Sabtu, November 07, 2009

TUGAS KASIR KANTOR DEPAN 1A

Pertanyaan :
1. Jelaskan pengertian Kasir Kantor Depan!
2. Jelaskan fungsi Kasir Kantor Depan bagi usaha hotel!
3. Jelaskan hubungan kerja sama Kasir Kantor Depan dengan :
a. General Cashier
b. FB Cashier
c. House Keeping Department (Order Taker)
d. Night Auditor
4. Jelaskan macam – macam pembayaran yang diterima pada Kasir Kantor Depan!
5. Saudara bekerja sebagai Kasir Kantor Depan, berikut adalah informasi mengenai tamu yang
menginap pada hotel dimana anda bekerja :

No

Guest Name

Room No

Person

Room Rate

Address

Nationality

Check in

Check Out

1

Robertson Tampubolon, Mr/s

204

(2/1)

US$ 110

Jl. Sutomo 4b, Medan

Indonesian

1/9/2008

2/9/2008

2

Afghan, Mr

301

(1/-)

US$ 200

Jl. Bank 24, Jakarta

Indonesian

1/9/2008

4/9/2008

3

Wayne Axl Roses, Mr

707

(1/-)

US$ 1500

5th Avenue, Glimson Rd. Seattle, USA

America

1/9/2008

8/9/2008



Harga kamar belum termasuk 10% service charge dan 11 % tax. Book Keeping Ratio : US$1 = Rp. 9.500,- pada tanggal 02/09/08 (morning shift) saudara menerima bill dari outlet-outlet yang belum terposting pada master bill (personal account), sebagai berikut :
Room Service : 204 : Rp. 40.000,- Bar : 204 : Rp. 150.000,-
301 : Rp. 100.000,- 301 : Rp. 250.000,-
707 : Rp. 1.020.000,- 707 : Rp. 501.000,-
Laundry : 204 : Rp. 105.000,- Telephone 707 : Rp. 250.500,-
301 : Rp. 55.000,-

Berdasarkan informasi tersebut, :
a. Buatlah Rekening Tamu (master bill on P/A) untuk masing-masing tamu tersebut!
b. Postinglah transaksi di atas ke dalam rekening tamu dan tentukan saldo akhirnya!

TUGAS KASIR KANTOR DEPAN

Soal:

Saudara bekerja sebagai Kasir Kantor Depan, pada tanggal 16 November 2009, shift malam (23.00 – 07.00), dengan informasi sebagai berikut :

In House Guest List

No

Room No

Guest Name

Type of Room

Check In

Check Out

Payment

1

101

Ms. Katarina Evi (Indonesia)

STD

16/11/09

20/11/09

P/A

2

102

Mr. Mfede (Ghana)

SUI

16/11/09

18/11/09

P/A

Expected Departure Guest List

No

Room No

Guest Name

Check In

Check Out

Previous Balance

Payment

1

103

Mr. Sidharta

(Indonesia)

12/11/09

16/11/09

(23.50)

Rp. 5.500.000,-

P/A

2

104

Mr. Wisnawa

(Singapore)

11/11/09

16/11/09

(23.15)

Rp. 10.500.000

P/A

Harga Kamar : (belum termasuk 10% Service Charge dan 11% Tax)

  • Standard Room (STD) = US $ 500,-
  • Suite Room (SUI) = US $ 2.500,-

Book Keeping ratio , US$ 1 = Rp.10.000,-

Transaksi yang terjadi pada saat saudara bekerja :

Room Service (01.00)

101 Rp. 200.000,-

102 Rp. 150.000,-

Mini Bar (23.00)

103 Rp. 100.000,-

104 Rp. 250.000,-

Cash Sales (23.00)

Mr. Jack Rp. 500.000,-

Ms.King Rp. 400.000,-

  • Manager on duty pinjam uang untuk bayar taxi Rp. 150.000,-
  • Marine Tour membayar Deposit untuk tamunya yang akan check-in besok pagi Rp. 2.000.000,-, juga membayar untuk tamu nya yang sudah check out Rp. 5.000.000,-
  • Kamar 103 dan 104 membayar billnya dengan cash payment
  • Mr.Mfede memberikan prepayment Rp.30.000.000,- (jam 01.00)

Pada awal shift, saudara menerima housebank dari shift sebelumnya Rp. 5.000.000,-

Berdasarkan informasi di atas, kerjakanlah :

1. Guest Bill untuk Room no 101, 102 (Point 50)

2. Cash Sheet (Point 50)

3. House Bank Report (Point 50)

4. Cash Transmittal List (Point 50)

Saudara boleh memilih 2 soal diatas untuk dijawab, untuk mendapatkan nilai maksimal (100)

Rabu, November 04, 2009

JENIS JENIS RESTAURANT

Menurut Suarthana (2006 : 57), dijelaskan bahwa jenis-jenis restoran yakni :

a. Coffeeshop
Adalah restoran yang dibuka untuk beakfast, luch, dan dinner yang memberikan pelayanan sederhana dan cepat dengan harga makanan dan minuman yang relatif murah.
b. Room Service
Adalah restoran yang dibuka untuk breakfast, lunch, dan dinner dimana makanan tamu dapat dihidangkan di dalam kamar tamu yang menampilkan menu sederhana dan cepat dengan harga yang relatif murah.
c. Dinning Room
Adalah restoran yang hanya buka pada waktu dinner dengan tamu yang memiliki tujuan berkunjung adalah untuk menikmati dinner dan hiburan yang menampilkan menu yang lengkap dan mewah dengan harga yang relatif mahal.
d. Supper Club
Adalah restoran yang hanya buka pada larut malam untuk dinner dan supper dengan tujuan tamu untuk menikmati makanan dan hiburan dengan menu makanan yang lengkap serta pelayanan yang mewah dengan harga yang relatif mahal.
Menurut Soekresno (2000 : 16-17), dilihat dari pengelolaan system penyajian restoran dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu :
a) Restoran formal, adalah industri jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan profesional dengan pelayanan ekslusif. Contoh : Main Dinning Room.
b) Restoran informal, adalah industri jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan profesional dengan lebih mengutamakan kecepatan pelayanan, kepraktisan dan percepatan frekuensi yang silih berganti. Contoh : Cafe, Coffee shop, Canteen.
c) Special restoran, adalah industri jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan profesional dengan menyediakan makanan khas dan diikuti dengan penyajian yang khas dari suatu Negara tertentu. Contoh : Japanese Restaurant, Chinese Restaurant.

PENGERTIAN RESTAURANT

Menurut Suarthana (2006 : 23) restoran adalah: ”tempat usaha yang komersial yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan pelayanan makanan dan minuman untuk umum di tempat usahanya”.

Sedangkan menurut Sihite (2000 : 16) restoran adalah: “suatu tempat dimana seseorang yang datang menjadi tamu yang akan mendapatkan pelayanan untuk menikmati makanan, baik pagi, siang, ataupun malam sesuai dengan jam bukanya dan oleh tamu yang menikmati hidangan itu harus membayar sesuai dengan harga yang ditentukan sesuai daftar yang disediakan di restoran itu”.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa restoran adalah tempat usaha yang melayani tamu yang datang dengan ruang lingkup kegiatannya menyediakan makanan dan minuman yang bersifat komersial.

PENGERTIAN HOTEL

Dilihat dari asal katanya, perkataan Hotel berasal dari bahasa Latin Hospes yang mempunyai pengertian untuk menunjukkan orang asing yang menginap di rumah seseorang (teman, kenalan, atau musafir yang dihormati). Kemudian dalam perkembangannya kata Hospes menjadi hotel dalam bahasa Perancis, dan seterusnya menjadi hotel dengan pengertian sebagai rumah penginapan (Suarthana, 2006 : 11).

Menurut Sihite (2000 : 53) Hotel adalah: “jenis akomodasi yang menyediakan fasilitas dan pelayanan penginapan, makan dan minuman, serta jasa-jasa lainnya untuk umum yang tinggal untuk sementara waktu dan dikelola secara komersial”.

Sedangkan menurut keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi no. KM.94/HK103/MPPT-87 dinyatakan bahwa “Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang menggunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makan dan minum, serta jasa lainnya bagi umum, yang dikelola secara komersial” (Suarthana, 2006 : 11).
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa hotel adalah suatu jenis akomodasi yang menggunakan sebagian atau seluruh bangunan yang menyediakan jasa penginapan, pelayanan makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya, yang disediakan untuk umum dan dikelola secara komersial.

Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Perekonomian di Kawasan Wisata Bali Selatan (Studi Kasus Pada Pantai Labuan Sait Pecatu) (bagian 3)



Pedagang
Ibu Nyoman Sumiarti 43 tahun menyewa bangunan yang disediakan pemerintah setempat. Sumiarti mulai berdagang dari 3 bulan yang lalu hasil yang di peroleh paling minim 400.000 per bulannya, beliau dulunya sebagai petani rumput laut, dan mengatakan bertani lebih susah dan harga dari hasil rumput laut tidak begitu baik. Dulu anak-anak di sini sangat susah untuk mengeyam pendidikan dan adanya pariwisata hampir semua generasi baru dapat mengeyam pendidikan.
Photo 3 Nyoman Sumiarti sedang menunggu warung dagangannya 31 Oktober 2009

Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Perekonomian di Kawasan Wisata Bali Selatan (Studi Kasus Pada Pantai Labuan Sait Pecatu) (bagian 2)


Pada masyarakat setempat, dari hasil wawancara semua masyarakat senang adanya pengembangan pariwisata di daerah mereka, meningkatnya ekonomi masyarakat setempat memeberikan sinar terang untuk menyambung kehidupan yang lebih baik dan maju.

Bapak Wayan Kari adalah petugas parkir di areal parkir pantai labuan sait. Areal parkir ini di bangun pada tahun 1994 bantuan dari Pemkab badung, bersama di bangunnya akses jalan dan jembatan menuju Padang-padang dan pantai suluban. Beliau menyatakan perubahan yang dialami setelah adanya pariwisata adalah kesejahteraan masyarakat saat ini lebih baik ketimbang sebelum adanya pariwisata. Bapak wayan kari sebelumnya adalah seorang nelayan, dan usai melaut aktif tahun 1994. sebelum pariwisata masuk beliau mengatakan kehidupan di sini sangat susah sampai-sampai batang pohon pisang sebagai menu utama hidangan. Parkir di Pantai Labuan Sait dapat meraih pendapatan minimal pperharinya Rp50.000 dari hasil itu perbulannya bapak wayan kari menerima hanya 25% dari hasil kerja beliau dan 75% diserahkan ke Desa Pecatu

Photo 1 Wayan Kari sedang mengambil uang retribusi parkir sebesar 2000 untuk kendaraan roda empat dan 1000 untuk sepeda motor Photo di ambil tanggal 31 oct 2009