Minggu, Juli 01, 2018

Thailand, Negara Sang Raja


STUDY TOUR Itu Penting
STUDY TOUR merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa STIPAR Triatma Jaya.  Tahun ini kegiatan dilakukan mulai dari tanggal 21 s/d 24 Mei 2018 di Thailand. Jumlah perserta sebanyak 160 orang dari semester 6 pada Program DIII Perhotelan, DIII Kepariwisataan dan DIV Manajemen Business Hospitality. Kegiatan STUDY TOUR merupakan hal yang penting bagi mahasiswa STIPAR Triatma Jaya karena sebagai calon pengabdi pariwisata dan hotelier yang dituntut memiliki wawasan luas mengenai kepariwisataan.  Selain itu dengan memiliki pengalaman sebagai wisatawan, diharapkan mahasiswa mampu memiliki emphaty, daya tanggap, keandalan, penampilan yang baik, kualifikasi yang memadai sehingga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan dan keinginan wisatawan. Pengalaman tersebut tentunya akan mampu meningkatkan kualitas layanan pada saat terjun pada industri kepariwisataan dengan standar internasional.



Gambar 1
Peserta Study Tour 2018 STIPAR Triatma Jaya
(Kloter 1 dari 3 kloter)




Obyek Wisata yang Dikunjungi
Obyek wisata yang dikunjungi  antara lain : (i)Wat Arun (Wisata Budaya), (ii)Night Market (wisata budaya), (iii)Long-Neck Karen Hilltribe Village with Elephant Ride, (iv)Pattaya Floating Market, (v)Pantai Pattaya (wisata alam), (vi)Walking Street of Pattaya (wisata ekstrim), (vii) MBK Center (Mahboonkrong)(wisata belanja), (viii) Peternakan Madu (wisata agro), (ix)Erawadee Herbal Medicine Pattaya (wisata belanja) dan Gems Factory (wisata belanja). Selain mengunjungi obyek wisata tersebut, mahasiswa juga menikmati sarana wisata seperti hotel berbintang lima (Aunchaleena Hotel), dan prasarana wisata seperti  Bandar Udara Don Mueang (Bangkok).

Gambar 2
Peserta Study Tour 2018 pada Saat Keberangkatan
(Kloter Pertama)

Bandara Don Mueang Bangkok
Bandara ini resmi dibuka pada 27 Maret 1914 merupakan bandara tertua di Thailand. Meskipun Bandara ini merupakan bandara tertua, tapi bukanlah bandara utama yang saat ini bernama Swarnabhumi.  Tidak ada kesan istimewa pada Bandara ini selain sisi sejarahnya.

Hospitality
Keramahtamahan di negeri Gajah Putih sudah bagus, tapi masih lebih baik di Bali. Salah satu penyebabnya karena kebanyakan masyarakat Thailand tidak pandai berbahasa Inggris. Komunikasi agak sulit di sini.

Akomodasi
Tempat menginap adalah Hotel Aunchaleena. Hotel yang nyaman dengan fasilitas standar hotel berbintang. Hotel ini dekat dengan pasar malam. Pelayanan cukup ramah meskipun banyak staffnya tidak pandai berbahasa Inggris.


Gambar 3
Team Dosen STIPAR Triatma Jaya
Sedang Makan Siang Bersama di Pattaya Thailand


Gambar 4
Kuliner Thailand di Pasar Tradisional
Tidak Mahal dan Lezat

Gambar 5
Buah kering yang Jadi Primadona Wisatawan


Gambar 6
Stand Makan pada Mal di Bangkok


Gambar 7
Night Market di Thailand

Makanan Thailand merupakan salah satu makanan ternikmat di dunia. Sekali mencoba biasanya pasti suka.

Wat arun

Wat Arun sebuah candi Buddha yang terletak di distrik Bangkok Yai di Bangkok, Thailand, tepatnya di barat hulu sungai Chao Phraya. Nama panjang dari candi ini adalah Wat Arunratchawararam Ratchaworamahavihara. Wat Arun Rajwararam atau Candi Fajar, diambil dari nama Dea Fajar, Aruna. Wat Arun dianggap salah satu situs atau tempat yang paling terkenal di Thailand.

 Desa Wisata Leher Panjang dan Wisata Gajah
Hanya kaum wanita dari suku ini yang wajib mengenakan ring di leher mereka. Mereka juga menggunakan ring di kakinya.. Menurut guide yang menemani kami, ring itu sebenarnya bukan membuat leher mereka menjadi panjang. Tetapi, leher mereka menjadi panjang karena ring itu membuat pundak mereka turun.

Night market
Pasar malam di Thailand mirip dengan pasar malam di Bali, misalnya Kreneng Night  Market. Perbedaannya terletak pada kebersihannya saja. Pasar Malam di Thailand dikelola lebih rapi dan tertib.

 Walking Street
“Walking Street Pattaya” merupakan pusat hiburan malam di Pattaya yang penuh dengan diskotik, bar, live music, cabaret show, spa-massage, dan pedagang makanan pinggir jalan (street food) yang berlokasi di Muang Pattaya District, Amphoe Bang Lamung, Chang Wat Chon Buri – Thailand.

Peternakan Madu Big Bee
Perusahaan Big Bee adalah peternakan terbesar di Thailand. Produknya meliputi peternakan, produksi, mempromosikan penelitian dan penggunaan produk lebah. Perusahaan ini mulai sejak tahun 1999 dengan pertamanya peternakan kecil yang pada saat itu bernama Thepprasit. Yang juga tetap perintis dalam mempromosikan kualitas perlebahan Thailand dan budidaya di daerah tersebut.
Perusahaan ini sekarang beroperasi menggunakan jaringan yang berjumlah lebih dari 50 peternakan lebah dibawah naungan Thai Organic Bee Keeper Association (TOBA). Asosiasi ini adalah merupakan penyalur utama madu organik di Thailand.
Perusahaan ini terkenal dikalangan konsumennya dengan sebutan Thepprasit Honey Farm (Jaringan peternkan internasional) dan Big Bee (jaringan pendidikan dan peduli kesehatan). Selain perusahaan ini mempromosikan bagaimana peternakan lebahnya, perusahaan Big Bee juga memproduksi berbagai macam produk madu dengan berbagai khasiatnya kegunaan yang berbeda-beda bagi kesehatan dan juga produk-produk olahan lebah lainnya yang bisa dijadikan sebagai buah tangan dari perusahaan tersebut.
Gem Jewelerry
Staf pabrik sangat ramah - Pengunjung sopan disambut dan menawarkan program khusus untuk film bioskop tentang batu mulia ditambang di Thailand, yang juga tersedia dalam bahasa Rusia. Thailand dikenal di seluruh dunia untuk safir dan rubi yang ditambang di provinsi Kanchanaburi, serta mutiara, ditambang di Laut Andaman. Berbagai pabrik tidak terbatas permata ditambang di sini. Di sini dapat ditemukan dekorasi yang menggunakan berlian Afrika Selatan, zamrud Kolombia dan batu semi mulia dari Brasil: garnet, topaz, amethyst, turmalin, citrine, opal, beryl, batu giok dan lain-lain.
Kesan
STUDY TOUR ke Thailand memberi kenangan tersendiri bagi peserta. Hal ini disebabkan karena sebagian peserta belum pernah mengunjungi negeri ini. Hal lainnya, negeri ini memiliki keunikan dari sisi budaya yang tidak dapat ditemui pada tempat-tempat lainnya. Dari sisi pengelolaan, Pemerintah Thailand berhasil mengembangkan Agro Tourism, yang mampu membuat produk pertanian menjadi souvenir khas Thailand yang sangat diminati. 

3 komentar: