kala timbul pikiran mau bayar sekretaris buat mengetik..tapi dipikir-pikir lagi, kalau menggaji sekretaris, paling tidak harus sedia uang satu juta tiap bulan...sementara, gaji penulis tidak sampai dua juta rupiah....wahhh...ga cukup dan bisa bangkrut malahan...(belum untuk anak dan istri, transportasi, listrik telepon, air asuransi..dsb)

Yah, mau ndak mau ngetiksendiri deeehhhh...walau ga dapet honor dari blogger, tetap ada rasa puas teramat sangat, karena rranking blog ini terus meningkat, sekarang sudah ranking 9 (versi shinny stat) dulu mulai dari ranking 1 (terbawah), tiap hari paling yang baca cuma satu dua orang, bahkan sempat ga ada yang baca. Sekarang rata-rata yang membuka blog ini diatas sepuluh orang setiap hari...hmmm lumayanlah, sebuah prestasi yang buat saya pribadi cukup memuaskan, paling tidak tulisan tulisan di blog ini akan mampu menginspirasi, bagi pembaca yang ingin menambah refrensi di bidang pariwisata dan perhotelan.

Mudah-mudahan blog ini tidak dihapus oleh blogger, atau di'hack' oleh pihak-pihak yang tidak ingin blog ini berkembang. Meskipun penghasilan dari iklan sudaha lumayanlah buat beli 'sabun dan odol' yaah sebulan paling nggak dari iklan masuk Rp.100.000,- yah sudah cukup senang deeeehhhh...makanya semangat lagi menulis..harapan kedepan, mudah-mudahan bisa sampai 4 juta atau 10 juta sebulan, sehingga penulis bisa santai dan mencurahkan hidupnya untuk menulis dan menulis. Doa-in yaaaaahhhhhh.

Pesan buat adik-adik mahasiswa, yang kebetulan membaca blog ini, mohon dikasi comment setiap tulsian yang dibaca. tinggal di klik aja, dan tulis apa aja...yang bagus..ok, comment yang ga bagus juga ok!.. OKAY pembaca yang budiman, tyang berharap kedepannya tulisan di blog ini semakin tajam, kritis dan bukan hanya menulis teori-teori yang ada di buku-buku...tyang berusaha untuk itu...

Asapunika wantah atur tyang, Klungkung Semarapura, kirang langkung nunas sinampura....


Rabu, Februari 10, 2010

Restaurant

Restoran adalah salah satu jenid usaha pangan yang bertempat do sebgaian atau seluruh bangunan yang permanen, dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan, penyajian dan penjualan makanan dan minuman bagi umum di tempat usahanya dan memenuhi ketentuan persyaratan yang ditetapkan.

Jadi dengan adanya fasilitas rumah makan, para tamu atau pengunjung lainnya dpat membeeli dan menikmati makanan di tempat tersebut.

Jenis – Jenis Restoran Di Dalam Hotel

Dalam sebuah hotel terdapat lebih dari satu macam restoran, antara satu hotel dengan hotel lain jumlahnya berbeda – beda. Hal ini bisa disebabkan karena ukuran hotel, besar kecilnya pelayanan, sistem manajmen, dan pangsa pasar yang dituju.

Pada dasarnya restoran yang ada di dalam hotel dapat dikelompokkan ke dalam tiga bagian besar, yaitu formal dinning room, Informal dinning room, dan Specialties dinning room. Dari ketiga kelompok tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Formal dinning room

Yang dimaksud dengan formal dinning room adalah restoran di dalam hotel yang merupakan high class restaurant. Restoran ini diciptakan ekslukusif sehingga hanya tamu – tamu tertentu yang dapat menikmati hidanga tersebut. Faktor - faktor yang menyebabkan restoran tersebut menjadi prestise bagi hotel adalah :

¨ Peralatan yang dipakai menggunakan bahan – bahan yang mewah.

¨ Cara pelayanan yang secara pribadi

¨ Jenis makanan yang disediakan harganya cukup mahal

¨ Biasanya digunakan untuk jamuan makan lengkap dan resmi

¨ Pada umumnya proses memasak makanan tertentu dapat di lihat atau di depan tamu.

Contoh untuk formal dinning room antara lain :

· Rotisserie : restoran ekslkusif di mana tempat pembakaraan dapat dilihat oleh tamu.

· Grill : restora untuk steak dan chop, yang mana makanan tersebut dibakar menurut selera tamu.

· Cabaret atau supper club : restoran yangmengadakan pertunjukan pada saat makan.

2. Informal dinning room.

Untuk restoran yang sifatnya tidak formal, hotelpun menyediakan fasilitasnya. Beberapa contoh dari informal restaurant tersebut antara lain : coffee shop, tavern, cocktail lounge, pool snack bar, room service.

· Coffee Shop

Coffee shop is a comercial food facilities designed to offer the custumer a meal or sanack in an informal atmosphere whitaout the service, variety, or cost associated with a resaturant and at those times when a restaurant may not be open.

Coffee shop adalah suatu usaha di bidang makanan yang dikelola secara komersial yang menawarkan keada para tamumakanan atau makanan kecil dengan pelayanan dalam suasana tidak formal tanpa diikuti suatu aturan service yang baku (sebgaimana aturan ekslusiif dinning room), jenis –jenis makanan dan harganya lebih murah karena biasanya beroperasi 24 jam maka coffe shop tetap buka ketika restoran resminya sudah tutup.

Bermacam – macam jenis makanan biasanya ditemukan di dalam coffee shop itu sendiri. Di beberapa hotel, makanan dipersiapkan di dapur khusus yang lokasinya biasanya di belakang coffee shop itu sendiri. Sedangkan hotel yang tidak begitu besar akan mempergunakan dapur utama (main kitchen) sebagai tempat menyiapkan makanan, setelah makanan jadi baru dikirim ke coffee shop. Untuk menjaga makanan agar tetap hangat dam segar, makanan disimpan di dalam mesin pemanas (microwave), sedangkan makanan yang dihidangkan dingin akan disimpan di dalam mesin pendingin (referigerator).

· Tavern

Tavern adalah restoran kecil yang berada di dalam hotel, yamng mana disajikan untuk menu utamany adlah bir dan anggur (wines).

· Cocktail Lounge

Cocktail Lounge is a facility that offers custumers a place to have a drink, in a relatively quiete, often dimly lit atmosphere.

Cocktail Lounge aalah suatu fasilitas yang diberikan kepada tamu da pengunjung hotel, suatu tempat yang santai untuk minum dengan suasana pencahayaan yang remang – remang.

· Pool Snack Bar

Pool Snack Bar adalah counter bar kecil yang terletak di tepi kolam renang sebuah hotel. Di samping menyediakan minuman dan makanan kecil, tamu tetaap dapat memesan makanan laindan makanan tersebut akan diambil dari main kitchen.

· Room Service

Room service is a service to a hotel guest where food & Beverage dilevery to the guest’s room

Room service adalah sistem pelayanan terhadap tamu hotel yang mana makanan dan minuman yang dipesan oleh tamu akan diantar dan dinikmati di dalam kamar.

3. Specialties Restaurant.

Specialties Restaurant adalah restoran yang berada di hotel yang menyediakan makanan/maskan khusus. Makanan khusus tersebut biasanya sudah terkenal secara Internasional seperti maskan Jepang, Korea, Italiaa, dan lain – lain.

3. B A R

Bar adalah tempat usaha komersiil yang ruang lingkup kegiatannya

menghidangkan minuman keras dan minuman lain di tempat usahanya.

Dengan adanya failitas bar para tamu dan pengunjung lainnya dapat

membeli serta menikmati minuman di sana. Bar dapat dibedakan menjadi

bebrapa jenis diantaranya :

  1. Snack Bar, yang menawarkan jenis 0 jenis minuman yang sangat terbatas dan makanan kecil (snack)
  2. Cocktail Bar, yang menawarkan berbagai jenis minuman cocktail dengan diiringi alunan musik.
  3. Night Club, khusus dibuka malam hari dengan menawarkan berbagai minuman serta dilengkapi dengan hiburan, dan fasilitas menari/berdansa.

Fasilitas Hotel

Pada dasarnya hotel menyediakan berbagai fasilitas dan pelayanan demi kenyamanan, keamanan, dan kepuasan tamu hotel dan juga bagi mereka yang menggunakan fasilitas dan menerima pelayanan akomodasi, tetapi juga makanan dan minuman, dan fasilitas serta pelayanan lainnya.

Fasilitas pokok bagi tamu hotel yang menginap adalah tempat tidur, makanan dan minuman. Untuk itu hotel menyediakan fasilitas akomodasi (tempat tidur), rumah makan/restoran, dan tempat minum/bar.

1. KAMAR
Kamar tidur (hotel bedrom) dapat diklasifikasikan menjadi beberaa katagori antara lain :
1. Single Room, satu kamar dengan dilengkapi satu single bed untuk satu orang.
2. double Bed, satu kamar tidur dengan dilengkapi dengan satu double bed untuk dua orang.
3. Twin Room, satu kamar tidur dengan dilengkapi dua single bed yang terpisah,masing – masing untuk satu orang. Kamar tidur tersebut dapat dihuni oleh dua orang.
4. Triple Room, bisa berupa twin room atau double room, yang dapat dihuni oleh tiga orang atau dengan menambahkan satu extra bed.
5. Suite Room, suatu kamar yang dilengkapi dengan sebuah double atau twin bed ruang tamu dan dapur kecil.
6. Standard room, yaitu kamar yang ada di dalam hotel yang mana segala perlengkapannya dan fasilitas yang terdapat di dalam kamar sesuai denga standar yang ditetapkan oleh hotel yang bersangkutan. Fasilitas dalam standard room antar alain : tempat tidur, kamar mandi, meja kerja, TV, Telepon, Lemari es, lemari pakaian, dan rak koper. Keistimewaan dari kamar standar adalah harganya yang paling murah dibandingkan kamar lainnya.
7. Deluxe room/superior room, yaitu kamar yang kondisinya setingkat lebih baik dari kamar standar dimana ;
- letak kamar strategis
- arah kamar lebih baik emandangannya
- mutu bahan untuk mebel dan perabotan lebih baik dari standar
- ukuran kamar lebih luas dari kamar standar
8. Suite Room, yaitu kamar yang dilengkapi dengan ruang tamu dan dapur kecil.
9. Studio room, yaitu kamar yang dilengkapi dengan studio bed.
10. Junior suite, yaitu kamar yang berukuran besar yang dilengkapi dengan standard bed dan hide away bed (sofa bed)
11. Twin Bedded Room, yaitu kamar yang dilengkapi dengan dua single bed untuk dua orang.
12. Double Bedded Room, Kamar yang dilengkapi dengan satu tempat tidur besar (double bed) untuk dua orang.
13. Connecting room, yaitu dua kamar yang bersebelahan dimana dihubungkan oleh connecting door (pintu tmbus) yang terletak di dinding pemisah.
14. Adjoinning Room yaitu, kamar yang bersebelahan saling menghadap yang dipisahkan oleh sebuah gang (koridor)
15. Duplex, yaitu kamar yang memiliki satu , dua atau tiga kamar tidur terpisah satu dengan lainnya berbeda tingkat dan dihubungkan oleh sebuah tangga tapi masih dalam satu kamar yang sama.
16. Cabana, yaitu kamar yang langsung menghadap ke kolam renang dengan atau tanpa tempat tidur.0

Organisasi Hotel

Hotel sebagai suatu kegiatan dalam bidang industri pariwisata adalah merupakan suatu badan ( Badan Usaha ) dalam bentuk organisasi. Sebagai suatu organisasi di dalamnya tercakup unsur kumpulan orang (pengusaha dan pegawai/karyawan), unsur proses pembagian kerja (sesuai dengan fasilitas dan layanan), juga sistem kerja sama baik antar orang – orang mmaupun bagian organisasi adalah suatu sistem saling mempengaruhi antar orang dalam kelompok yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Dilihat dari sudut pandang penguisaha kecil, tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan (termasuk juga menyelamatkan investasi yang ditanam) kegiatan usaha bidang perhotelan mencakup beberapa kegiatan pokok (penyediaan dan layanan penginapan, makan dan minum) serta sebagai pelengkap lainnya. Untuk melaksanakan kegiatan – kegiatan tersebut perlu disusun dan dikelompokkan sesuai dengan bidang dan kebutuhannya dengan kejelasan tugas dan tanggungjawab serta hak dan wewenang. Dapat dikatakan bahwa tidak ada dua hotel menggunakan susunan organisasi yang persis sama. Keadaan yang demikian dapat dimaklumi karea ada banyak faktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan seperti keadaan fisik hotel (lokasi, luas area, jumlah kamar, fasilitas – fasilitas, peralatan), personil (kemampuan, jumlah), sistem administrasi dan lain – lainnya. Pada dasarnya susunan organisasi dari suatu hotel berpedoman pada pencapaian tujuansecara efektif dan efesien, oleh karena itu perlu pengarahan dan pengawasan yang terpadu.

Susunan departemen/bagian dalam suatu hotel tergantung dari beberapa faktor, diantaranya adalah lokasi, tipe pelayanan, struktur denah, kemampuan personil, dan tipe kepemilikan biasanya pimpinan/manajemen hotel membagi organisasi hotel dalam tiga kelompok, yaitu :

a. Kelompok yang menghasilkan barang dan jasa/pelayanan untuk dijual kepada tamu hotel.

b. Kelompok yang tidak menghasilkan barang dan jasa /pelayanan untuk dijual kepada tamu hotel.

c. Kelompok yang melayani hotel itu sendiri dan tamunya taapi tidak bertujuan untuk menghasilkan pendapatan.