Tampilkan postingan dengan label PENGERTIAN RESTAURANT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENGERTIAN RESTAURANT. Tampilkan semua postingan

Minggu, Mei 12, 2013

The Real Hotellier (Between Bos and Jongos)



 
Sebagai seseorang yang ingin mengabdikan diri pada dunia hospitality, khususnya di kapal pesiar, hotel dan restaurant, tentunya harus memiliki sikap dan pandangan hidup yang berbeda daripada bekerja dibidang lainnya.Boleh dikatakan, kalau bekerja di hotel harus memiliki sikap "mental bos, kerja jongos". Disini saya katakan harus memiliki "mental bos", karena seorang bos harus memiliki sikap dan jiwa yang pantang menyerah, tangguh, memiliki intelektual tinggi dan soft skill yang sangat baik-inilah yang saya maksud dengan "mental bos". 

Seorang bos harus pandai, memiliki konsep pemikiran (conseptual skill) yang luas, kemampuan berkomunikasi yang baik (verbal dan non verbal), human skill /social skill yang baik dan kemampuan teknik yang baik pula. Berpenampilan harus rapi, tidak ada kumis, jenggot di bagian muka, rambut harus dicukur rapi (tidak boleh berekspresi "punk","glamrock","rocker")-rambut juga mesti di sisir rapi- pakai dasi, baju bersih, celana bersih tidak boleh dilipat-lipat, kaos kaki dan sepatu juga harus bersih, selalu menggunakan deodorant dan penyegar mulut. Inilah sisi "bos" yang harus dimiliki oleh pengabdi hospitality. 

Kerja JONGOS, ya memang, bekerja pada dunia hospitality khususnya di hotel, restaurant,kapal pesiar adalah bekerja sebagai pelayan (jongos), dimana pekerjaannya sangat berhubungan dengan bersih-bersih, melayani orang dan harus selalu berada pada posisi "di bawah". Berada pada posisi "di bawah" artinya, selalu menempatkan diri pada posisi pendengar, yang melaksanakan perintah, tidak boleh berdebat, selalu mengalah, taat pada peraturan, bekerja di bawah tekanan- "The Guest/passenger is The King"- ya begitulah pekerjaan yang harus dilakukan, memang membutuhkan banyak kesabaran.

Pengalaman waktu kerja di kapal pesiar, sekitar 15 tahun lalu memang membawa kenangan tersendiri yang tentunya tidak terlupakan dalam hidup. Waktu itu sekitar awal Mei,  berangkat dari Ngurah Rai ke Genova, Italia. Rasanya tidak percaya waktu itu akan melakukan perjalanan jauh ke Eropa, karena sebelumnya sudah sangat puas dapat training dan bekerja di Singapura. Aku selalu berpakaian rapi, pakai dasi dan jas khususnya pada saat berangkat ke Italia waktu itu. Teman-teman juga kebanyakan demikian, khususnya yang sempat mengenyam sekolah perhotelan sama seperti aku. Inipun kulakukan atas saran dosen-dosen perhotelanku untuk selalu berpenampilan profesional, apa lagi ke negeri orang. Perjalanan yang kutempuh waktu itu sangat mengesankan, bayangkan saja, dari Ngurah Rai ke Singapura, dari Singapura ke Frankfurt, Frankfurt ke Milan dan dari Milan baru naik Bus ke Genova. Wah ini wisata gratis layaknya Bos yang berpesiar setelah meraup komisi atas sisa hasil usaha. Selanjutnya kami sampai di kapal tempat kami bekerja, yaitu MV.Melody- wah kapalnya besar sekali (...soalnya pertama kali lihat kapal pesiar sebesar itu, dengan panjang 250 meter - 300 meter, dan tinggi lebih dari Grand Bali Beach). Di sana kami bertemu crew dari berbagai bangsa (Filipina, Samoa, Honduras, Rumania, Turki dan Italia)

Sebagai crewship member, kami diberikan kabin, dimana satu kabin ditempati oleh dua orang crew. Syukur sekali saya dapat menempati kabin bersama teman dari Bali, jadinya tidak terlalu banyak beradaptasi masalah budaya. Kabin yang ditempati tidak besar, ruangannya berbentuk kotak besi persegi panjang ukuran 2 x 3 meter dengan tinggi ruangan 2 meter. Nomor kabin yang ditempati waktu itu 105, dengan tempat tidur bertingkat, full ac, tv, music-hot and cold running water, but no view, karena kabin kami terletak 5 meter dibawah permukaan laut!

Pekerjaan yang kami lakukan pertama waktu itu adalah bersih-bersih, karena situasi kapal masih "dry dock", pekerjaannya mengganti karpet, korsi dinning room dan Lido, vacuuming, dan membawa barang-barang kebutuhan dari pelabuhan menuju "store" di kapal. Waktu bekerja jam 06.00 - 20.00. Hari pertama betul-betul membuat seluruh tubuh terasa remuk, terutama bagian kaki yang pegal sekali. Kurang lebih 2 minggu kapal dry dock selanjutnya mulai cruise pertama.

Route Cruise pertama, yakni Genova(Itali)-Napoli-Palermo-Tunisia-Palma de Malorca(Spain) -Barcelona-Marceille (France) -Genova.
Route Cruise kedua, yakni Genova-Napoli-Palermo-Syria-Port Said (Egypt)-Katakolon (Greece)-Marceille (France) dan Genova.
Ada beberap route cruise ke Cassa Blanca (Afrika), Funchall (Portugal) dan menyebrang ke St.Martin (America) dan cruise di Karibia.

Pekerjaan waktu itu sebagai asisten waiter (Commis de rank), melelahkan juga, karena schedule kerja 06.00 s/d 02.00 selama 7 hari seminggu no off daya dalam satu kontrak. Bangun Jam 5.30, mandi langsung naik ke dinining rom untuk handling breakfast sampai 10.30, kemudian cleaning and preparing for lunch s/d 11.00. Istirahat setengah jam (kadang-kadang bodrill / solas sehingga tidak sempat istirahat) langsung melayani lunch dari 12.00 s/d 14.30, kemudian istirahat 1 jam, 15.30s/d 17.30 melayani tea time, istirahat satu jam, 19.00 s/d 23.00 melayani dinner (first sitting dan second sitting), istirahat satu jam, kemudian 24.00 s/d 02.00 melayani Supper. It is verry nice.....

Kerja di kapal pesiar memang betul-betul menempa mental hospitality, karena maaf, sering kali bekerja di kapal pesiar (pada jaman saya)  kurang lebih suasananya seperti 'perbudakan'-kerja sangat keras(durasi 9 s/d 12 bulan), pergesekan antar crew sering terjadi, didepan passenger harus pasang muka manis, namun sampai di galley semua unek-unek keluar dengan bahasa "manna chamaron" "ave sesor" "murtakidamur" dan berbagai umpatan. Belum lagi jika ombak dan badai "menggoyang" tidak heran piring, gelas, meja sampai hancur dan pecah belah-membuat suasana semakin "very nice".  Satu hal lagi, pada saat bekerja, antar crew sering saling umpat dibelakang/galley (maklum saja, we work in rush time and under high pressure), namun ketika jam istirahat kami semua kembali pada suasana akrab dan hangat, bahkan kalau kapal sedang "nge-port" sering kali kami minum bir sambil bernyanyi dan mancing bersama.

Berdasarkan pengalaman yang di dapat di kapal pesiar, di sini saya menilai bahwa apa yang diberikan pada waktu kuliah di sekolah pariwisata (khususnya PDSP), memang betul-betul sangat bermanfaat dalam menghadapi suasana bekerja yang penuh dengan tekanan, dimana kekuatan fisik dan mental merupakan hal yang sangat utama, dan memang itu dibutuhkan. 

Bukti menunjukkan, kerja di hotel dan kapal pesiar, meskipun Bekerja seperti JONGOS, tetapi Gaji BOS (dengan syarat, bisa berhemat, tidak main judi, tidak main perem...n, dan rajin menabung), dan memang betul setelah bekerja sekian kali di kapal pesiar, seseorang mampu menjadi pengusaha yang memiliki karyawan (jadi BOS).*bay :)






(Ide tulisan ini muncul jam 3 pagi, setelah bangun dari tidur selepas malam mingguan bersama keluarga.)
Terimakasih untuk www.blogspot.com, melalui media ini  boleh belajar menulis, walaupun amatiran, tapi paling tidak 'adalah' sesuatu yang dapat dibagikan kepada sobat-sobat di seluruh dunia mengenai sekelumit pengalaman hidup pada dunia perhotelan dan pariwisata. Jujur aja,  merasa sangat beruntung memilih dunia pariwisata sebagai lahan hidup yang menghidupi, karena pariwisata adalah sebuah ilmu yang relatip masih baru di Indonesia-jadi masih banyak ruang kosong yang dapat  diisi sesuai dengan pengalaman dan kemampuan.

Senin, Februari 06, 2012

Pengertian Hotel dasn Restaurant



A. Pengertian Hotel

Agusnawar menyatakan bahwa kata hotel berasal dari kata “Hospitium” ( bahasa latin ) yang artinya ruangan tamu yang berada dalam monastery. Kata hospitium dipadukan dengan kata hospes dari bahasa prancis, menjadi hospice. Dalam perkembanganya, kata hospice berubah menjadi hostel. Lambat. Laun huruf ‘’s’’ pada kata hostel tersebut dihilangkan, sehingga dirubah menjadi hotel.

Menurut Darmadjati ( 2001 : 65 ) “Hotel adalah jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan, jasa penginapan, makan serta minum serta jasa lainnya bagi umum dan dikelola secara umum”.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan seluruh atau sebagian bangunan yang menyediakan jasa penginapan, pelayanan makan dan minum, serta jasa lainnya bagi para wisatawan yang melakukan perjalanan, yang pengelolaanya dilakukan secara komersial.

B. Pengertian Restoran

Menurut Agusnawar dinyatakan bahwa Restoran adalah “bagian dari suatu hotel yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan makan dan minum untuk para tamu yang menginap disuatu hotel dan untuk kalangan umum”.

SK Mentri pariwisata dan komunikasi No.KM73/PW 105/MPPT-85 menjelaskan bahwa Restoran adalah “suatu jenis usaha dibidang jasa pangan yang bertempat sebagian atau seluruh bangunan yang permanen dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan,penyajian, dan penjualan makanan dan minuman untuk umum”.

Menurut Suarthana dan kawan kawan ( 2006 ) Restoran adalah “tempat usaha yang komersial yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan hidangan hidangan serta minuman ditempat usahanya”.

Sedangkan menurut Sugiarto dan Sulartiningrum (2001) Restoran adalah “suatu tempat yang identik dengan jajaranan meja – meja yang tersusun rapi, dengan kehadiran orang, timbulnya wangi semerbak dari dapur dan pelayanan pramusaji, berdentingnya bunyi bunyian kecil karena persentuhan gelas gelas kaca atau porselen yang menyebabkan suasana didalamnya menjadi lebih hidup”.

Dari pengertian atas dapat disimpulkan bahwa Restoran adalah tempat usaha yang dikelola secara komersil yang menyediakan hidangan hidangan dan minuman yang identik dengan jajaran meja - meja yang tersusun rapi serta pelayanan para pramusaji dan berdentingnya bunyi bunyian karena persentuhan gelas gelas, yang membuat suasana lebih hidup.

C. Klasifikasi Restoran

Menurut Sugiarto dan Sulartiningrum (2001) pada dasarnya restoran yang berada dalam suatu hotel dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu Formal Dining Room, Informal Dining Room, dan Specialities Dining Room.

1.Formal Dining Room

Merupakan Restoran yang terdapat dalam suatu hotel, yang merupakan Restoran High class yang diciptakan sedemikian eksklusif, sehingga hanya tamu tamu tertentu saja yang dapat menikmati hidangan yang ada di restoran ini. Restoran ini dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:

a. Rotieserie adalah restoran eksklusif, dimana tempat pembakaran dapat dilihat tamu.

b. Grill Restaurant adalah restoran untuk steak atau chop yang mana, makanan tersebut dimasak menurut selera tamu.

c. Supper Club Restaurant adalah restoran yang mengadakan pertunjukan, pada saat para tamu menikmati hidangannya.

2. Informal Dining Room.

Merupakan Restoran yang sifatnya tidak formal yang dimana pihak hotel menyediakan fasilitas yang dibutuhkan oleh restoran tersebut. yang dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

a. Coffee Shop merupakan suatu bidang usaha dikelola secara komersial yang menawarkan makanan serta minuman kepada tamu yang sifatnya tidak formal.

b. Pool Snack Bar merupakan counter bar kecil yang terdapat ditepi kolam renang yang terdapat pada suatu hotel yang menawarkan makanan dan minuman.

c. Room Service merupakan sistem pelayanan makanan dan minuman pada suatu hotel dimana tamu dapat memesan makanan dan minuman dari dalam kamar dan pesanan tersebut akan diantarkan ke dalam kamar.

3.Specialities Restaurant

Merupakan Restoran yang berada didalam suatu restoran yang menyediakan makan atau masakan khusus, masakan khusus tersebut biasanya sudah terkenal secara internasional seperti pada masakan jepang, korea, itali dan lain lainnya.

Sedangkan menurut Marsum ( 2000 ; 7-11 ) ada tujuh klasifikasi restoran yaitu:

a. A La Carte Restaurant adalah Restoran yang telah mendapatkan ijin penuh untuk menjual makanan dan minuman lengkap dengan banyak variasi. Dimana konsumen bebas memilih sendiri makanan yang mereka kehendaki dimana setiap jenis makanan memiliki harga tersendiri yang berbeda beda.

b. Table D’hote Restaurant adalah Restoran yang khusus menjual menu yang lengkap (dari hidangan pembuka sampai penutup) dengan harga yang telah ditentukan pula.

c. Cafetaria Atau Cafe adalah Restoran kecil yang mengutamakan penjualan kue, roti, kopi, dan teh. yang pilihan makanannya terbatas dan tidak menjual minuman beralkohol.

d. Inn Tavern adalah Restoran dengan harga yang terjangkau yang dikelola oleh perorangan ditepi kota.

e. Snack Bar atau Milk Bar adalah Restoran dengan tempat yang tidak begitu luas yang sifatnya tidak resmi dengan pelayanan yang cepat dimana konsumen mengambil makanannya sendiri dan dibawa sendiri kemeja makan.

f. Speciality Restaurant adalah Restoran yang suasananya disesuaikan dengan tipe khas makanan yang disajikan.

g. Family Type Restaurant adalah Restoran sederhana yang menghidangkan makanan dan minuman dengan harga yang relative murah terutama menyediakan makanan dan minuman kepada tamu tamu keluarga maupun rombongan.

Pengertian Rstaurant


Menurut Sulartiningrum (2003 : 77) : “Restoran adalah suatu tempat yang identik dengan jajaran meja - meja yang tersusun rapi, dengan kehadiran orang, timbulnya aroma semerbak dari dapur dan pelayanan pramusaji, berdentingnya bunyi-bunyian kecil karena persentuhan gelas-gelas kaca, porselin, menyebabkan suasana hidup di dalamnya”.

Pendapat lain menyatakan : “Restoran adalah suatu tempat atau bangunan yang di kelola secara komersial, yang menyelenggarakan pelayanan yang baik kepada semua tamunya baik berupa makanan maupun minuman”.(Marsum, 2005 : 7)

Menurut Arief (2005 : 31) bahwa : ”Restoran adalah suatu industri yang tak terbatas, yaitu industri yang melayani makanan dan minuman kepada semua orang yang jauh dari rumahnya, maupun dekat dari rumahnya.”

Dari pengertian-pengertian di atas, dapat dinyatakan bahwa restoran adalah suatu tempat atau bangunan yang dikelola secara komersil yang menyediakan pelayanan yang baik kepada tamu, baik berupa pelayanan makanan atau minuman dengan fasilitas yang memadai, menyebabkan suasana hidup di dalamnya.

Daftar Pustaka

Arief, Abd. Rachman. 2005. Pengantar Perhotelan dan Restoran. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Marsum W.A. 2005. Restoran dan Segala Permasalahannya. Yogyakarta : Penerbit Andi.

Sulartiningrum. 2003. Pengantar Akomodasi dan Restoran. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.