Rabu, Februari 03, 2010

OBSERVASI UNDANG-UNDANG KEPARIWISATAAN NO. 9 TAHUN 1990

TELAAH/OPINI

Bab 1 Pasal 1.

  1. Definisi pariwisata kabur dan tidak memberi pengertian yang jelas tentang apa arti atau definisi pariwisata sebenarnya, sehingga bagi orang yang awam tentang pariwisata, definisi ini justru membingungkan.
  2. Pada definisi wisatawan juga kurang memberi pengertian yang dalam bahwa sebanarnya kita mengenal ada wisatawan dan pelancong. Pada undang-undang ini tidak memberi perbedaan antara wisatawan dengan pelancong (tourist dengan excursionist). Tourist/wisatawan adalah orang-orang yang melakukan perjalanan ke suatu tempat atau negara lain tanpa ada tujuan untuk mencari nafkah dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 24 jam (eat least 24 hours), sedangkan pelancong/excursionist adalah orang yang bepergian ke tempat lain tanpa ada tujuan mencari nafkah, dalam jangka waktu kurang dari 24 jam (less than 24 hours).
  3. Pengertian kepariwisataan sangat kabur yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelanggaraan pariwisata. Hal ini sangat memungkinkan pemahaman yang keliru bagi masyarakat yang membacanya karena tidak dicantumkan hal-hal apa saja yang berkaitan dengan pariwisata.

Bab 2 Pasal 3:

  1. Tujuan penyelengaraan kepariwisataan adalah memperkenalkan, memdayagunakan, melestarikan, dan meningkatkan mutu objek wisata. Pada kenyataannya memang telah berjalan seperti yang dicantumkan, terbukti bahwa pariwisata dapat menegenalkan kekayaan dan daya tarik berbagai tempat di negara kita kepada negara luar.
  2. Namun pada bagian selanjutnya, tujuan kepariwisataan yakni untuk memeratakan kesempatan kerja belum sepenunya kita lihat aplikasinya sampai ke Grass Roots. Banyak tenaga local yang masih belum ambil bagian dalam kegiatan pariwisata dan investor lebih tertarik menggunakan tenaga kerja asing terutama sebagai top management dalam menggarap usahanya di bidang pariwisata (hotel, restoran, dan lain-lain). Kalaupun menggunakan tenaga kerja local, jumlahnya sangat kecil dan ditempatkan pada level-level bawah.

Bab III Pasal 5

Pengusahaan objek dan daya tarik wisata dilakukan dengan cara mengusahakan, mengelola dan membuat objek-objek baru sebagai objek dan daya tarik wisata sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 4. Hal ini tentu membawa efek yang positif untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi bagi maayrakat untuk menggali potensi-potensi baru untuk dikembangkan, namun seringkali pengembanagan baru ini “kebablasan” karena tujuan untuk meraup keuntungan yang maksimal, sering pengelola objek wisata lupa akan kapasitas/daya dukung lingkungan (carrying capacity) objek yang dikelola, sehingga tidak jarang objek ini mengalami suatu tahapan yang paling mengerikan dalam “lifecycle” produk wisata itu sendiri yaitu mengalami tahap “decline” . Hal ini sangat mungkin terjadi, karena tidak adnya kesadaran dan pemahaman yang jelas tentnag isi undang-undnag pariwisata teruatama Bab III pasal 6 bahwa pembangunan objek dan daya tarik wisata harus memperhatikan:

    1. Kemampuan untuk mendorong peningkatan perkembangan kehidupan ekonomi dan social budaya.
    2. Nilai-nilai agama, adat istiadat, serta pandangan-pandangan nilai yang hidup dalam masyarakat.
    3. Kelestarian budaya dan mutu lingkungan
    4. Kelangsungan usaha pariwisata itu sendiri

Bab 5 pasal 30

  1. Masyarakat berhak berperan serta dalam proses kebijakan dan pengambilan keputusan mengenai objek wisata yang dikembangkan di daerahnya. Namun pada kenyataannya yang terjadi justru masyarakat hanya dijadikan penonton dan bahkan korban dalam pembangunan fasilitas kepariwisataan, sehingga meskipun ada beberapa objek dan daya tarik wisata yang ditentang pembangunannya oleh masyarakat setempat, tetapi tetap saja proyek dibangun dengan alasan ijin dari pemerintah sudah didapatkan. Dalam hal ini terlihat undang-undang tersebut belum dijalankan secara konsisten dan konsekuen.

Bab 7 pasal 35

Dicantumkan barangsiapa melakukan perbuatan melawan hak, dengan sengaja merusak,….. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau denda setinggi-tingginya Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah). Namun tidak dijabarkan secara jelas bentuk pengurasakan yang bagaimana yang dimaksud sehingga dapat merusak fungsi objek wisata. Tidak ada batasan yang jelas akan proses dan jenis pengrusakan yang dimaksud sehingga masyarakat awam tidak memahami apa yang dimaksud oleh undang-undang tersebut karena dalam penjelasan undang-undangpun tidak dapat ditemui makna dan penjelasaannya.

Demikianlah kira-kira tulisan saya yang mewakili pemikiran dan pemahaman saya yang dangkal dan awam terhadap hukum dan undang-undang dalam hal ini undang-undang kepariwisataan.

EKOWISATA dan PARIWISATA DUNIA

Ekowisata di Costa rica tidak terorganisir sampai akhir tahun 1970 –an. Kebanyakan dari 300.000 wisatawan yang datang berasal dari Amerika Serikat menjadikan kota San Jose sebagai tjuan wisata. Ekowisata pertama kali diprakarsai oleh pihak swasta antara lain Costa Rica Travel & Expedition, Costa Takal Rican –Owned dan Horizontes pada tahun 1980-an.

Pariwisata di daerah – daerah sulit
Studi kasus Bradford, Bristol, Glasgow dan Hamm.
Pengembangan pariwisata di daerah daerah sulit seperti Bradford, Bristol, Galssgow dan Hamm mengalami kesulitan atara lain: jumlah pengunjng yang sangat sedikit, kondisi sosial ekonomi yang kurang baik, dan tidak adanya infrastruktur pariwisata. Potensi daerah dan strategi tertentu telah diteliti sehingga akhirnya dapat disimpulkan bahwa daerah tersebut hanya bisa dipasarkan dalam pasar tertentu. Pemanfaatan sumber daya manusia yang dilakukan sejauh ini untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Organisasi Kepariwisataan
Pengelolaan pariwisata sebagai suatu aktivitas telah mengalami perbahan organisatoris, berada di bawah suatu manager pemasaran. Anggaran ditetapakan pada tahun 1980 adalah  100.000 dan meningkat pada tahu 1984 menjadi 125.000.


Sumber Daya Manusia
Bradford
Ada 80 lebih tour operator menjual/memasarkan daerah ini. Bradford memiliki musium nasional, warisan yang unik, yang berpusat pada industri wol, jalan kereta api, air lembah yang bernilai tinggi, budaya, dan Howarth tempat ziarah yang paling populer serta yang berkaitan dengan keususastraan dadalh Stafford. Acara – acara televisi telah mengarahkan perhatiannya pada sumber daya alam yang ada. Moorland Liikely dab Haworth, dan menarik pengunjung ke Yorkshire utara dan Scotlandia. Pemasaran pariwisata ini sangat berhasil dehingga mendapat penghargaan dalam pengembangan kepariwisataan tahun 1982. Pengembangan pariwsiata pada saat itu telah menarik modal yang dimiliki perseorangan. Hotel – hotel dibangun secara besar – besaran. Dewan keuangan telah menginvestasikan banyak uang untuk membangun Hall George (aula) untuk konser – konser atau pertemuan. Delius Festival pada Bulan Mei 1985, Gelanggang balapan mobil kelas dunia menjadi daya tarik dan Bali musik Alhambra diperbaharui dengan menelan biaya yang sangat banyak. Investasi lain yang dilakukan adalah memperbaiki infrastruktur yang rusak seperti perluasan Leeds/pelabuhan udara Bradford agar dapat menarik lebih banyak pengunjung.

Yang menjadi ancaman dalam pengembangan pariwisata di Bradford adalah
1. kondisi sosial ekonomi yang msih lemah di daerah tertinggal di suatu kota yang memiliki populasi imigrasi tinggi.
2. Rendahnya pendapatan daerah/regional
3. Tidak adaya sumber daya untuk pengembangan pariwisata
4. Persiangan yang tinggi dalam liburan jangka pendek.

Bristol
Pemasukan di daerah ini tidak wajar Sampai pada ditemukannya pelabuhan mengapung di Bristol. Pelabuhan ini telah dikembangkan/dipilih dalam proyek percontohan di sebuah program tourism development action program (TDAP). Strategi pemasaran yang dilakukan adalah memasarkan kepada pengunjung asing yang datang dalam jangka pendek dan kepada special interest tourist. Melakukan konfrensi dan pameran – pameran juga juga sangat mendukung strategi ini.
Atraksi atau daya tarik yang dimiliki Dockland adalah dibangunnya kembali Brunei’s Britain raya, stasiun minuman beralkohol, kuil, gudang yang diubah menjadi hotel , media dan pusat seni, tempat khusus untuk berbelanja, museum industri dan museumsekoci penolong, pusat rekreasi air, dan tempat untuk peziarah. Dalam tahun 1984 Bristol dipromosikan secara besar – besarandalam pengembangan pariwisatanya. Saat ini Bristol dipasarkan oleh 19 tour operator. Sebagi atraksi/daya tarik istimewa adalah perahu motor cepat, dan adu kecepatan perahu motor, pesta balon tahunan.
Permasalahn yang dihadapi Bristol adalah persaingan local, kurangnya sukungan organisasi perusahaan dan keterbatasan anggaran.

Glassgow
Sebagai kota besar di skotlandia, Glassgow sangat baik untuk menarik wisatawan local maupun asing terutama dari Amerika Serikat. Dalam bentuk bangunan, Glassgow memiliki banyak arsitektur Victoria, bangunan khusus Charles Rennie Macintosh, museum yang luas , dan kebun yang luas. Glassgow juga memiliki tradisi budaya yang diadakan dalam festifal 50 minggu sekali. Suatu promosi “selamat datang di Glassgow” merupakan suatu program acara yang menarik “ex-glasswegian“ untuk kembali yang dilanjutkan dengan suatu promosi “Glasgow Miles lebih baik” melingkupi desa, danau/teluk Lamond yang merupakan asset alam utama.
Masalah yang dihadapi Glassgow adalah yang berkenaan dengan pasar pariwisata yaitu mencoba untuk memperoleh wisatawan untuk singgah ke Skotlandia. Untuk membantu dua pusat rekreasi. Tugas dari daerah ini adalah meyakinkan orang – orang yang cukup berpengaruh untuk membelanjakan uangnya per orang minimal 3 kali. Misalnya kedatangan wisatawan domestik, perdanganan Skotlandia memberi pemasukan besar untuk Skotlandia. Sama halnya dengan Bristol, Glassgow juga berharap dapat menarik lalulintas konfrensi dan penetapan biaya pameran yang dibantu oleh rati Glassgow. Permasalahan yang dihadapi pengembangan kepariwisataan Glassgow adalah masalah pengangguran dan peraiangan dengan Edinburgh dan peluang utama yang dimiliki adalah memasarkan daya tarik utama merupakan kunci dalam pasar asing seperti festifal berkebun berskala besar di kota tersebut pada tahun 1988.

Hamm
Kepariwisataan di daerah ini mengalami kemerosotan dalam kunjungan wisatawan . Jumlah akomodasi pada tahun 1975 berjumlah 32.000 menjadi 22.000 pada tahun 1982. Walaupun length of stay meningkat dari 1,5 malam menjadi 1,9 malam, tetapi jumlah kamar terjual mengalami penurunan dari 47.000 pada tahun 1975 menjadi 42.000 pada tahun 1982. Sampai saat ini Hamm memiliki sumber daya alam berupa bangunan untuk menarik wisatawan yang sebagaian besar berupa museum. Sebagai tuan rumah, pameran berkebun Bulan april 1984, investasi pantas dipertimbangkan yang dapat mendukung pengembangan pariwisata. Menurut rovinski (1991) harus ada prioritas pemanfaatan wilayah yang dilindungi untuk aktivitas yang bersifat merusak dan menguntungkan seperti wkowisata. Pengembangan ini menargetkan wisata alam dan wisata petualang untuk dikejar diantara peluang pasar yang ada.
Sesudah itu kedatangan wisatawan nternasional tumbuh di atas 500.000 pada tahun 1992. 50% dari wiatawan tersebut mengunjungi taman nasional, meningkat dari tahun 1986 menjadi 20 %. Bagaimanapun juga arti wkowisata menjadi alas an utama kedatangan wisatawan, sedangkan 72,3 % karena kekaguman terhadap kecantikan Costa Rica.
Pertumbuhan ekowisata di Costa Rica juga menunjukkan bukti – bukti tentang dampaknya. Sebagai contoh sepertiga dari 30 agen perjalanan menyediakan devisa penting untuk ekowisata. Agen perjalanan ekspedisi Costa Rica telah menarik 20.000 client tiap tahunnya. ¾ pengunjung ekowisata masing – masing membelanjakan uangnya rata – rata US $ 148 per hari.. Dalam tahun 1989 13.000 tourist ekowisata membelanjakan uangnya sebanyak US$ 29.000 sedangkan Rara, daerah yang dekat dengan Avis menghasilkan pendapatan US $ 80.000 per tahun. Pendapatan secara nasional tidak begitu nampak, tetapi dampak ekonomi terhadap daerah local sangat penting. Dampak social ekonomi menurut Turtuguero, masyarakat menjadi sangat tergantung pada pekerjaan sambilan karena kedatangan wisatawan. Dampak lingkungan dari ekowisata polusi air, erosi jalan kecil, dan berubahnya perilaku rimba dicatat oleh Taman Nasional manuel Antonio (Rovinski,1991). Sangat disayangkan kebanyakan taman masih kekurangan rencana manajemen yang bisa mendukung, SDM yang terlatih, meneliti daya dukung, dan tujuan pengembangan yang bersifat komersial. Sebagai contoh, tidak lebih dari 25 pengunjung diijinkan untuk melihat kura – kura laut yang bersarang di Pantai Nancite, taman nasional Saint Rose. Mencatat peningkatan kunjungan wisatawan internasional dari 50.000 menjadi 250.000, wood memperingatkan bahwa taman sedang menjadi korban kesuksesan dari kunjungan wisatawan yang berlebihan. Masalah yang lebih luas lagi adalah penebangan hutan secara liar dapat mengancam hampir semua tempat yang masih alami. Sumber daya budaya yang ada adalah kebun binatang , hall atau aula pameran, hall concert terbuka. Di samping itu ada 6 juta orang tinggal dalam setiap 60 mil di daerah Hamm, sehingga potensi pengembnagan pariwisata sangat tinggi. Pengembangan ke depan diarahkan pada pameran perkebunan. Sebagai contoh taman kehidupan rimba telah direncanakan sama halnya dengan Energon (suatu museum tehnologi tinggi) yang dapat disamakan dengan Philip Erolion, Holland yang dibiayai oleh 50% biaya pribadi dan 50 % biaya publik dimana pameran energi matahari dipertunjukkan. Diharapkan ada pertunjukan dan hiburan menarik wisatawan sepanjang tahun 1975 – 1985 hanya 50 hotel yang baru dibuka oleh Hamm dengan maksimum60 kmar tidur. Tetapi dalam tahun 1983 ada 220 kamar hotel telah sukses beroperasi. Kemajuan pantas dipertimbangkan membuat sebuah kota menjadi menarik telah mendorong kedatangan wisatawan secara langsung. Dalam tahun 1984 pameran perkebunan telah mengubah gambaran kota Hamm dan pengembangannya. Lagipula penambahan hotel mewah telah membuka konfrensi wisatawan daerah. Peningkatan adalah diakaibatkan oleh karena penanaman modal pada proyek – proyek pengembangan DTW secara luas.



KESIMPULAN
Pembangunan pariwisata di daerah – daerah sulit merupakan strategi untuk meningkatkan ketenagakerjaan dan kemakmuran. Paket – paket liburan diperkirakan dapat menciptakan lebih dari 200 pekerjaan . Pengembangan pariwisata secara keseluruhan di Hamm telah menyokomh 1000 pekerjaan.
Suatu usaha pemasaran perlu ditargetkan suatu segmen pasar. Sukses tidak bis dicapai tanpa dukungan sector swasta. Pemilik hotel chain, tour operator, agen perjalanan, fasilitas daerah local dan sector swasta harus dilibatkan dalam pengembangan pariwisata nasional akan berkembang maju.

Biro Perjalanan Wisata

Biro Perjalanan Wisata adalah merupakan elemen yang penting dalam proses pelayanan terhadap wisatawan. Sebagian besar wisatawan menggunakan jasa Biro Perjalanan Wisata (Yoeti, 2002). Peranan Biro Perjalanan Wisata (BPW) adalah sebagai salah satu jembatan bagi wisatawan untuk dapat menikmati obyek wisata pada suatu daerah tujuan wisata. Hal ini ditegaskan oleh McIntosh dan Goeldner (1986) bahwa BPW berperan sebagai jembatan yang sangat penting antar penyedia jasa utama produk pariwisata, seperti halnya terhadap jasa angkutan dengan para konsumennya. Sebagai jembatan penghubung (Cooper, et al, 1993) menyebutnya sebagai intermediary karena fungsinya untuk mempertemukan pembeli dan penjual secara bersama, juga untuk menciptakan pasar yang sebelumnya tidak ada, untuk membuat kegiatan yang telah ada menjadi lebih efektif dan efesien, dan juga untuk memperluas pemasaran itu sendiri.

Produk pokok Biro Perjalanan Wisata adalah transportasi, akomodasi, dan paket perjalanan (package tour), yang lebih pokok lagi adalah menjual tiket pesawat (Foster, 1994). Dari hasil penjualan jasa-jasa tersebut, Biro Perjalanan Wisata memperoleh keuntungan berupa komisi-komisi dari mitra kerja yang diajak bekerjasama. Mitra kerja tersebut antara lain terdapat pada obyek-obyek wisata serta jasa-jasa kegiatan-kegiatan selama dalam perjalanan berwisata.

Rabu, Januari 27, 2010

KEAMANAN TRANSAKSI DAN PARIWISATA

Pariwisata adalah sebuah industri besar yang menjanjikan banyak keuntungan. Industri ini sangat membutuhkan stabilitas, atau dengan kata lain, industri ini sangat volatil/labil terhadap perubahan-perubahan. Beberapa minggu terakhir bulan Januari 2010 terjadi pembobolan kartu atm di beberapa bank terkemuka seperti BNI, BCA dan BRI.

Keadaan ini tentunya berdampak tidak baik bagi kepariwisataan di Bali. Wisatawan tentunya merasa tidak nyaman dalam menggunakan perangkat transaksi elektronik. Masyarakatpun merasa cemas karena khawatir dana yang tersimpan di Bank akan hilang.

Para pelaku pembobolan rekening nasabah diperkirakan menggunakan perangkat yang cukup murah, yang dapat dibeli dengan mudah secara online. Pakar teknologi informasi digital forensik Ruby Z Alamsyah menduga pembobolan dengan modus tersebut dilakukan oleh sindikat yang bekerja secara rapi dan profesional. Menurut Ruby, pencurian uang nasabah melalui transaksi ATM ini hanya bisa dilakukan dengan menggunakan peralatan canggih. Bahkan untuk memperoleh peralatan tersebut tidak membutuhkan biaya yang terlalu mahal. "Setidaknya, ada tiga empat alat yang digunakan untuk mencuri uang nasabah melalui ATM. Alat itu adalah ATM skimmer, spy camera, magnetic writer, dan alat untuk membuat kartu ATM palsu,” katanya kepada Koran Seputar Indonesia, kemarin. Dia menuturkan, bukan hal sulit untuk mendapatkan seluruh peralatan itu karena hanya membutuhkan modal sekitar USD1.000 hingga USD1.500 atau tidak lebih dari Rp15 juta rupiah. "Apalagi seluruh peralatan itu bisa dibeli melalui internet," tambahnya.

Sulit bagi nasabah untuk melakukan langkah antisipasi. Salah satu yang bisa dilakukan nasabah, kata Ruby, adalah dengan mengenal betul alat ATM skimmer itu. Sayangnya nasabah di Indonesia belum paham bagaimana bentuk ATM skimmer sehingga perlu sosialisasi untuk mengenal alat itu.Menurut Ruby, dalam kasus ini, tanggung jawab antisipasi berada di industri perbankan. Kejadian ini menunjukkan bahwa prosedur keamanan bank masih belum optimal.

Oleh karena itu perlu diperkuat sistem keamanan dalam bertransaksi. Sebuah tantangan bagi dunia perbankan kita dan pakar Information and Technology untuk mengembangkan sistem yang mampu mencegah terjadinya kasus pembobolan ATM yang sangat meresahkan masyarakat dan mengganggu kenyamanan para wiatawan dalam melakukan transaksi.

Selasa, Januari 26, 2010

Human Relations dalam Industri Pariwisata

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Hubungan antar manusia merupakan hal yang penting dalam kelancaran suatu kegiatan apapun,terutama dalam suatu organisasi ataupun pekerjaan. Karena suatu hubungan antara manusia yang baik akan menciptakan suatu keharmonisan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Manusia merupakan individu yang berbeda-beda maka secara langsung atau tidak langsung akan menciptakan permasalahan besar maupun kecil. Maka diperlukan diperlukan penguasaan Human Relations yang baik untuk memecahkan masalah yang ada. Seiring berjalannya waktu, Human Relations sangat penting fungsinya dalam kehidupan masa kini terutama untuk seorang supervisor hotel yang tugasnya mengawasi para bawahannya sehingga bisa menciptakan hubungan yang harmonis dengan para karyawan maupun dengan para tamu hotel. Terutama sebagai supervisor menguasai ilmu hubungan antar manusia khususnya dalam industri perhotelan, akan mempermudah kinerjanya untuk berinteraksi dengan tamu-tamu hotel, kolega, atasan maupun bawahannya sehingga standar operational procedur bisa berjalan dengan baik.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa definisi dari hubungan antar manusia ( Human Relations)?

2. Apa sasaran utama dalam mempelajari ilmu hubungan antar manusia?

3. Apa prinsip-prinsip hubungan antar manusia?

4. Bagaimana korelasi hubungan antar manusia dengan profesi supervisor?

1.3 TUJUAN PENULISAN

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui betapa penting adanya Human Relations dalam suatu perusahaan atau hotel dimana fungsinya adalah untuk mengetahui keluhan dan keinginan dari pelanggan yang dimiliki sehingga kita bisa mengetahui kekurangan-kekurangan dari perusahaan yang dijalankan sehingga kekurangan-kekurangan yang ada bisa dikaji kembali untuk meningkatkan kualitas perusahaan.

BAB II

PEMBAHASAN

HUMAN RELATIONS

2.1 PENGERTIAN SEORANG SUPERVISOR

Seorang supervisor, lebih-lebih lagi dalam industri perhotelan dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari akan selalu berhubungan dengan manusia, baik tamu-tamu hotel, atasan, kolega dan para bawahannya. Untuk itu kemampuan untuk membina hubungan antara manusia yang harmonis adalah merupakan persyaratan yang perlu dimiliki oleh seorang supervisor. Dalton E. Mc. Farland dalam bukunya “management, principles and practices” mendefinisikan hubungan antara manusia sebagai berikut : “Human relations may be defined as the science which studies the activities, attitude and relationship existing among people at work”. (Hubungan antara manusia dapat didefinisikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari kegiatan, sikap dan saling hubungan diantara orang-orang yang ada di pekerjaan). Konsep yang mendasari pentingnnya hubungan antara manusia adalah adanya perbedaan-perbedaan individu atau “individual differences” dimana setiap individu itu adalah pribadi yang unik (unique personality) yang berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan-perbedaan ini meliputi perbedaan fisik, kecerdasan, sikap, latar belakang sosial, kebutuhan, motivasi, harapan dan lain-lain. Implikasi dari perbedaan-perbedaan individu inilah yang menimbulkan berbagai masalah hubungan antara manusia dalam pekerjaan. Beberapa indikasi dari adanya masalah-masalah hubungan antara manusia tersebut antara lain :

- Tingkat perputaran pegawai (employee turnover) yang tinggi.

- Ketidak hadiran dan keterlambatan dalam pekerjaan.

- Sikap acuh tak acuh dan lalai terhadap tugas dan tanggung jawab.

- Biaya-biaya operasional yang tinggi.

- Mutu pelayanan yang tidak mencapai standar yang diharapkan.

- Keluhan-keluhan dari pihak karyawan.

- Beban pekerjaan dari pimpinan pada b erbagai tingkatan semakin meningkat.

Sebagai konsekwensi daripada masalah-masalah diatas adalah menurunnya citra dari hotel tersebut yang selanjutnya akan mengakibatkan terjadinya kerugian yang tidak sedikit.

2.2 TUJUAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA

Secara singkat dapat dikatakan bahwa tujuan daripada hubungan antar manusia itu tidak lain adalah untuk mengingatkan seseorang (orang-orang) bekerja dengan semangat kerjasama yang produktif, tapi dengan rasa senang dan puas. Hubunagn antar manusia itu dikatakan efektif apabila tercipta hubungan yang harmonis diantara orang-orang yang ada dipekerjaan. Hal ini terutama sekali dirasakan oleh para supervisor di hotel yang selalu berhubungan dengan tamu-tamu hotel, para bawahan dan atasannya. Dalam hal ini setiap supervisor diharapkan dapat mengerti dengan baik bagaimana seseorang berprilaku dan berinteraksi satu sama llainnya. Secara lebih terinci dapat dijelaskan tujuan dan sasaran daripada hubungan antar manusia itu sendiri :

a. Untuk menciptakan hubungan kemanusiaan yang menyenangkan dalam pekerjaan.

b. Untuk mengembangkan dan memelihara moril karyawan yang tinggi, tingkat turnover pegawai yang rendah serta produktifitas kerja yang tinggi.

c. Untuk meningkatkan reputasi hotel, melalui pelayanan yang memuaskan bagi setiap tamu atau langganan hotel.

d. Untuk mengurangi terjadinya bentrokan-bentrokan diantara karyawan dalam melaksanakan tugasnya.

e. Untuk mengembangkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

f. Untuk memudahkan pekerjaan daripada supervisor dan pimpinan lainnya di perusahaan.

2.3 PRINSIP-PRINSIP HUBUNGAN ANTARA MANUSIA ( HUMAN RELATIONS )

Pada uraian berikut ini kita akan mencoba mengkaji beberapa prinsip hubungan antar manusia itu sendiri. Prinsip-prinsip tersebut antara lain meliputi :

a. Hargailah setiap orang tanpa memandang pekerjaan status atau kedudukan yang dimilikinya.

b. Laksanakanlah hubungan (Human Relations) yang baik dengan tulus ikhlas, karena sikap berpura-pura akan cepat diketahui orang lain.

c. Ketahuilah dengan baik keinginan dan motivasi anda untuk mencegah timbulnya pebedaan-perbedaan dengan pihak yang diajak berhubungan.

d. Janganlah merasa ragu-ragu bila anda terpaksa harus mengambil tindakan yang kurang menyenangkan terutama sekali dalam usaha menegakkan disiplin.

e. Buat agar setiap orang merasa dirinya penting didalam setiap kelompok kerja atau di perusahaan. Seorang akan bekerja lebih baik dan lebih bertanggung jawab bila dia merasa dirinya penting diantara orang-orang lain.

f. Mengertilah terhadap keinginan dan motivasi orang lain dan juga terhadap hal-hal yang dapat memuaskan keinginannya.

g. Setiap interaksi yang terjadi akan dapat menciptakan, meningkatkan atau merubah sikap seseorang terhadap yang lainnya bergantung pada pengalaman mereka selama interaksi itu terjadi.

h. Berikanlah contoh prilaku yang baik dalam setiap kali kita berinteraksi atau berhubungan dengan orang alin.

i. Sering-seringlah mengadakan komunikasii dengan bawahan anda untuk dapat memahaminya dengan baik.

j. Berikanlah penghargaan dengan tulus ikhlas bila hal tersebut sudah sepatutnya diberikan kepada seseorang, tapi jangan sampai hal itu terlalu berlebihan.

k. Bila kita harus memberikan kritik atau teguran janganlah hal itu dilakukan dihadapan orang lain.

l. Ucapkanlah selalu salam seperti : selamat pagi, apa kabar, terimakasih, silahkan dan ucapan salam lainnya dengan tulus ikhlas.

m. Delegasikanlah sebanyak mungkinwewenang dengan tanggung jawab yang dapat kita berikan kepada bawahan, dalam batas-batas penugasan yang wajarr.

n. Janganlah anda membiarkan seseorang menunggu anda dengan maksud untuk membuat diri anda sebagai orang penting.

o. Bersikaplah membantu kepada bawahan, karena tidak jarang bawahan itu membutuhkan uluran tangan kita.

p. Perhatikanlah selalu keadaan fisik bawahan. Tunjukanlah simpati anda kepada bawahan yang menunjukan rasa tanggung jawabnya terhadap pekerjaan walaupun kondisi fisiknya kurang memungkinkan.

q. Buatlah agar pekerjaan itu selalu memberikan tantangan bagi bawahan, tapi hindarilah jangan sampai tantangan itu diluar kemampuan bawahan tadi untuk dikerjakannya.

r. Jangan berpura-pura seperti ahli psikologi terhadap orang lain. Sikap seperti ini biasanya tidak disenangi oleh orang lain dengan berbagai alasan.

s. Bersikaplah fleksibeel terhadap orang lain. Bersiap-siaplah setiap saat kalau perlu untuk merubah atau memodivikasikan sikap, pendapatan atau nilai-nilai yang kita miliki.

t. Berbuatlah sesuatu terhadap orang lain seperti apa yang mereka harapkan dari kita. Dalam batas-batas kewenangan yang ada pada diri kita kerjakanlah sesuatu yang dapat memuaskan hati orang lain yang diajak saling berinteraksi.

BAB III

KESIMPULAN

Dari materi yang dibahas bahwa HUMAN RELATIONS sangat diperlukan pada sebuah hotel dan berperan penting dalam pelaksanaan standar operasional prosedur dimana HUMAN RELATIONS ini digunakan untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara tamu dengan karyawan hotel serta antara karyawan dengan karyawan.

PUSTAKA DAFTAR

- 2001, Penghantar supervise perhotelan.

- Suparko SD, 1997, Public relations, Surabaya, papyfus.

Kamis, Januari 21, 2010

Pariwisata, Teknologi Informasi dan Komputer, Manajemen

Pariwisata tidak dipungkiri lagi berfungsi sebagai motor penggerak perekonomian di Bali. Dalam hal ini pariwisata menimbulkan multiflier effect bagi seluruh aktivitas ekonomi di Bali. Sebagai contoh : Pariwisata membutuhkan sarana akomodasi, restoran, bar dan fasilitas penunjang lainnya. Satu buah hotel yang didirikan akan menyerap banyak tenaga kerja. Selain itu hotel membutuhkan berbagai supplier untuk memasok kebutuhan hotel. Tenaga kerja yang diserap hotel juga membutuhkan berbagai macam kebutuhan hidupnya, sehingga muncul berbagai macam pusat perbelanjaan, demikian seterusnya rantai ekonomi yang ditimbulkan dari aktivitas pariwisata sebagai akibat dari multilier effect tersebut.

TIK, sangat menunjang perkembangan pariwisata, dengan TIK maka informasi dan komunikasi dapat dilakukan dengan sangat cepat, efisien dan akurat yang mampu mereduce human error. Sebagai contoh alikasi TIK, yakni penggunaan software LIBICA, FIDELIO sebagai Program Piranti Lunak Hotel Information System. Dengan menggunakan software tersebut informasi mengenai kepastian pemesanan kamar, kepastian rekening tamu, informasi tamu yang akan datang ke hotel, tamu yang sedang tinggal di hotel dan tamu yang akan meninggalkan hotel. Informasi yang cepat, tepat dan akurat tersebut akan membuat tamu puas dan senang tinggal dihotel. Kepuasan tamu akan menyebabkan tamu akan kembali lagi untuk berlibur di Bali dan tinggal di hotel tersebut. Jika dikaitkan dengan tujuan berdirinya sebuah hotel, yakni : Profit through guest satisfaction, and get a repeat business through word of mouth communication, peranan TIK dirasakan sangat vital. Kondisi ini berlaku juga untuk perusahaan lainnya yang berperan sebagai entitas ekonomi (mengelola sumber daya yang ada untuk dapat ditukarkan kepada pasar sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar/konsumen sehingga tercapai kepusan pasar/konsumen)

Dari sisi Ekonomi, yang berfungsi untuk mengelola seluruh sumber daya (man, material, money,machine, method, market) melalui fungsi manajemen (planning, organising, actuating, controlling dan evaluating) sehingga mampu menciptakan produk yang memiliki nilai/value yang mampu memuaskan kebutuhan konsumen, peranan ekonomi dan pariwisata merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Mengacu pada definisi pariwisata : Suatu fenomena yang menyebabkan perpindahan orang dari satu tempat (tempat tinggalnya) ke tempat yang bukan tempat tinggalnya untuk kebutuhan bersenag-senang (leisure), tidak untuk mencari nafkah, menetap dan tidak untuk tujuan vokasional, dimana perpindahan ini membutuhkan berbagai sarana dan prasarana pariwisata. Pada poin ini, kebutuhan sarana dan prasarana pariwisata semestinya dikelola dengan menggunakan prinsip-prinsip ekonomi, khususnya (Manajemen : Keuangan, pemasaran,sdm dan operasional) serta akuntansi.

Dengan manajemen keuangan, maka perusahaan-perusahaan dalam indusri pariwisata akan mampu mengelola usahanya dengan menggunakan alternative sumber-sumber pendanaan yang murah serta mampu menginvestasikannya pada sector yang menguntungkan.
Dengan manajemen pemasaran, maka perusahaan-perusahaan dalam industri pariwisata akan mampu mengelola usahanya dengan menciptakan produk yang mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar.

Dengan manajemen sumber daya manusia, maka perusahaan-perusahaan dalam industri pariwisata akan mampu mengelola sumber daya manusia, sebagai kunci sukses persaingan bisnis.

Dengan manajemen operasional, maka perusahaan-perusahaan dalam industri pariwisata akan mampu mengelola usahanya dengan memperhatikan konsep keberlanjutan (sustainability) melalui konsep CSR (Consumen Social Responsibility), menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan dan menghasilkan produk yang tidak mencemari lingkungan.

Sedikit Tentang Pemasaran Jasa Pariwisata

Bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan/penghasilan perusahaan dibidang jasa pariwisata?
  • Salah satu cara untuk meningkatkan penghasilan adalah melalui penjualan dengan harga mahal. Penjualan dengan harga mahal dapat dilakukan jika konsumen (wisatawan) kurang sensitif terhadap perubahan harga . Dalam hal ini wisatawan lebih mengutamakan kepuasan yang diperolehnya walaupun melakukan pengorbanan yang lebih untuk mendapatkan kepuasan itu. Sebagai contoh, pada segmen pasar hotel bintang lima, meskipun harga kamar rata-rata jauh melebihi segmen pasar hotel bintang empat, tiga dua dan satu, namun tingkat occupancy hotel berbintang lima tidak kalah dengan hotel bintang empat, tiga, dua dan satu. Contoh lain pizza hut vs papa rons perhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kepekaan harga
Bagaimana caranya mengevaluasi harga menu?
  • Sebagai manajer hotel, untuk mengevaluasi harga menu, dapat digunakan analisis menu engineering (suatu analisa seperti matrix bcg, yang memilah ,menu menjadi empat bagian berdasarkan tingkat popularitas dan margin kontribusi per menu), terkait dengan kebijakan harga, menu yang sebaiknya dinaikkan harganya adalah menu yang memiliki kualifikasi populer/laku, tetapi memiliki margin kontribusi yang rendah. Menu yang diturunkan harganya adalah menu yang memiliki kualifikasi tidak laku/kurang populer, tetapi memiliki marjin kontribusi yang tinggi. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah sensitivitas harga dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepekaan harga

Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi sensitivitas harga dalam bisnis pelayanan dan perjalanan?

  • Faktor-faktor yang mempengaruhi sensitivitas harga dalam bisnis pelayanan dan perjalanan adalah :

a. Pengaruh nilai unik

b. Pengaruh kesadaran akan produk pengganti

c. Pengaruh pengeluaran oleh perusahaan

d. Pengaruh manfaat akhir

e. Pengaruh pengeluaran total

f. Pengaruh biaya bersama

g. Pengaruh investasi terpendam

h. Pengaruh mutu harga


Apa yang dimaksud dengan Yield Management ?


Yield management dapat dikatakan pendekatan jangka pendek untuk meningkatkan penghasilan jika hanya mengejar keuntungan jangka pendek, misalnya pada saat peak season pihak hotel menaikkan harga kamar setinggi-tingginya tanpa diiringi peningkatan value (nilai).Yield management dapat dikatakan menciptakan atau memperthankan pelanggan apabila mengejar sustainability/going concern of establihment. Misalnya pada saat peak season pihak hotel tidak menaikkan harga terlalu tinggi jika memang tidak disertai peningkatan value (nilai). Nilai yang dimaksud disini adalah segala macam augmented product maupun service product yang mampu mningkatkan kepuasan wisatawan.